PKBM Diminta Jaring Anak Putus Sekolah


Selasa, 02 Juni 2015 - 18:39:14 WIB
PKBM Diminta Jaring Anak Putus Sekolah

Adanya wajar 12 tahun di Kota Pariaman, mengha­ruskan anak-anak di Kota Pariaman, minimal pendidi­kannya tamat SMA dan pen­di­dikan sampai pada jenjang tersebut sudah dijamin oleh pemerintah kota. Maka amat disayangkan bila masya­rakat tidak memanfaatkan pendi­dikan formal tersebut.

Baca Juga : Penyekatan Dimulai, Ratusan Kendaraan Diputarbalik Saat Hari Pertama

Bagi yang putus sekolah, bisa belajar di PKBM, dan bisa mendapatkan ijazah, melalui ujian persamaan, contoh mengambil ujian paket, A atau B, dan belajar di PKBM. Nanti PKBM yang menyalurkan untuk ujian paket.

“Kita minta orangtua untuk mendorong anaknya untuk terus belajar di usia sekolah, jika terputus di sekolah formal, masuk ke PKBM,” kata Kanderi.

Baca Juga : Pascalarangan Mudik, Dua Maskapai Ini masih Beroperasi di BIM

PKBM diminta melaku­kan penjaringan anak-anak putus sekolah dari pintu ke pintu di tengah-tengah ma­sya­rakat. “Para orangtua harus mendorong program tersebut,” jelas Kanderi.

Sementara Kepala Bi­dang Pendidikan Non For­mal (PNF) Dinas Pendi­dikan dan Olahraga Kota Pariaman, Pria Sabta Mulia, mengatakan, terkait Ujian Nasional Paket Kesetaraan atau UNPK, Paket C, dari 92 peserta yang tak lulus hanya 1 orang peserta.

Kalau dihitung persen­tase, sama dengan 97,44%. Hasil kelulusan bisa dilihat di Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Pariaman, sejak tanggal 25 Mei lalu sudah ditempelkan di papan pengumuman.

“Hasil kelulusan peserta itu kita serahkan ke PKBM yang ada atau menjadi pen­dukung peserta ujian paket,” katanya.

Menurut Pria Sabta Mu­lia, hanya seorang peserta yang tidak lulus ujian paket C, karena tidak ikut penuh dalam pelaksanaan Ujian Nasional Paket Kesetaraan itu.

Penyerahan ijazah bagi yang lulus, secepatnya dila­kukan. Jumat (28/5), blang­ko baru diambil di Posko­m­dikbud Sumbar.  “Selan­jutnya proses penyalinan nilai, kerjanya tidak lama paling lambat tiga hari. Habis itu barulah ijazah diserahkan,” katanya.

Di Kota Pariaman sam­pai sekarang ada 15 PKBM yang terdaftar. Dari jumlah itu hanya 10 PKBM yang eksis,  4 diantaranya dapat bantuan pusat tahun ini. PKBM tersebut adalah Ama­nah, Bina Saiyo, Primadona dan Anyelir. Bantuan yang diterima da­lam bentuk dana segar dari pusat, sebanyak Rp 37.250.000.

Dana itu langsung ke rekening kelompok, guna­nya untuk kelancaran opera­sional PKBM. Sementara Dinas Pendidikan hanya sebagai pengawas.

Dijelaskan Pria, peng­gunaan bantuan yang dite­rima selama ini oleh PKBM-PKBM penerima bantuan pusat, penggunaannya sesuai kegunaannya, sesuai juklak dan juknisnya.(h/tri)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]