Terios Tabrak Fuso, Satu Keluarga Tewas


Selasa, 02 Juni 2015 - 19:11:39 WIB

Korban yang tewas itu adalah St. M. Kamil (44) bersama istrinya Yus­mani­dar (44) dan anak bung­sunya bernama Haviz (2). Se­men­tara dua anak lainnya bernama Torikul (11) meng­a­lami patah tulang pada bagian kaki se­belah kanan dan Adinda (9) mengalami patah tulang pada bagian kaki sebelah kiri.

Hingga saat ini, dua anak yang mengalami luka-luka masih di­rawat di Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi, se­mentara ketiga korban yang tewas telah dibawa ke rumah duka Pekanbaru sekitar pukul 08.00 WIB kemarin.

Dari data Laka Lantas Polres Bukittinggi, di­keta­hui St. M. Kamil berasal dari Kabupaten Dharmasraya, sementara istrinya Yus­mani­dar berasal dari Paria­man. Namun keduanya telah lama menetap di Marpoyan Pe­kan­baru. St. M. Kamil be­kerja di RS Petala Bumi Pekanbaru, sedangkan sang istri di Dinkes Provinsi Riau.

Korban berencana untuk ber­liburan pulang kampung ke Paria­man, namun nahas sampai di fly over Bukit­tinggi malah meregang nyawa.

Kecelakaan maut ini ber­mula saat truk fuso dengan nomor polisi B 9285 S yang dikemudikan Ade Zulfita (33) mengalami mogok, akibat kehabisan bahan ba­kar. Kondisi tersebut me­mak­sa penge­mudinya un­tuk memarkirkan truk di badan jalan fly over dengan posisi depan mengarah ke Sim­pang Taluak Jambu Aia.

Truk tersebut merupakan truk yang mengangkut barang ekspe­disi, dan rencananya mengisi muatan di kawasan Kiliran Jao. Saat kejadian, truk berwarna hijau itu dalam keadaan kosong.

Sekitar setengah jam ke­mudi­an, mendadak satu unit mobil Daihatsu Terios dengan nomor polisi BM 1065 QB yang bela­kangan diketahui dikemudikan oleh St. M. Kamil (44) datang dari arah sama dalam kecepatan tinggi dan menghantam keras bagian belakang truk.

Hantaman keras itu membuat bagian depan mobil Terios masuk dalam kolong truk yang beroda delapan dan membuat bagian depan hingga tengah mobil me­nga­lami rusak berat. Sementara pengemudi Terios bersama istri­nya bernama Yusmanidar dan anak bungsunya bernama Haviz yang ikut duduk pada bagian depan mobil akhirnya tak bisa diselamatkan dan tewas di lokasi kejadian.

Menurut pengakuan sopir truk Ade Zulfita, saat kejadian Ia sedang memompa injectpump pada bagian kolong truk, karena untuk menghidupkan mesin truk yang berbahan bakar solar, harus dipompa agar saluran minyaknya berjalan lancar.

Namun saat memompa ter­sebut, mendadak truk bergeser ke depan sekitar dua meter dan dadanya terhempas ke bagian besi kolong truk. Tapi saat itu Ade mengaku tidak mendengar ada dentuman keras.

“Saat kejadian, saya dalam kolong truk, sementara teman saya mencoba menstarter untuk menghidupkan mesin. Ketika mobil berjalan, saya ke luar ko­long dan teman saya memberi tahu bahwa ada mobil yang masuk dalam kolong truk kami,” ujar Ade Zulfita.

Ade mengaku kaget ketika melihat mobil Terios telah masuk dalam kolong truk. Saat melihat ada percikan api pada bagian depan Terios, Ia segera melepas arus aki mobil, karena takut mobil itu akan terbakar.

“Korban posisinya terjepit pada bagian depan, sehingga butuh waktu lama untuk eva­kuasi. Butuh waktu sekitar empat jam untuk mengeluarkan seluruh korban. Bahkan untuk menye­lamatkan dua anak yang duduk di belakang, saya terpaksa me­me­cah­kan kaca mobil, dan Alham­duli­llah kedua anak itu masih bisa diselamatkan meski kon­disinya dalam keadaan patah tulang,” ujar Ade.

Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Bukittinggi Iptu Nofrizal Chan mengatakan, saat kejadian cuaca sedang cerah, meski sebelumnya hujan lebat mengguyur lokasi kejadian. Saat itu, posisi truk juga berhenti di bawah lampu yang sedang me­nyala, sehingga jika dalam keada­an baik, kendaraan lain pasti akan melihat ada truk yang parkir.

“Mungkin saat kejadian, pe­nge­mudi Terios sedang lengah, atau bisa saja mengantuk, se­hingga menghantam bagian be­lakang truk. Dari keterangan saksi mata, terutama pihak truk, diduga pengemudi Terios mengemudi­kan kendaraannya dalam kecepa­tan tinggi. Tapi kami melihat spido meternya berada pada posisi nol. Mungkin setelah ma­suk kolong truk mesin Terios masih hidup, sehingga spido meternya berhenti pada posisi nol,” ujar Nofrizal Chan.

Nofrizal Chan juga men­jelas­kan, dari hasil olah Tempat Ke­jadi­an Perkara (TKP), tidak ditemukan adanya bekas penge­reman yang dilakukan oleh penge­mudi Terios. Ini berarti, mobil Terios dihentikan oleh truk yang sedang parkir.

“Sepanjang fly over, sudah ada rambunya, agar pengendara tidak parkir, tidak boleh mendahului pengendara di depannya, dan kecepatan maksimal 40 kilo­meter perjam. Saat mobil truk mogok, memang lampu hazard­nya hidup, tapi sayangnnya, pe­nge­mudi truk tidak memberi segitiga pengaman di belakang­nya,” lanjut Nofrizal Chan.

Terkait banyaknya informasi yang mengatakan bahwa penge­mudi Terios adalah keluarga kepala pemerintahan di Kabu­paten Dharmasraya, Nofrizal Chan belum bisa memastikannya, dengan alasan belum banyak mendapat keterangan dari pihak keluarga korban.

“Kabar yang beredar, banyak yang mengatakan, bahwa penge­mudi Terios yang menjadi korban adalah adik Wakil Bupati Dhar­masraya. Pihak keluarga masih banyak yang keberatan untuk dimintai keterangan, dengan alasan masih berduka. Kami memahami kondisi itu,” tutur Nofrizal Chan.

Nofrizal Chan menam­bah­kan, kecelakaan maut ini meru­pakan kejadian yang ketiga kali­nya terjadi di sepanjang fly over Bukittinggi. Dengan kejadian ini, berarti total korban meninggal dunia di se­panjang fly over Bukit­tinggi telah berjumlah enam orang. Padahal jembatan fly over itu baru dibuka pada Januari 2015 lalu.

St Taufik, keluarga Wakil Bupati Dharmasraya saat dihu­bungi tadi malam mem­benar­kan bahwa korban St M Kamil adalah keluarga besar atau jalan adik oleh Wakil Bupati Dhar­masraya H Syafruddin. “Benar, keluarga kami yang kecelakaan. Kami saat ini di rumah duka di Pekanbaru,” kata St Taufik me­lalui sambungan telepon tadi malam, sembari mengatakan bahwa keluarga St M Kamil sebelum kecelakaan  be­rencana ke Pariaman, berlibur ke kam­pung istrinya. (h/wan/mdi)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]