Pasar Simpang Ampek Membara


Selasa, 26 Mei 2015 - 18:49:50 WIB
Pasar Simpang Ampek Membara

Informasi yang ber­hasil di­himpun di lapa­ngan, kor­ban me­ninggal du­nia ber­nama Tika (17) ta­hun. Ia ter­perangkap di dalam toko sekaligus tempat ting­gal orangtuanya. Tidak bisa me­nyelamatkan diri, ka­rena Tika dalam kondisi lum­puh, yang hari-hari biasa hanya duduk di kursi roda. Korban, terbakar hangus.

Baca Juga : Gubernur Janji Beri Tunjangan ke 4 Orang Penghafal Alquran 30 Juz PontrenMu Kauman Padang Panjang

Pada saat kejadian, orang­tua Tika, Inen (45) dan ayah  Iril (50) tidak berada di rumah, mereka pergi berjualan ke Pasar Batang Linkin. Diduga Tika ting­gal bersama dua adik­nya yang berumur 12 dan 9 tahun, tapi pada saat keja­dian, kedua adiknya itu sedang ke­luar rumah pula.  Sehingga tidak ada orang yang menye­la­mat­kan, karena korban lain­nya sudah sama-sama panik.

Jasad Tika ditemukan petu­gas pemadam kebakaran su­dah dalam kondisi hangus. Hanya menyisakan sebagian organ tubuhnya.

Baca Juga : Menginspirasi! Mahasiswa Solsel Layak Jadi Duta Petani Mileneal Berkat Usaha Itik Petelur

Sementara itu, keba­karan yang melanda Pasar Simpang Ampek itu, menghanguskan sekitar 11 petak kios. Api dengan cepat melalap ba­ngunan yang se­bagian besar terbuat dari kayu. Tidak ba­nyak barang-barang korban yang bisa diselamatkan.

Histeris korban meledak, ribuan warga Simpang Ampek tumpah ruah ke lokasi kejadian. Semua panik, berlarian mencari air. Api bisa dipadamkan sekitar 2 jam kemudian, setelah 4 unit mobil pemadam keba­karan dikerahkan BPBD Pasa­man Barat ke lokasi, ditambah 1 unit water canon Polres Pasaman Barat.

Baca Juga : Jelang Ramadhan, Kaum Kerajaan Sungai Kambut Dharmasraya Gelar Goro Bersama

Akibat kebakaran itu, Pasar Simpang Ampek yang beraktivitas setiap hari lumpuh. Pedagang yang biasa berdagang di pasar itu, ikut berhamburan membantu petugas memadamkan api.  Namun karena los dan toko padat di lokasi, sehing­ga api dengan mudah membakar  toko

Setelah api padam, dagangan yang sudah digelar berangsur kem­bali ditutup pedagang. Atas kejadian itu, tidak hanya pedagang Pasar Simpang Ampek dan korban yang berduka, tetapi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga : PDSKJI Bersama FK Unand dan IDI Sumbar Gelar Webinar: Bahaya Kecanduan Game Online, Napza dan Pornografi Mengintai Generasi Z

Pasar yang terletak di kawasan bundaran Simpang Ampek itu, selama ini menjadi urat nadi per­ekonomian Simpang Ampek, khu­susnya Kecamatan Pasaman.

Sekretaris Badan Penang­gula­ngan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Try Wahluyo kepada Haluan menga­takan,  dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting dari salah satu toko. Karena toko berjejer rapat sehingga api menjalar ke toko-toko lain yang berada disebelahnya.

“Aktivitas pasar sementara ber­hen­ti, para pedagang trauma, juga sibuk menyelamtkan dagangan,” katanya.

Dia sebutkan kerugian kebaka­ran itu diperkirakan ratusan juta. Tapi BPBD Pasaman Barat masih melakukan pendataan di lapangan.

“Secara rici dan pasti kerugian belum dapat kita sampaikan, namun taksiran sementara ratusan juta, “ katanya.

Dia sampaikan, setelah api pa­dam, anggotanya bergerak cepat melakukan pendataan baik, nama-na­ma korban maupun jumlah kerugian.

“Ada sejumlah barang-barang pedagang  yang bisa di selamatkan. Pedagang masih konsentrasi menye­lamatkan barang-barangnya, jadi kita belum bisa mendapatkan angka akurat kerugian akibat kebakaran itu,” sebutnya.

Sementara itu,Kapolres Pasa­man Barat, AKBP Toto Fajar Pra­setyo melalui  Kapala Kesatuan Intelkam Polres Pasaman Barat, AKP. Muzhendra mengatakan, se­jum­lah personil kepolisian juga diturunkan untuk memadamkan api dan melakukan pertolongan terha­dap korban kebakaran.

“Satu unit mobil water canon beserta petugasnya kita turunkan sejak pagi untuk memadamkan api. Api sudah mulai padam, namun polisi masih melakukan pendataan dan pertolongan,” katanya.

Penyebab kebakaran masih dila­kukan penyelidikan oleh polisi. Salah seorang warga sekitar yang menyak­sikan kejadian itu menga­takan, kebakaran terjadi tiba-tiba saja. Pasar Simpang Ampek yang beraktivitas seperti biasa, tiba-tiba dikejutkan api yang langsung mem­bubung tinggi.

“Api cepat melalap, mungkin karena bangunan sudah tua dan pintu serta jendela toko masih banyak kayu,” katanya.

Petak toko yang terbakar tersebut rata-rata banyak yang tutup. Mak­lum sajalah, kemarin bukan hari pasar besar Simpang Ampek.

“Di sana, umunya tempat tinggal bagi pedagang. Mereka buka pada hari pasar besar saja, Minggu. Jadi banyak yang ditutup. Itu tempat tinggal mereka,” kata Lina warga sekitar. (h/dka)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]