Divonis Mati, Terdakwa Ganja 8 Ton Malah Tertawa


Kamis, 28 Mei 2015 - 19:34:05 WIB
Divonis Mati, Terdakwa Ganja 8 Ton Malah Tertawa

Tawaran banding yang diajukan majelis hakim yang dipimpin Sorta Ria Neva, Alfonso Sinahak dan Rudi Wibowo sebenarnya disambut pengacara terdakwa, Malik SH. Hanya saja, Jamil pilih bertahan dengan putusannya, mengabaikan tawaran banding.

Baca Juga : Pantai Salido Pesisir Selatan jadi Favorit Anak Muda

“Pikir-pikir mati juga. Ngapain pulak dipikir-pikir, terima saja sama-sama matinya kok,” kata jamil sambil menuju keruangan sel tanpa ada rasa bersalah dan sambil terse­nyum usai persidangan.

Dari hasil pemeriksaan penyidik sebelumnya rencananya, ganja seba­nyak itu dibawa dari Aceh menuju Jakarta.

Baca Juga : Tempat Wisata Ditutup, Warga Padati Taman Kota Siak

Vonis yang ditetapkan ketua PN Siak itu, sama dengan tuntutan JPU yang dibacakan Endah Purwaningsih dan Binsar Uli pada sidang, dua minggu yang lalu. “Terdakwa AR Ibrahim terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) Undang-undang Nar­kotika, dan dituntut hukuman mati,” kata JPU.

Usai membacakan vonis, Sorta memberi kesempatan kepada ter­dak­wa dan kuasa hukumnya, Malik untuk mengambil sikap. “Kita ban­ding,” ujar Malik.  “Kami beri kesempatan mengajukan banding, saya kasih waktu 7 hari,”katanya.

M. Jamil (32), sendiri sopir truk fuso yang membawa daun ganja seberat 8 ton lebih dari Aceh menuju Jakarta (hr/sgt)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]