DPRD Perjuangkan Pulau Mego ke Pusat


Rabu, 03 Juni 2015 - 19:28:05 WIB

Menurutnya perpin­da­han salah wilayah di Sumbar jadi  milik provinsi lain adalah sesuatu yang sangat disayangkan. Sebab pulau Mego merupakan daerah  yang kaya dengan SDA.  Tak hanya itu, tambahnya,  meli­hat pada penamaan pulau “Mego” yang adalah bahasa Mentawai ini memperkuat pulau merupakan milik Sum­bar, dan pernah menjadi bagian dari  Mentawai.

Lebih lanjut ia menga­takan, hal ini mendapat perhatian serius dari DPRD Sumbar, khususnya oleh Komisi I yang menangani masalah pemerintahan. Ia mengatakan, Komisi I akan meminta pemerintah pro­vinsi guna menelusuri kebenaran informasi yang diterima.  Data-data akan dikum­pulkan untuk mencari pem­buk­tian. Selain data yang akurat, informasi historis terkait daerah bersangkutan juga akan dikum­pulkan.  “Untuk itu akan digali informasi melalui tokoh mas­yarakat pada kedua  wilayah perbatasan,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Ko­misi I DPRD Sumbar, Risnaldi juga berpendapat, Komisi I  DPRD Sumbar telah bertekad mem­perjuangkan kembali Pulau Mego.  Selain akan ada pembahasan

Guna mencari titik terang permasalahan, bukan tak mung­kin perjuangan merebut kembali Pulau Mego akan dilakukan hingga ke pusat.

“Ini memang  menjadi perha­tian serius di Komisi I. Dalam waktu dekat akan ada  jadwal khusus untuk membahas per­soalan yang ada. Kalau terbukti pulau memang milik kita, akan  diperjuangkan hingga ke pusat sekalipun,” tandasnya.

Saat ini, pulau Mego terletak di 148 Km ke arah barat Kota Bengkulu. Sementara dilihat dari Sumbar, pulau ini terletak di Sebelah utara Sikakap, Pagai Utara. Pulau itu dulunya sudah merupakan aset Sumbar. Namun, tanpa disadari pulau tersebut sudah diakui menjadi aset pro­vinsi Bengkulu yang saat ini menjadi sanketa kedua belah pihak.

Sangketa tersebut disebabkan karena saat ini pulau Mego dike­tahui mempunyai kekayaan alam, minyak bumi dan uranium yang bernilai triliunan rupiah yang dapat diolah setiap tahunnya.

Wakil Bupati Kepuluan Men­tawai, Rijel Samailosa saat menyambut kunjungan komisi II DPRD Sumbar ke Mentawai  pada pekan lalu mengatakan, secara umum Sumbar khususnya Mentawai sudah kecolongan. Provinsi Bengkulu mengakui pulau itu adalah kepunyaan mere­ka. Namun, secara batas wilayah pulau itu adalah kepunyaan Sumbar. Jadi, kata dia, perlu diambil kembali.

“Pulau Mego adalah aset Sumbar. Pulau ini masuk dalam wilyah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pulau ini harus diam­bil kembali. Apalagi, aset dan kekayaan alam yang akan dihasilkan dari pulau tersebut benilai triliunan rupiah, “ kata Wakil Bupati saat ekspos Kepu­lauan Mentawai ketika itu.

Namun Kepala Biro Peme­rintahan Setdaprov Sumbar, Mardi memastikan Pulau Mego bukan aset Pemprov Sumbar. Karena dari daftar pulau yang diajukan Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak tercantum nama Pulau Mego.

“Kita sudah telusuri dalam daftar pulau yang diajukan Men­tawai, di sana tidak ada nama Pulau Mego. Jadi, itu bukan milik kita,” jelasnya kepada Haluan Rabu (3/6).

Menurut Mardi, adanya ang­ga­pan kalau pulau itu merupakan milik Sumbar muncul disebab­kan adanya penghuni pulau Mego tersebut yang berasal dari Kepu­lauan Mentawai. “Data yang dikeluarkan tentang kepemilikan pulau ini sudah ditetapkan berda­sarkan keputusan Kementerian Dalam Negeri. Jadi, Pulau Mego tersebut memang milik Beng­kulu,”  paparnya.  (h/mg-len/mg-isr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]