Polisi Gagalkan Peredaran Rokok Tanpa Cukai


Jumat, 29 Mei 2015 - 18:46:43 WIB
Polisi Gagalkan Peredaran Rokok Tanpa Cukai

Selain mengamankan barang hasil kejahatan itu, petugas juga mengamankan AS (27) warga Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman.

Kapolres Pasaman AKBP Agoeng Suryonegoro Wi­da­yat didampingi Kasa­t­reskrim AKP Syaiful Zubir menyebutkan, puluhan ribu rokok tersebut diamankan pihak kepolisian karena ti­dak memiliki cukai.

Baca Juga : Denda Tak Patuh Prokes di Sumbar Capai Puluhan Juta Rupiah, Untuk Apa Ya?

“Usaha jelas mengejar keuntungan, namun usaha harus sesuai prosedur usaha, seperti pajak dan cukai. Ini jelas merugikan negara,” ujar AKBP Agoeng.

Penangkapan itu ber­mula ketika Polres Pasaman menggelar razia untuk men­jaring peredaran narkoba yang melewati Kabupaten Pasaman.

Ketika angkutan umum Bukittinggi- Rao sampai di TKP, petugas kepolisian me­meriksa barang-barang yang diangkut oleh bus terse­but. Di atas tenda bus ter­sebut, dite­mui puluhan karung yang be­r­isi rokok. Setelah di­periksa lebih lan­jut, ternyata rokok tersebut diduga tidak memiliki cukai.

Ia melanjutkan, saat ini AS sedang diperiksa intensif sejauh mana keterlibatannya dalam peradaran rokok-rokok ilegal tanpa cukai itu di Kabupaten Pasaman.

“Pengakuannya, rokok-rokok itu berasal dari Pekanbaru, Pro­vinsi Riau” ucap AKBP Agoeng.

Menurut pengakuan AS, ia hanya berperan sebagai penjual rokok itu di Kecamatan Lubuk­sikaping dan sekitarnya. Dari hasil pemasaran itu, ia digaji Rp1,5 juta oleh Distributor di Pekanbaru.

“Rokok ilegal ini akan dise­barkan di kedai-kedai atau kios-kios di Kecamatan Lubuk Sika­ping dan sekitarnya,” pungkasnya.

AKBP Agoeng berjanji akan mengembangkan kasus ini. Saat ini, kasus pendistribusian rokok tanpa cukai itu ditangani oleh Satreskrim Polres Pasaman untuk pengembangan.

Berdasarkan keterangan dari AS (27), rokok tersebut diper­oleh dari N yang berada di Pekanbaru.

“Pemasok rokok ilegal dari Pekanbaru itu sudah kita ketahui identitasnya. Kita akan lacak dan berkoordinasi dengan Polres setem­pat,” katanya. Selain itu, rokok-rokok itu merupakan hasil produksi Batam dan tidak di­benar­kan ber­edar keluar dari Kota Batam.

Sementara itu, tersangka AS mengatakan, rokok tersebut ia bawa dari Pekanbaru dari seorang bos berinisial N.

Ia mengatakan, target pen­jualannyanya dalam memasarkan rokok sebanyak 23 karung itu selama 10 hari. Kalau rokok sudah terjual ia akan setor uang ke N melalui rekening.

Sebelumnya, AS mengaku bahwa ia sudah pernah mema­sarkan barang ke Pasaman Barat, dan seluruh penjuru Pasaman atau lebih dari 200 kedai.

“Sekitar 10 hari yang lalu rokok ini juga sudah terjual disini. Target barang harus habis 10 hari. Pada minggu yang lalu saya sudah setor uang penjualan rokok ini sebesar Rp112 juta kepada bos yang di Pekanbaru,” ujarnya. (h/col)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]