13 WNI Korban Penyekapan Tiba di Pekanbaru


Kamis, 28 Mei 2015 - 19:07:28 WIB
13 WNI Korban Penyekapan  Tiba di Pekanbaru

Adapun nama 13 warga asal Kepulauan Meranti terse­but yakni Edi, Sandi, Salim Junyardi, Budi Harsono, Jhon­son, Hendry, Hendra, Wisely, Winson Fernando, Swandi Sofyan, Ade Gusrianto, Teddy dan Sedy. Kedatangan mereka disambut langsung Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir dan Kapolres Kepu­lauan Meranti, AKBP Z Pandra.

Baca Juga : Sumatera Adventure Bisa Menjadi Lokomotif Ekonomi Baru 

Kedatangan ketiga belas orang ini mendapat penga­walan yang ketat dari dari petugas bandara dan aparat kepolisian, yang datang mela­lui pintu kedatangan interna­sional Bandara SSK II Pekan­baru menuju bus yang sudah menunggu di area turun naik penumpang.

Mereka keluar dengan cara berurutan. Masing-masing dua orang yang dikawal satu petu­gas bandara serta satu orang polisi. Kepada sejumlah awak media yang telah menantinya, para korban ini lebih memilih tutup mulut. Dan hanya ber­lalu masuk ke dalam bus.

Baca Juga : Bagian dari Sport Tourisme, Sandiaga Uno Dukung Pelaksanaan Tour de Singkarak Digelar Tahun Ini

Senada dengan 13 orang warga Kepulauan Meranti, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Z Pandra, yang turut mendampingi mereka di Ban­dara SSK II Pekanbaru juga memilih irit bicara mem­beri­kan komentar. Pandra hanya memilih tersenyum saat dita­nya kebenaran jika para san­dera memang sempat menga­lami tekanan dan penga­nia­yaan.

Sayangkan Sikap Dubes

Ketua PWI Riau, H Dheni Kurnia menyayangkan sikap dari Dubes RI perwakilan Kamboja yang dinilai terkesan menghambat dan kurang men­dukung terhadap pemulangan WNI yang disekap di negara Kamboja. Hal itu diung­kap­kan­nya saat menyambut keda­tangan 13 dari 23 WNI yang disekap di Kamboja, Kamis (28/5) sore.

“Ada perlakuan dari Dubes Indonesia di Kambojo, Pito­no, yang melakukan kegiatan yang kurang kooperatif. Un­tuk itu saya sebagai Ketua PWI, meminta kepada peme­rintah Republik Indonesia menge­valuasi kerjanya,” tegas Dheni, Kamis (28/5)) di Kan­tor PWI Riau.

Terhambatnya sepuluh orang WNI dalam pemu­langan­nya, kata Dheni, karena campur tangannya. “Artinya begini, kita sudah berusaha dan memberitahukan bahwa ini harga diri dan kehormatan masyarakat Riau. Dan ini kehor­matan bangsa Indonesia,” lanjut Dheni.

Tapi kenyataannya, apa yang sudah kita lakukakan ini diinterfensi. “Siapa yang tak ingin anaknya pulang, tentu semua kita anak mau anak kita pulang,” tegasnya.

Ternyata, lanjut Dheni me­re­ka di doktrin dan ditakut-takuti agat tidak mau menje­laskan dan berbicara apa yang sudah terjadi sebenarnya. Se­hing­ga saat mereka disambut, ada wajah ketakutan dan ce­mas pada diri merka. “Sehingga mereka lari pada ketakutan saat baru tiba,” katanya.

Ditambahkan Dheni, apa yang telah dilakukan ini semua­nya untuk harkat dan martabat dan marwah negeri Riau ini. “Selamat kembali ke tanah air, dan jangan takut seperti biasa saja, karena inilah semua ke­luar­ga kita yang sebagai peno­long adek-adek semua,” pung­kasnya.

PWI Riau, lanjut dheni akan terus berjuang untuk memulangkan sepuluh orang lagi WNI yang masih ditahan di negara kamboja. Sebagai­mana diketahui masih ada 10 WNI yang masih ada di kam­boja. Untik itu Kata Dheni PWI terus melakukan upaya untuk memulangkan sepuluh orang lagi.

Bupati Meranti, Irwan nasir juga menyayangkan atas pem­be­ritaan yang mendiskreditkan dirinya di salah satu surat kabar di Riau. Ia sangat tak habis pikir dengan tudingan yang ditujukan Dubes RI -Kamboja Pitono. “Tak habis pikir, pada­hal jauh dari yang sebenarnya terjadi. Untuk itu saya meme­minta dubes RI Pitono untuk mengklarifikasi atas pem­beri­taan yang keliru tersebut,” pungkasnya. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]