Mengukur Bayangan Calon Gubernur


Kamis, 28 Mei 2015 - 19:26:05 WIB
Mengukur Bayangan Calon Gubernur

Harapan masyarakat sa­ngat tinggi kepada para calon, jika memang mereka naik memang dengan kesungguhan hati—baik secara kapal politik dan juga visi-misi. Ketakutan-ketakutan kita, bukan ada yang maju sebagai calon in­de­pen­den, atau didukung oleh partai politik. Apapun alasannya, Gubernur/Wakil Gubernur yang terpilih nanti, mereka akan membentuk kekuatan politik di DPRD Sumbar, untuk menyokong visi-misinya saat kampanye.

Takicuah Dinan Tarang

Baca Juga : Akumindo Catat Ada 5 Juta 'Pemain Baru' di Marketplace Online Saat Pandemi

Pilkada Sumbar, hen­dak­nya memberikan gambaran demokrasi yang jelas sejak awal, baik kesiapan KPU mau­pun ketegasan calon yang naik menjadi calon kepala daerah. Nasib yang dialami oleh Zainal Bakar dan Andre Rosiade, cukuplah menjadi bagian ma­sa lalu yang akan dikenang oleh banyak calon, yang saat ini mengakui diri sebagai calon gubernur kepada masyarakat Sumbar—dengan terpam­pang­nya baliho pengakuan diri sebagai calon gubernur—yang pada akhirnya, akan menjadi pemberi harapan palsu(PHP), masyarakat telah banyak ber­harap pada calon, karena tak kuatnya kapal politik yang mendukung, akhirnya dana pengenalan diri yang habis miliaran rupiah, hanya untuk meningkatkan elektibilitas diri, meskipun tak pernah masuk ke gelanggang politik.

Besarnya uang pengenalan diri yang habis menjelang Pilkada, ibarat kata orang Minang, Cakak Abih, Silek Takana. Jika itu dasar yang digunakan oleh para calon Gubernur untuk bisa maju menjadi pemimpin Sumbar, itu hanya menjadi modal  ke­rugian bagi calon tersebut, dimasa mendatang, keper­cayaan masyarakat yang ter­lancur melekat, akhirnya ter­hapus, akibat perkara diri yang sudah membangun citra, dan memilih mundur dalam ge­lang­anggang politik, cukuplah semua itu menjadi romantisme masa lalu dari Zainal Bakar dan Andre Rosiade, jika tak ingin malu lebih dalam, mau­kua-ukua bayanganlah dulu  ikut serta  Pilkada Sumbar.

Tak Ada Yang Mengalah

Alek demokrasi Sumbar saat ini, tak ada calon yang mengalah untuk menciptakan pesta demokrasi yang memang me­­nye­­jukkan bagi pan­da­ngan mata ma­­­syarakat, bah­­wa calon yang bertarung me­mang orang-orang yang punya visi besar un­tuk Sumbar. Se­hingga se­sa­ma partaipun bisa menjadi ajang pertarungan untuk men­da­patkan dukungan untuk bisa ma­ju pada Pilkada Sumbar, se­perti, pertarungan sesama par­tai beringin, Shadiq Pasa­di­qoe(SP) dengan Mus­lim Ka­­sim(MK), sesama ka­der Gol­­kar, tetapi sama-sama ber­si­­keras men­jadi calon gu­ber­nur.

Di lain calon, nama Mul­yadi muncul dan populer bagi kalangan masyarakat Sumbar, saat Mulyadi (fraksi Partai Demokrat) berkelahi dengan Mustofa Assesgaf (Fraksi Par­tai Persatuan Pem­bangunan) di DPR, dalam rapat dengan Menteri ESDM. Nama Mul­yadi muncul dalam per­bin­cangan publik, setelah itu poster dan Baliho Mulyadi bertebaran di Sumbar, bahwa ia akan mencalon menjadi Gubernur Sumbar. Apakah semua ini adalah momentum bagi Mulyadi, kepopulerannya di ruang publik, ia alihkan sebagai ajang untuk bertarung pada Pilkada Sumbar?. Jika hal itu memang kenyataan, Mul­yadi pun harus bertarung de­ngan calon Partai Demokrat lainnya, Josrizal Zain, Yul­tekhnil, dan Yogan Askan. Ketetapan dari Partai Demo­krat, siapa calon yang akan naik menjadi calon Gubernur Sum­bar, masih berada dalam ke­abu-abuan, jika kita meraba-raba calon yang akan naik menjadi calon Gubernur Sum­bar? (Haluan, 28 Mei 2015).

