Awan Panas Mengancam


Rabu, 03 Juni 2015 - 19:12:14 WIB
Awan Panas Mengancam

Warga tersebut terdiri dari 400 kepala keluarga yang selama ini tinggal di Desa Tiga Pancur dan Desa Pintu Besi. Mereka akan diungsikan di wilayah Ka­banjahe di mana sudah ter­dapat beberapa posko pe­ngungsian.”Saat ini sedang diper­siapkan kendaraan un­tuk mengevakuasi warga,” kata Kepala Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Subur Tambun kepada CNN Indonesia, Rabu (3/6).

Baca Juga : Basarnas Makassar Kirim KN Kamajaya Cari KRI Nanggala-402

Sejauh ini menurut Subur tidak ada kendala dalam proses evakuasi yang dilak­sanakan. Warga menurutnya sudah terbiasa karena sejak 2013 lalu Sinabung bebe­rapa kali dievakuasi.

Gunung Sinabung sejak Selasa i malam ditingkatkan statusnya dari siaga menjadi awas. Peningkatan status ini karena aktivitas vulkanik gunung berapi ini terus me­ningkat.

Baca Juga : Kasus Korupsi, Mantan Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Mulai Diadili

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penang­gulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, volume kubah lava Sinabung saat ini diperkirakan lebih dari 3 juta meter kubik. Kubah lava ini juga labil

Hal ini bisa memicu le­tusan dan guguran awan panas ke arah selatan dan tenggara. Atas perubahan status ini, BNPB me­ngim­bau agar warga yang tinggal dalam radius 7 kilometer dari puncak kawah agar me­ngungsi.

Baca Juga : Amanda Divonis Ringan, Jaksa Langsung Nyatakan Banding

Gunung Sinabung terus bergejolak setelah “tidur” selama ratusan tahun. Tahun 2010 lalu adalah awal rang­kaian letuasan Sinabung. Bahkan sejak meletus pada September 2013 lalu, gu­nung api setinggi 2.460 me­ter ini statusnya tak per­nah tenang.

Status awas gunung ini menurut Sutopo pernah di­berlakukan sejak No­vember 2013 hingga Februari 2014. “Tidak diketahui kapan erupsi gunung ini akan ber­henti,” ujar Sutopo.

Baca Juga : Lagi, Kota Pekanbaru Diterjang Banjir Ketika Diguyur Hujan Lebat

Menurutnya fenomena Sinabung mirip dengan Gu­nung Unzen di Jepang yang terus erupsi selama lima tahun setelah tidak erupsi selama 200 tahun. (h/ern)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]