Investasi Panas Bumi Terkendala Harga


Ahad, 31 Mei 2015 - 19:31:36 WIB
Investasi Panas Bumi Terkendala Harga

“Sudah ada beberapa investor yang mencoba untuk melakukan penawaran investasi hanya saja terkendala dengan PP harga di pusat,” terangnya kepada media saat ditemui media di Istana Bunghatta, Bukittingi disela tour Duta Besar ke Sumbar akhir pelan lalu.

Baca Juga : Selama Larangan Mudik, Sebanyak 300 Kendaraan Disuruh Putar Balik di Sumbar

Sebagai perpanjangan tangan di daerah, BPKM PTP sangat ber­harap PP tentang satuan harga ini bisa segera direalisasikan. “Kita tentunya mendesak pemerintah pusat agar segera mengeluarkan PP ini. Mengingat banyak investor yang masuk namun terkendala hal ini,” tandasnya.

Lima titik kawasan yang berada di Kabupaten Pasaman memiliki potensi geotermal yang sangat besar. Dari data Dinas Sumber Daya Ener­gi dan Mineral (ESDM) Pasaman mencatat, Pasaman memiliki poten­si geotermal sebesar 750 MWe.

Baca Juga : Dibangun dalam Waktu Sangat Singkat, Masjid Ihsan Sungai Patai Sudah Dibuka

Bupati Pasaman, Benny Utama mengatakan, lima titik kawasan potensi geothermal itu di antaranya, di Bonjol sekitar 200 MegaWatt electric (MWe), di lokasi objek Wisata Rimbo Panti, Lubuk Sika­ping dengan potensi geotermal sekitar 300 MWe.

“Sebenarnya untuk potensi geo­thermal di Bonjol sudah pernah mendapat tawaran dari investor asing, hanya saja untuk penetapan harga satuan per MeggaWatt itu belum ada aturan yang memiliki payung hukum,” kata Benny Utama Sabtu lalu disela-sela kunjungan diplomatik tour 16 Duta Besar (Dubes) di Pasaman.

Menurutnya, jika dari lima titk potensi geotermal itu, hanya dua di antaranya dikelola, seperti untuk Bonjol dan di Panti, maka bisa memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp300 miliar per tahunnya.

Sementara itu, Dubes Hongaria, mengakui, untuk geothermal di negara Hongaria memang sudah tidak asing lagi, di negaranya, potensi geotermal sudah banyak investor yang mengembangkannya.

Namun kendati demikian, ia menyatakan akan mengadakan mem­bicarakan ke investor di Ho­ngaria terkait potensi geothermal di Pasaman. “Semoga saja pengelolaan geot­ermal di negara saya, bisa juga dilakukan di Pasaman ini, karena listriknya yang dihasilkannya cukup besar,” tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kepada media mengatakan, akan fokus untuk investasi di bidang panas bumi dan pariwisata. Melalui kunjungan 16 Dubes ini ia akan menjelaskan betapa besarnya potensi Sumbar di bidang Pariwisata dan panas bumi.

“Kita akan fokus pada dua bidang ini, untuk pertambangan sepertinya berat hari juga kita. Alam rusak, jalan rusak dan PAD pun tidak seberapa.

Kita akan fokus dengan panas bumi dan pariwisata. Dengan potensi yang ada itu juga sangat luar biasa,” ujarnya kepada wartawan saat jamuan makan malam bersama 16 Dubes negara sahabat Jumat pekan lalu di Istana Bung Hatta, Bukuttinggi. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]anhaluan.com