Mengatasi Susah Tidur


Kamis, 28 Mei 2015 - 19:05:42 WIB
Mengatasi Susah Tidur

“Molekul-molekul otak ini umum­nya naik kadarnya dalam darah pada kondisi kerusakan otak,” kata ahli saraf Christian Benedict. “Kurang tidur mendorong proses degeneratif saraf. Sementara tidur malam yang berkualitas mungkin sangat penting untuk memper­tahankan kesehatan otak.”

Baca Juga : MAXstream Rilis Sajadah Panjang, Serial Orisinal Terbaru Spesial Ramadan

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep, mengikuti studi lain yang dirilis jurnal Science bulan Oktober lalu yang menemukan bahwa tidur mempercepat pem­bersihan sampah sel-sel dalam otak. Termasuk dalam sisa-sisa adalah beta amiloid, protein yang apabila tera­kumulasi memicu penyakit Alzhei­mer, menurut riset, yang diterapkan pada tikus.

Riset tidur pada balita

Baca Juga : Berikut Tips Aman Minum Kopi saat Bulan Ramadan

Saat anak-anak susah tidur pada malam hari, sebuah riset baru dari Universitas Colorado Boulder me­ng­anjurkan bahwa ini kemungkinan besar karena jam kerja organ tubuh mereka tidak sesuai dengan waktu tidur.

Setiap orang memiliki ritme sirkadian yang mengatur kapan seseorang itu mengantuk dan kapan seseorang itu terjaga. Polanya ber­beda-beda sesuai umur. Itulah me­ngapa remaja aktif pada malam hari dan sulit bangun pada pagi hari.

Namun bagaimana dengan balita yang membutuhkan lebih banyak tidur ketimbang remaja dan dewasa? Studi memantau 14 balita berusia 2-3 tahun selama 6 hari untuk mencari tahu. Mereka dipasangi monitor aktivitas pada pergelangan tangan untuk mendeteksi kapan mereka tidur.

Sore pada hari keenam, para peneliti mengunjungi setiap rumah, mematikan lampu dan menutupi jendela. Lalu setiap 30 menit selama 6 jam menuju waktu tidur, mereka membujuk setiap balita untuk me­ngu­nyah kapas untuk mendapatkan sampel air liur.

Alasannya: Untuk mengetes level hormon melatonin yang mengatur siklus tidur dan sensitif terhadap cahaya.  (h/dw)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]