Pantai Pasir Jambak Lengang, Pedagang Meradang


Rabu, 03 Juni 2015 - 19:14:46 WIB
Pantai Pasir Jambak Lengang, Pedagang Meradang

EL (50), salah seorang pedagang sekaligus pemilik pondok mengaku, hanya bisa jadi penonton tim ga­bungan Satpol PP Kota Pa­dang datang ke Pantai Pasia Jambak dan membakar ha­bis 15 pondok miliknya. Ia mengaku pem­bakaran dila­ku­kan tanpa kompromi dan tidak ada ganti rugi sama sekali.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

“Jumlah pondok saya yang dibakar 15 petak, pa­dahal pondok itu ber­ukuran besar dan tidak saya tutup dindingnya, pada akhir pe­kan pondok itu jadi tempat duduk keluarga. Petugas tidak menyuruh saya mem­bongkar, mereka langsung saja membakar tanpa me­nilai bentuk dan ukuran pon­dok,” ucap EL pada Haluan.

Ia menerangkan, atas tindakan tanpa kompromi dari Satpol PP, EL menderita kerugian jutaan rupiah. Ka­re­na untuk satu pondok yang dibakar, EL menghabiskan modal sebesar Rp400 ribu lebih. Ia hanya bisa pasrah saat tak ada ganti rugi sama sekali dari pemerintah.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

“Saya berutang kepada orang untuk membangun pondok itu. Tidak sem­bara­ngan saja saya bangun, kare­na memang direncanakan untuk menyambut pe­ngun­jung satu keluarga. Kalau memang untuk mem­be­ran­tas maksiat, mengapa bukan pondok kecil dan tertutup saja yang dibakar,” ucapnya lagi.

Pemilik pondok lain be­ri­­nisial UP (48) juga me­ngungkapkan, kekesalannya pada petugas yang me­la­kukan pembongkaran se­pihak terhadap pondok-pondok di Pantai Pasia Jam­­bak. Padahal ia ber­harap, agar pemilik diizin­kan untuk membongkar pon­dok masing-masing, se­belum dibakar secara paksa.

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

“Setelah dibongkar dan dibakar secara paksa, pe­tugas pergi. Jangankan ganti rugi, jalan keluar untuk kami agar tetap mendapatkan pemasukan saja tidak ada diberikan oleh pemerintah. Mereka bisanya hanya mem­bongkar. Kalau berani, coba bongkar tiga hotel yang ada di lokasi ini. Di situ sudah pasti tempat mesum dan menginap pasangan bukan suami istri,” ucap UP de­ngan nada kesal.

Sementara Plt. Kasat Pol PP Padang, Firdaus Ilyas mengungkapkan, aksi yang dilakukan oleh timnya su­dah merupakan tindakan yang tepat. Pembakaran se­banyak 80 pondok baremoh dilakukan demi men­cip­takan situasi kondusif men­jelang masuknya bulan Ramadan.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

“Tindakan itu kita ambil untuk menyambut Ra­ma­dan. Kita harapkan dapat menciptakan suasana te­n­tram, agar umat muslim dap­at beribadah dengan khu­suk,” jelasnya. (h/mg-isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]