PKL Simalakama di Kelok Sambilan


Kamis, 04 Juni 2015 - 20:44:32 WIB
PKL Simalakama di Kelok Sambilan

Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo yang diminta keteranganya disela-sela mengikuti Konfrensi Per­satuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota di Pergaulan Resto, Kamis (4/6) mengakui, pe­merintah Kabupaten Lima­puluh Kota masih mencari jalan keluar terbaik. “Pem­kab dalam posisi dilematis. Jika dilarang  berjualan (disepanjang fly over,red), bagaimana  nasib ratusan pedagang dan keluarganya. Tapi jika tidak dilarang, aktifitas itu, sangat meng­ganggu kelancaran lalu lin­tas. Kita segara men­carikan jalan keluarnya, “kata Alis.

Baca Juga : Update Penularan Virus Corona di Sumbar, Pasien Positif: 443, Sembuh: 291, dan Meninggal Dunia: 9 Kasus

Ketika ditanyakan jalan keluarnya, bupati dua perio­de yang segera mengakhiri masa jabatannya November mendatang itu menan­da­s­kan, bisa jadi akan dibuka lokasi baru. Menurutnya, kini tidak kurang 500 war­ganya, sejak dibukanya fly over, menggantungkan nasib mereka dengan berjualan. Tapi disaat didesak ditutup, pemerintah belum memiliki alternative. “Kita akan bica­rakan lebih dalam. Jika  ditutup segera, maka dapat dipastikan, nasib 500 peda­gang itu akan  terancam. Apalagi kita akan masuk bulan puasa. Tapi kita juga tidak ingin dicap mem­biar­kan. Kita janji segera carikan solusi  terbaik, “janji Alis.

Terpisah, Wali Nagari Ulu Aia, Is­karmon Basyir, masih menunggu sikap pe­me­rintah Kabupaten Lima­puluh Kota. Ia mengakui, sudah menyampaikan kelu­hannya pada pemerintah kabupaten. “Saya sebenar­nya kecewa pada pemerintah daerah. Kami berharap hal ini bisa menjadi perhatian. Tapi memang sampai saat ini, belum ada jalan ke­luarnya, “katanya.

Baca Juga : Waduh! Masyarakat Batu Basa Tak Terapkan Prokes Saat Salat Idul Fitri

Diakui Karmon, sejak dijanjikan PKL direlokasi ke tempat baru tahun 2012 lalu, hingga sekarang itu belum juga direalisasikan. Terakhir saat kunjungan Komisi IV DPRD ke Kabupaten Li­mapuluh Kota, Selasa (26/5), terungkap, guna mens­terilkan Kelok 9 dari ke­giatan berdagang, ratusan PKL yang ber­­jualan di sisi fly over Kelok Sembilan bersedia dipindahkan.  “Ka­mi sudah sampaikan kepada anggota DPRD Sumbar, ber­dagang di lokasi tersebut adalah mata pencaharian utama bagi penduduk se­tem­pat. Terutama untuk pen­duduk Jorong Batu Ba­du­kuang Nagari, Ulu Aia. Saat ini tak kurang dari  500 orang pedagang meng­gan­tung­kan hidup de­ngan ber­jualan di sisi Fly Over Kelok 9. Sebelum Fly Over ter­sebut ada ratusan ma­sya­rakat tersebut mencari peng­hidupan dengan berla­dang dan mencari kayu di hutan, “jelasnya. (h/nto)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]