Pentingnya Memastikan Kesiapan Jalur Mudik


Selasa, 26 Mei 2015 - 18:37:47 WIB
Pentingnya Memastikan Kesiapan Jalur Mudik

Tentu saja sangat mengkhawatirkan jika tidak ada perbaikan atau peningkatan kondisi insfrastruktur tersebut menjelang musim mudik lebaran 1436 H/2015 M. Jika infrastruktur tidak dalam kondisi siap, dikhawatirkan tidak saja menyebabkan kemacetan, tapi juga bisa menjadi biang kecelakaan di jalan raya.

Baca Juga : Menkes: Setiap Minggu Ada Varian Baru Virus Corona Masuk RI, Cegah Penyebaran dengan 3M dan 3T

Walaupun hingga pengujung Bulan Mei 2015 belum ada tanda-tanda perbaikan infrasruktur, berupa jalan dan jembatan serta lain sebagainya, namun Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman (Disprasjaltarkim) Sumbar menjamin jalur mudik bakal aman. Disprasjaltarkim menganggarkan Rp200 miliar untuk perbaikan atau pemeliharaan 3.000 kilometer ruas jalan di Sumbar.

Kepala Disprasjaltarkim Sumbar Suprapto, sebagaimana dimuat Haluan Selasa  (26/5) mengakui, pelaksanaan proyek pemeliharaan jalan di Sumbar memang terlambat dari jadwal yang sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya perubahan nomenklatur di pusat. Namun, menjelang lebaran dia menjamin tidak ada lagi jalan yang berlubang, sehingga pemudik bisa nyaman dan arus lalulintas bisa lancar.

Baca Juga : Besok, 19 Perusahaan Mengawali Vaksinasi Gotong Royong

Untuk titik yang menjadi fokus pengerjaan pemeliharaan tahun ini yaitu daerah-daerah yang rawan longsor. Sedikitnya tercatat 19 titik rawan longsor, yaitu Bukit Lampu (Bu­ngus), Lembah Anai, Palupuh, Muaro Cubadak, Kelok 9, Pang­kalan, Tanjung Balit, Panti, Talu, Lubuk Sao, Kelok 44, Bukik Apik, Sei Landia, Panorama 1, Panorama 2, Lubuk Selasih, Kayu Jao, Air Dingin dan Tanjung Gadang, jalan Padang – Solok di kawasan Sitinjau Laut, Sicincin – Malalak dan beberapa kawasan lainnya.

Dia pun mengklain, bahwa secara umum kondisi jalan di Sumbar sudah nomor 1. Untuk kawasan yang rawan longsor kita juga sudah siagakan alat berat. Guna mendukung kelancaran jalur mudik Lebaran, Dinas Prasjaltarkim juga sudah mempersiapkan jalur alternatif. Untuk itu kabupaten/kota diminta menyediakan fasilitas pendukung di jalur alternatif ini. Karena dipastikan jalan utama di Sumbar bakal padat seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Agar pemudik tidak terjebak dalam kemacetan selama 10 hari Lebaran, Dinas Pransjaltarkim  sudah menyediakan jalur alternatif. Jalur itu akan ­mem­berikan akses bagi sejumlah pengendara pada sejumlah arah..

Di antaranya adalah ruas jalan Sicincin-Malalak. Seperti tahun sebelumnya, jalur ini merupakan jalur alternatif dari Padang-Bukittinggi dan sebaliknya. Saat ini, Sicincin-Malalak sudah bisa dilewati malam hari, sebab seluruh lampu penerang sudah terpa­sang. Tahun lalu, kawasan ini sangat gelap di malam hari. Sebab penerangan belum berfungsi. Akibatnya masyarakat takut­ melewati jalur tersebut. Namun pengguna jalan tetap harus berhati-hati jika hujan turun dengan lebat. Ruas jalan ini tidak memiliki lampu anti kabut guna membantu pengguna jalan. Sebab saat hujan, kawasan ini sulit dilewati jika kendaraan tidak memiliki lampu kabut.

Masyarakat tentu sangat berharap pelaksananaan proyek pemeliharaan jalan dan jembatan oleh Pransjaltarkim Provinsi Sumbar bisa dilaksanakan secepatnya. Sehingga pengerjaan itu bisa selesai atau tuntas seluruhnya menjelang Lebaran/Hari Raya Idul Fitri 1436 H/2015 M. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]