Fauzi Bahar (FB), mantan Wa­li­kota Padang dua periode ini kembali muncul sebagai ba­kal calon Gubernur Sum­bar, FB calon kuat yang ikut ser­ta dalam Pilkada Sumbar, se­dang membangun hirarki ka­rir politik, setelah menjabat Wa­likota Padang dua periode. Tak ada pilihan lain bagi FB un­tuk kembali mencalon men­ja­di Gubernur Sumbar. Hal itu sa­ma dengan pilihan politik da­ri Shadiq Pasadigoe (SP), de­ngan terlibat pada Pilkada Sum­bar, menjadi jenjang poli­tik selanjutnya yang akan ia tem­puh. FB harus juga me­ngu­kur bayangan, karena jika ia mengandalkan kekuatan polit­ik Kota Padang, peran Mahyel­di dari Partai Keadilan Sejah­te­ra (PKS), tentu akan lebih me­ngarah kepada peta­hana Ir­wan Prayitno, diban­dingkan ke­­pada FB. Mes­ki­pun, FB ada­lah Walikota saat Mahyeldi men­­jadi Wakil Wali­kota Pa­dang.

Epyardi Asda (EP), nama yang populer dengan slogan politik, (A)pakah (S)umbar Su(dah M(a)ju?, kader PPP ini, juga akan berada dalam ham­batan, PPP yang masuk dalam partai yang terpecah belah menjadi dua, PPP Djan Faridz dan Romahurmuziy. Sama halnya kondisi yang dialami oleh Golkar Ancol dan Bali—persoalan ini pula yang akan menghadang MK dan SP, harus bertarung sesama partai pada Pilkada Sumbar. EP, me­ngu­kur bayangan kedepan adalah seberapa besar ia mengakar pada jaringan Sumbar, karena untuk Pilkada dan karakter masyarakat Sumbar, rasional dalam memilih pemimpin.

Terakhir, Irwan Prayitno (IP), petahana (incumbent) Gubernur Sumbar saa ini, yang akan habis masa jabatannya 15 Agusus 2015, akan bertarung kembali pada periode kedua. Hal yang harus dilihat, isu pembangunan Sumbar yang digunakan oleh  IP, sebagai jargon kampanye menjadikan pertanyaan besar bagi ma­syarakat, tentang program Sumbar selama ini, serta peran serta MK yang tak menonjol se­bagai Wakil Gubernur. Peran IP memang besar, sebagai petahana, tetapi wakil yang akan dipilih oleh IP akan menentukan nasib IP, akan menang atau kalah. Sebab, po­pulertitas calon Gubernur sa­at ini sama-sama kuat. Jika ada yang mengalah da­lam ca­lon Gubernur Sumbar, se­hing­ga ada pengerucutan calon men­jadi dua pasang, akan men­ja­­dikan menarik  Pilkada Sum­bar saat ini, terpenting para ca­lon harus diingatkan kem­ba­li, ha­rus sadar dan me­ngukur ba­yangan lapangan Pilkada. Jika ti­­­dak citra diri yang telah di­ben­tuk pada baliho dan poster, ha­nya akan menjadi elek­ta­bilitas yang tak pernah masuk da­lam Gelanggang Pil­kada, ji­ka tak ada kapal politik yang je­las, dan ketegasan men­jadi ca­lon gubernur. ***

 

ARIFKI
(Analis Kekuatan Politik Fisip Universitas Andalas, Padang)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]