Islah Golkar Sisakan Masalah


Rabu, 03 Juni 2015 - 19:29:03 WIB
Islah Golkar Sisakan Masalah

Islah terbatas dilakukan untuk menyelamatkan kader partai berlambang pohon beringin itu agar bisa ikut pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2015 nan­ti. Sementara pendaftaran calon kepala daerah akan dimulai pada 26 sampai 28 Juli bulan depan.

Baca Juga : AHY Cs Absen di Sidang Mediasi Pertama, Kubu Moeldoko: Lecehkan Pengadilan

Namun rupanya islah terbatas yang diprakarsai JK belum membuat langkah Golkar ikut pilkada menjadi aman. Masih ada satu ‘pe­kerjaan rumah’ harus disele­saikan oleh kubu Agung dan Ical, yakni ketua umum dan sekretaris jenderal yang akan tanda tangan di surat pen­daftaran calon kepala daerah dari Golkar.

“Ketua Umum dan Sek­jen mana yang akan tanda tangan. Mereka (kubu Agung dan Ical) masih sa­ma -sama ngotot,” kata se­orang politisi Partai Golkar saat berbincang dengan detik com, Rabu (3/6).

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Politisi yang tak mau namanya disebut itu me­ngatakan bahwa baik dari pihak Agung maupun Ical belum ada kata sepakat mengenai ketum dan sekjen yang akan tanda tangan.

Bendahara Umum Par­tai Golkar pimpinan Ical, Bambang Soesatyo, me­nga­ku soal tanda tangan ini akan menjadi masalah di kemudian hari. Bahkan dia menyebut dua poin dalam kesepakatan islah terbatas itu bisa jadi bom waktu.

“Bunyi pasal keempat dari kesepakatan islah itu hanya me­ngatakan usulan dari Partai Gol­kar ditandatangani oleh DPP Par­tai Golkar yang diakui oleh KPU. Jelas itu seperti bom waktu yang siap meledak pada saatnya nanti,” kata Bendahara Umum Golkar Munas Bali Bambang Soesatyo kepada detikcom, Senin (1/6).

Irama kedua kubu ini  ter­nyata tak jua menunjukkan suara yang sama. Kemarin kubu Agung dan Ical menggelar acara partai di dua tempat terpisah. Agung cs menggelar Musyawarah Daerah di Bali, sedang kubu Ical meng­gelar rapat konsultasi di Hotel Sultan Jakarta tanpa mengundang kubu Agung.

“Tidak ada undangan. Terse­rah mereka mau bikin acara apa, kami juga sudah gelar Rapimnas. Kalau hari ini kami gelar Musda dan memilih pengurus baru kare­na yang lama sudah demisioner,” kata Agung saat dikonfirmasi, Selasa.

Selain berkegiatan terpisah, dua kubu ini juga menyiapkan tim penjaringan calon kepala daerah masing-masing. Aburizal Bakrie (Ical) telah menggelar rapat koordinasi dan membentuk tim penjaringan tingkat nasional.

“(Ada) MS Hidayat, Theo Sambuaga, Sjarif Cicip Sutardjo, Nurdin Halid, dan Azis Syam­suddin,” ujar Bendum Golkar Bambang Soesatyo saat dikon­firmasi, Rabu (3/6).

Rapat tersebut dilakukan di Hotel Sultan, Jakarta tadi malam Selasa (2/6) sejak pukul 19.00 WIB. Sejumlah elite Golkar hasil Munas Bali dan 34 Ketua DPD I hadir pada rapat tersebut.

Kelima tokoh senior tersebut nantinya akan bekerja sama de­ngan tim penjaringan yang diben­tuk oleh kubu Agung Laksono. Namun kubu Agung belum me­ngumumkan 5 nama yang masuk di tim itu.

Tim bentukan Ical diketuai MS Hidayat. Mantan Men­teri Perindustrian tersebut juga meru­pakan Ketua Harian Golkar versi Munas Bali. Sementara keempat tokoh lainnya merupa­kan Wake­tum di kepengurusan yang sama.

Namun, gerak cepat kubu Ical itu tak mendapat respon positif dari kubu Agung. Mereka menya­takan usulan calon kepala daerah nanti harus ditandatangani oleh Ketua Umum Agung Laksono.

“Kita harus ikuti aturan hu­kum. Kepengurusan yang diakui Menteri Hukum dan HAM ada­lah kepengurusan Agung Lak­sono. Sewajarnya, yang tanda­tangan adalah Ketum Agung dan Sekjen Zainudin Amali,” tutur Ketua DPP Golkar Munas Ancol Jakarta, Dave Laksono, saat dihubungi, Rabu (3/6)(h/mat/net)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]