DKK Temukan Bahan Makanan Berbahaya


Kamis, 04 Juni 2015 - 20:50:00 WIB
DKK Temukan Bahan Makanan Berbahaya

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Eka Lusti melalui Kasi Ke­par­masian, Indrawati me­ngatakan, hasil sidak ter­sebut ditemukan pe­ngem­bang kue yang diduga me­ngandung bahan ber­bahaya (borak). “Dengan merek Kendi, ini biasanya me­ngandung borak,” jelas In­drawati.

Baca Juga : Padang Aktifkan Kembali Kampung Nelayan untuk Tempat Karantina Covid-19

Dikatakannya, pe­ngem­bang kue dengan me­rek ter­sebut ditemukan di toko Sampurna, Jalan Hili­goo, dan pabrik mie di Se­berang Padang. Sekarang alat bukti tersebut di­aman­kan oleh Satuan Polisi Pa­mong Praja (Satpol PP) Padang.

“Kami tidak memiliki wewenang untuk me­nga­mankan barang bukti ter­sebut, maka diserahkan dan saat ini barang tersebut di­amankan Satpol PP,” te­rangnya.

Baca Juga : Pemuda Villa Indah Padang Bagi-bagi THR, Pakai Cara Tak Biasa

Rencanya, hari ini (5/6) pihaknya akan menyerahkan barang bukti dengan merek Kendi ke BPOM. Pihaknya meyakini, bahwa merek da­gang Kendi terindikasi bo­rak. “Biasanya seperti itu, merek dagang kendi ini mengandung borak. Jika sudah terbukti dari BPOM, barang akan kita mus­nah­kan. Yang jelas pemilik toko Sampurna dan toko Mie di seberang Padang sudah mem­­­buat perjanjian. Jika ter­bukti, mereka setuju un­tuk dimusnahkan,” pa­par­nya lagi.

Tidak hanya itu saja, pihaknya bersama Dis­pe­rindagtamben Kota Padang sudah membentuk tim sidak menjelang Ra­madan dan Lebaran. “Termasuk nanti dagangan pabukoan akan kita sidak juga,” pungkasnya.

Pantauan Haluan di Pa­sar Raya Padang, ke­bu­tuhan jelang Ramadan su­dah mu­lai meningkat, ser­ta harga juga sudah mu­lai naik. A­pa­lagi, kebutuhan bahan kue sudah mulai di­beli oleh pengusaha kue kering.

Ani, penjual kebutuhan alat kue mengatakan, pe­ningkatan penjualannya su­dah meningkat mencapai 70 persen. Terutama men­tega, telur serta alat pengembang lainnya. “Namun, saya men­jual alat kue dengan merek yang jelas,” tandas Ani.

Ani berharap para pe­ngusaha kue dan pembeli harus membeli produk yang mereknya sudah melalui BPOM dan MUI. Ini untuk menjamin produk yang akan dijual nantinya. “Terutama pengusaha kue kering jelang Ramadan harus me­ngu­ta­ma­k­an produk yang ber­merek dan ada BPOM ser­­ta MUI,” tandasnya.

Hal tersebut juga di­katakan Yulika, pedagang rempah di Inpres I. Di­katakannya, pemerintah ha­rus gencar melakukan pe­ngawasan terhadap produk abal-abal menjelang Ra­madan. “Biasanya bahan-bahan kue yang banyak abal-abal. Makanya pemerintah harus melakukan pe­nga­wasan dengan ketat,” tutup Yulika. (h/ows)

BERITA POPULER Index »


BERITA TERKINI Index »

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]