Harga Telur Melonjak Tajam


Jumat, 29 Mei 2015 - 18:45:57 WIB
Harga Telur Melonjak Tajam

Sebulan terakhir ini saja harga terlu ayam ras di ting­kat pedagang eceran di Kota Payakumbuh, mengalami kenaikan. Biasanya, satu butir telur dijual seharga Rp 1000. Tetapi sebulan ter­akhir, harga telur ayam ras berkisar Rp 1250 hingga 1300 perbutirnya.

Baca Juga : Digelar dengan Kondisi Khusus, Tahun Ini Arab Saudi Tetap Gelar Ibadah Haji

“Kalau dibeli langsung ke kandang, biasanya satu kertas berisi 30 butir seharga Rp23 ribu hingga Rp25ribu. Artinya, kurang dari Rp1.000 perbutirnya. Teta­pi, sekarang harganya sudah menjadi Rp30 ribu satu kertas. Dengan demikian, terpaksa kami menaikkan harga eceran telur ini,”Arief pedagang eceran telur ayam ras di Kota Payakumbuh.

Menurutnya, meski har­ga telur mengalami kenai­kan, tetapi hal itu tidak me­ngu­rangi permintaan telur di tengah-tengah masyarakat. “Harga tinggi tetapi per­mintaan telur masih stabil,” ungkapnya.

Baca Juga : Lonjakan Covid-19 di India Makin Mengkhawatirkan, WHO Sebut Disebabkan Varian yang Lebih Menular

Sementara, sejumlah pe­ngu­saha telur ayam ras me­ngakui, meningkatnya harga telur akhir-akhir ini, dise­babkan tingginya harga pa­kan yang me­reka beli.

“Kesediaan pakan, harus sela­lu dipenuhi. Walau har­ga tinggi, pakan tersebut harus didapat demi kelang­sungan ayam buras untuk menghasilkan,” Epi pengu­saha telur ayam ras di Ka­bu­paten Limapuluh Kota.

Katanya, selama ini men­dapat­kan suplay pakan ayam buras dari Medan. Tak hanya pakan hasil produksi pabrik yang mengalami ke­naikan, tetapi harga jagung dan ikan kering untuk cam­puran ma­kan ayam buras turut naik. “Ham­pir seluruh campuran untuk ma­kan ayam naik, sehingga kami ditingkat pe­ngusaha ter­paksa menaikkan harga telur supaya tidak m­eru­gi,” jelasnya.

Di Padang, pedagang eceran di warung P&D sepu­tar Tabing me­ngaku menjual telur per butir dengan harga Rp1.500 perbutir. Padahal, sebelumnya ia menjual de­ngan harga Rp1.200 per butir. Di Air Tawar, sebe­lumnya har­ganya hanya Rp1.100, tapi kini juga melon­jak men­jadi Rp1.500 perbutirnya.

“Memang semua kebu­tuhan pokok menjelang ta­hun ajaran baru dan men­jelang ramadan naik. Semo­ga naiknya  tidak sampai 100 persen,” harap Ani, pedagang P&D di Tabing.

Menanggapi harga sem­bako yang sudah mulai naik, Sekretaris Dinas Perda­ga­ngan Perindustrian Per­tam­bangan dan Energi (Dis­perin­dag­tamben) Kota Pa­dang Nasril mengatakan jika harga me­lam­bung tinggi nan­tinya maka operasi pasar dilakukan. Tapi, sejauh ini perubahan harga belum ber­­pe­­ngaruh besar bagi masya­rakat.

“Kenaikan masih tergo­long normal. Jika sudah sampai mele­jit atau 100 persen naiknya kita akan operasi pasar. Tapi kita lihat nantilah,” tutupnya.

Soal lonjakan harga yang bera­gam ini justru ditang­gapi berbeda oleh Dinas Perin­dustrian dan Perdagangan (Dis­perindag) Sum­bar. Mereka malah mengklaim bahwa untuk harga telur tidak naik. Dari pantauan tiga pasar yaitu, Pasar Siteba, Pasar Lubuk Buaya dan Pasar Raya Padang harga telur masih dikisaran Rp1.100 per butir.

Kepala Disperindag Sumbar Mudrika melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri, Zaimar menuturkan, untuk telur selama ini tidak ada permainan. Untuk komoditi kebutuhan pokok yang sering terjadi pada daging.

“Untuk telur itu masih nor­mal. Kalau pun ada yang menaik­kan harga sampai Rp1.500 per butir itu mahal sekali. Kita akan tinjau,” ujarnya.

Menurut Zaimar dari pan­tauan tim harga Disperindag pada beberapa hari menjelang lebaran ini tidak ada kenaikan harga yang siknifikan. “Semuanya masih normal, dan kebutuhan stok kita juga cukup,” tutupnya.

Sementara, secara umum, dari pantau Haluan harga-harga kebu­tuhan memang telah naik. Di Inpres I Pasar Raya Padang kemarin (29/5), harga sembako seperti cabe merah dari Rp16 ribu sudah naik menjadi Rp22 ribu, menyusul minyak goreng dari Rp11 ribu naik menjadi Rp12 ribu per kilo. Untuk telur ayam dari harga Rp32 ribu per papan untuk langganan sudah naik menjadi Rp36 ribu sampai 37 per papan tergantung besarnya telur ayam tersebut.

Harga bawang merah sudah mencapai Rp24 ribu per kilo padahal sebelumnya harga ba­wang merah berkisar Rp16 ribu per kilo. Menyusul Ayam potong yang biasanya hanya Rp35 ribu per kilo sekarang sudah Rp40 ribu per kilo.

Antoni pedagang Inpres I Pasar Raya Padang, menuturkan pekan kedua Mei ini pergeseran harga sudah mulai terjadi ditam­bah menyambut Ramadan yang tinggal dua minggu lagi. Diper­kuat de­ngan stok barang yang su­dah mulai tersendat dari pe­masok.

“Pergeseran harga sudah mu­lai terjadi walaupun belum me­lambung,” tutur Antoni.

Ia menambahkan, perubahan harga biasanya menjelang Rama­dan dan mendekati lebaran me­mang tidak bisa dihindari wa­laupun pemerintah sudah men­­coba mengendalikannya. “Mu­dah-mudahan jangan sampai terjadi lonjakan harga, jika terjadi lonjakan harga maka kami pe­dagang juga mengalami kesu­litan,” kata Antoni lagi. (h/mg-isr/ddg/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]