Calon Raba-raba Pasangan Jelang Pilgub


Rabu, 27 Mei 2015 - 20:46:27 WIB
Calon Raba-raba Pasangan Jelang Pilgub

“Mereka tentunya ingin memastikan calon yang pas yang nantinya bisa saling mendukung untuk meraih kemenangan pada Pilkada. Jika kemudian dimunculkan nama calon saling berkomunikasi, saya pikir itu bentuk klaim dari kandidat untuk membangun kapasitas diri di tengah masyarakat.

Baca Juga : Tempati Rumah Dinas, Hendri Septa Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

Selain itu, hasil survey juga akan jadi acuan untuk penentuan pasangan calon. Kekuatan ini menjadi pertim­bangan riil, disamping mekanisme yang dibangun oleh masing-masing partai pengusung.

Calon gubernur dari Partai Demokrat, Mulyadi juga mengaku berkomunikasi dengan kandidat lainnya. Ini, katanya, sebagai bentuk mem­ba­ngun silaturahmi antar kandidat karena ia meyakini seluruh kandidat menginginkan perkembangan untuk Sumatera Barat ke depan.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

“Saya memang sudah berko­munikasi dengan Shadiq, termasuk pak MK (Muslim Kasim), Epyardi Asda, Fauzi Bahar dan kandidat lainnya.  Hanya saja, soal kepastian dengan siapa berpasangan, tentu bukan proses yang sederhana karena ada mekanisme partai yang tentunya tetap harus dipatuhi,”kata anggota DPR RI ini.

Ketika ditanya, dari manakah ia akan melaju, dengan optimis menga­takan Demokratlah yang akan me­ngan­tarnya, meskipun sejumlah calon lain juga ikut mendaftar di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono. Bagi Mulyadi, partai ini tidak sama dengan partai lainnnya yang masih terombang-ambing.

Baca Juga : Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2021 di Padang

Di lain pihak, DPD Demokrat Sumbar sendiri hingga kini masih menunggu hasil survey dalam pene­tapan calon gubernur dari partai berlambang mercy ini.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Barat (Sumbar) Liswandi mengatakan, setelah dilakukan pem­bu­kaan pendaftaran bagi bakal calon kepala daerah beberapa waktu lalu, dan terdapat sembilan nama yang sedang disurvey. Dari internal partai ada empat nama yakni Josri­zal Zain, Mulyadi, Yultekhnil, dan Yogan Askan, dan dari eksternal part­ai Muslim Kasim, Shadiq Pasa­digue, dan Syamsu Rahim, Fauzi Bahar.

Baca Juga : Alhamdulillah, Perumda AM Padang Gratiskan Air Masjid dan Musala Selama Ramadan

Ketika ditanya soal Mulyadi akan menjadi calon kuat dari Demo­krat, ia mengatakan bahwa tidak ada calon kuat di Demokrat, karena semua memiliki peluang yang sama.

“Kami tidak ada membeda-beda­kan calon, semuanya kita perlakukan sama, target kita hasil survey ini sudah keluar pada akhir bulan Mei ini,” jelas Liswandi.

Sementara, Shadiq Pasadiqoe yang sebelumnya sudah berko­muni­kasi dengan Taslim, Fauzi Bahar hingga Muslim Kasim menga­ku dirinya tak menutup kemung­kinan untuk berduet dengan Mulyadi.

Munculnya duet ini, tentu saja bisa saja terjadi. Mengingat Shadiq hingga kini masih belum dapat gambaran dari partai mana ia akan maju. Sementara Partai Golkar yang dulu mengusungnya sewaktu men­jadi Bupati Tanah Datar, belum memberi tanda.

“Saya sudah menjalin komu­nikasi dengan Mulyadi sebanyak satu kali. Jadi, kemungkinan duet itu terjadi, bisa saja. Tapi ini kan belum final, kemungkinan lainnya tentu bisa juga terjadi,” ujar Shadiq kepada Haluan, Selasa (26/5).

Menjelang pendaftaran calon gubernur independen Juni menda­tang, sejumlah calon semakin gencar melakukan pendekatan. Tidak ha­nya mencari duet, tapi juga mencari kapal yang siap menampung mereka. Tak jarang, pihak-pihak yang mau berduet tidak mau mengalah, sehing­ga pasa­ngan-pasangan calon kepala da­erah masih abu-abu hingga saat ini.

Shadiq sendiri menjelaskan, hingga kini belum ada kepastian dari sejumlah partai yang didatangi. Meksipun ia mengharapkan Nasdem memberikan peluang kepada diri­nya. “Saya juga sudah mendaftar ke PDI Perjuangan dan baru sampai mengi­kuti fit and proper test. Belum tahulah seperti apa hasilnya,” ucapnya.

Calon lainnya, Fauzi Bahar misalnya. Sebelumnya dikabarkan ada komunikasi dengan Muslim Kasim. Tapi tokoh PAN di Sumbar itu menampik itu akan menjadi sebuah kepastian pasangan.

“Siapa saja saat ini membangun komunikasi. Sebelum janur kuning terkembang, semua masih bisa terjadi,”kata Fauzi yang kini makin gencar berjumpa dengan masyarakat di daerah.

Sumber Haluan di kalangan orang dekat Fauzi menyebutkan, Fauzi punya kriteria-kriteria sendiri untuk memilih pasangan. Yang jelas, pasangannya nanti bisa mem­bantu­nya saat bertugas, terutama mengu­rus persoalan internal.

“Beliau komunikasi dengan para kandidat. Mereka (kandidat) saling telepon kok. Jadi jika ada yang mengklaim makin dekat, itu hanya klaim sesaat karena Fauzi sendiri juga melakukan hal yang sama dengan kandidat lainnya.

Sebelumnya, Irwan Prayitno gu­ber­nur incumbhent digadang-gadang sudah melakukan komu­nikasi politik dengan Bupati Pessel, Nasrul Abit. Bahkan dalam sebuah kesem­patan, mereka sudah hadir bersama di padepokan silat milik Prabowo Su­bianto di Hambalang bersama tokoh Gerindra, seperti Prabowo Subianto sendiri serta Fadlizon.

Tapi, hal ini diprediksi banyak orang belum jaminan karena proses komunikasi antar calon masih dibangun. Irwan Prayitno sendiri menampik jika dirinya kepastian berpasangan dengan Nasrul Abit di Pilgub nanti. “Prosesnya masih berlangsung kok dan partai belum memu­tuskan,” katanya beberapa waktu lalu. (h/eni/mg-isr/mat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]