PKL Kelok 9 Minta Relokasi


Rabu, 27 Mei 2015 - 20:43:46 WIB
PKL Kelok 9 Minta Relokasi

Wali Nagari Ulu Aia, Is­karmon Basyir di hadapan rombongan Komisi IV DPRD Sumbar meminta ada tem­pat baru yang bisa dipakai PKL kembali berjualan.

Baca Juga : Gelombang Laut 4 Meter Diprediksi di Samudera Hindia Barat Bengkulu

Ditambah­kan,  ber­da­gang di lo­­kasi tersebut adalah mata pencaharian utama bagi pen­duduk setempat. Terutama untuk penduduk Jorong Batu Badukuang Nagari, Ulu Aia.

Karmon  juga me­ngin­formasikan, saat ini tak kurang dari  500 orang pedagang menggantungkan hidup de­ngan berjualan di sisi Fly Over Ke­lok 9. Sebelum Fly Over ter­sebut ada ratusan ma­syarakat tersebut mencari peng­hidupan dengan berla­dang dan mencari kayu di hutan.

Baca Juga : Pelantikan 2 Bupati Terpilih di Sumbar Digelar 26 April 2021

“Mengandalkan mata pen­caharian di hutan penghasilan masyarakat sangat minim. Namun sejak adanya Fly Over ini, perekonomian masyarakat jadi tumbuh.  Mereka juga bisa menopang penghidupan keluarga dengan baik,” terang Karmon lagi.

Menanggapi permintaan pihak terkait agar pemindahan dilakukan sese­ge­ra  mung­kin, ia me­nga­takan itu akan segera dituruti oleh pedagang. Sebab mereka juga menyadari aktivitas yang dilakukan bisa membuat pengendara tidak nyaman dan mengganggu perjalanan.

Baca Juga : Malam Ini, TSR Pemkab Dharmasraya Kunjungi Masjid Baitul Amanah

“Namun demikian, kami juga mohon pak, masyarakat diberi waktu berjualan sampai 10 hari pasca lebaran. Setelah itu masyarakat yang  akan pindah, dengan harapan tem­pat baru yang diminta juga telah disediakan,” jelasnya.

Karmon sangat me­nya­yangkan sikap pemerintah Kabupaten Limapuluh kota yang tak kunjung menetapi janji terhadap masyarakat. Kami sangat kecewa pada pemerintah daerah. Kami berharap ini bisa menjadi perhatian oleh bapak-bapak di dewan provinsi untuk di­per­juangkan,”  tandasnya de­ngan penuh harap.

Baca Juga : Warga Lubuk Gadang Utara Terima BLT Dana Desa untuk 127 KPM

Menanggapi ini, Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Profesor Erman Mawardi yang berasal dari  Dapil V, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota mengatakan, keinginan ma­sya­ra­kat  Na­gari Ulu Aia, Kecamatan Ha­rau akan jadi catatan oleh Komisi IV DPRD Sumbar.

Pertemuan dengan dinas terkait akan dirancang guna mem­bahas masalah ini. Ke­mudian Pemda se­tempat akan didesak untuk segera me­nyiap­kan lokasi baru seperti yang pernah dijanjikan pada m­a­syarakat.

Anggota Komisi IV, Yul­fitni Djasiran yang juga dari Dapil V Payakumbuh dan Limapuluh Kota me­nam­bah­kan, berjualan di badan jalan seperti yang dilakukan ma­sya­rakat memang me­nyalahi aturan. Namun ia menilai ma­sya­rakat tak bisa sepenuhnya disalahkan. Sebab masyarakat juga meng­gan­tung­kan hidup dari aktivitas ber­da­gang. ”Pe­merintah daerah kami imbau, jika para PKL ini me­mang harus dipindahkan se­geralah carikan lokasi baru yang akan membuat mereka tak ter­luka saat ditertibkan “ kata Yulfitni. (h/mg-len)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]