Tukang Ojek Sodomi Tiga Pelajar SD


Rabu, 03 Juni 2015 - 19:23:44 WIB
Tukang Ojek Sodomi Tiga Pelajar SD

Kepada penyidik, ter­sangka mengaku tidak mam­pu menahan nafsunya lagi ketika melihat para bocah itu mandi tanpa busana di Batangsumpur Nagari Pauh Kecamatan Lubuksikaping. Roza yang mengaku sering menonton film porno di salah satu warnet di pusat kabupaten itu, nekad me­lampiaskan nafsunya kepada bo­cah-bocah itu karena be­lum memiliki istri, sebagai pasangan yang sah.

Baca Juga : Antisipasi Curanmor saat Ramadan, Ini Imbauan Polda Sumbar

“Saya tidak mampu me­na­han lagi Pak, karena hasrat saya tidak tertahan lagi. Memang, saya sering me­nonton film porno itu di warnet, sambil main face­book,” terangnya.

Menurut pengakuan ter­sangka, penyimpangan sek­sual sodomi itu, telah terjadi dua kali di sungai yang sama. Kejadian pertama terjadi pada 29 Mei 2015 lalu. Ketika itu, hanya Ga yang diajak oleh pelaku. Ga pun mendapatkan perlakuan tidak wajar itu. Kejadian kedua, terjadi pada 1 Juni 2015 kemarin.

Baca Juga : Berkunjung ke Sumbar, Doni Monardo Minta Perantau Lebaran Virtual

Tidak tanggung-tang­gung, tiga korban langsung ‘ga­rapnya’. Kapolres Pasa­man AKBP Agoeng SW me­lalui Kasatreskrim AKP Syaiful Zubir menyebutkan, kejadian ini terungkap ke­tika salah seorang korban menceritakan peristiwa itu kepada orang tuanya.

“Korban Gif men­ceri­takan peristiwa itu kepada ibunya, misal saja Anggrek. Mendengar cerita anaknya itu, Anggrek langsung men­datangi Mapolres Pasaman untuk melaporkan per­bu­a­tan bejat tukang ojek itu,” jelasnya.

Baca Juga : Pengurus DPD Ikadin Sumbar Dilantik, Siap Lahirkan Hotman Paris dari Minang

Kepada penyidik, Gif menceritakan, kejadian itu bermula ketika Senin (1/6) sore, sekitar pukul 16.00 WIB, tersangka Roza mem­boncengi Ga dengan sepeda motor hendak mandi ke Batangsumpur, Pauh.

Setiba di rumah korban di Pasa Kotokaciak, Lu­buksikaping, Gif dan Ab sedang bermain. Kedua bo­cah ini diajak oleh Roza un­tuk ikut mandi ke Ba­tangsumpur. Tanpa pikir dikerjai oleh tersangka, Gif dan Ab ikut bersama Roza ke Batangsumpur. Sesampai di Batangsumpur, Ga dan Ab membuka pakaian dan langsung mandi-mandi.

Baca Juga : Diburu Waktu, Wagub Sumbar Perintahkan Dinkes Kejar Target Vaksinasi Lansia

Sementara, Roza dan Gif masih duduk di motor yang diparkir di tebing sungai itu. Saat itulah Roza beraksi meloroti celana Gif dan terjadilah pengalaman pahit itu. Usai mengerjai Gif, malah Roza yang sudah bera­da di puncak nafsu men­dekati Ab. Perlakuan yang sama pun diterima oleh Ab.

“Pelaku melakukan oral­seks, kemudian tersangka menusuk-nusukan pusaka keramat itu kepada para korban melalui anus kor­ban,” terang AKP Syaiful Zubir.

Atas kejadian itu, Roza ditangkap polisi di warnet biasa dijadikan tempat non­ton oleh pelaku. Kini ia sudah mendekam di sel taha­nan Mapolres Pasaman untuk mem­­per­tang­gung­jawabkan perbuatannya. “Ter­sang­ka bisa dijerat pasal 82 ayat 1 jo pasal 76 e UU no 35 tahun 2014 tentang per­lin­dungan anak pe­ru­bahan atas uu no­mor 23 tahun 2002, dengan an­ca­man pidana 5 tahun sam­pai 15 tahun penjara,” pung­kasnya. (h/tim)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]