Mertua dan Menantu Penadah Curanmor


Selasa, 02 Juni 2015 - 18:49:48 WIB
Mertua dan Menantu Penadah Curanmor

Informasi yang dipe­roleh menyebutkan, penang­kapan tersebut bermula adanya laporan dari korban, Jaany Sri Yolanda (19) yang melaporkan sepeda motor­nya hilang di rumahnya Kompleks Kodam Surau Gadang, Kecamatan Nang­galo, Minggu (31/5) sekitar pukul 15.30 WIB.

Baca Juga : Lakukan Mutasi Besar-besaran, Hendri Septa: Penyegaran Birokrasi

Kemudian petugas Pol­sek Nanggalo membuatkan laporannya dengan nomor laporan: LP/248/K/VI/2015 sektor Nanggalo. Sete­lah itu, petugas melakukan penye­lidikan dan pengem­bangan, guna mengetahui pelaku curanmor tersebut.

Keesokan harinya, petu­gas mendapatkan infromasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi jual-beli mo­tor curian di dekat TVRI Pa­dang, Air Pacah, Keca­matan Koto Tangah. Mendapatkan informasi itu, sekitar pukul 23.00 WIB beberapa polisi mengepung kawasan ter­sebut.

Baca Juga : Hendri Septa Kembali Lantik 194 Pejabat Eselon III dan IV

Alhasil, N dapat tertang­kap dan ditemukan satu unit Honda Revo warna merah yang digunakan untuk ber­transaksi. Kemudian pe­tugas langsung mela­kukan pengembangan, ternyata N ini disuruh oleh mertuanya sendiri, untuk menjualkan motor hasil curian itu. Ti­dak mau buruannya hilang, petu­gas langsung ke rumah BN di Kelurahan Dadok Tung­gul Hitam, Kecamatan Koto Tanggah. Di rumah tersebut petugas mene­mu­kan dua unit motor yang diduga hasil curian, yaitu sepeda motor Beat warna putih dan Mio Sporty warna hijau.

Dari keterangan BN dan N, ternyata sepeda motor curian tersebut diperoleh dari temannya berinisial DB (32), warga Air Pacah, Keca­matan Koto Tangah. Namun saat ke rumahnya, DB adalah otak curanmor sudah kabur, petugas hanya menemukan satu unit Satria dan satu unit Honda Beat.

Baca Juga : Walikota Padang Hendri Septa Terima 500 Paket Sembako bagi Petugas DLH dari BNI Wilayah 02 Sumbar Riau Kepri

Kapolresta Padang Kom­bes Pol Wisnu Andayana melalui Kapolsek Nanggalo AKP Alwi Haskar menga­takan, kedua tersangka da­lam kasus ini ditetapkan sebagai penadah sepeda mo­tor hasil curian. Sebab, dari keterangan mereka mengaku yang melakukan pencurian adalah DB.

“Sampai sekarang, kami masih melakukan pe­nge­jaran terhadap otak pelaku curamor.  Sedangkan untuk dua tersangka pe­nadah itu, akan dikenakan pasal 363 jo 480 KUHP dengan anca­man penjara lima tahun,” ungkapnya, Selasa (2/6). (h/mg-isq)

Baca Juga : Bangun Industri CPO dan Turunannya di Kota Padang, Hendri Septa Tinjau PT Padang Raya Cakrawala

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]