Polres Bukittinggi Evaluasi Sistem Lalu Lintas Fly Over


Kamis, 04 Juni 2015 - 20:55:16 WIB

“Secepatnya kami akan berkordinasi dengan pihak Dishub untuk mengevaluasi sistem yang ada di fly over. Apakah nantinya kami me­ningkatkan patroli atau me­nem­patkan personil di ka­wa­san fly over itu, kita lihat nanti hasil evaluasinya seperti apa,” ujar Amirjan, Kamis (4/6).

Amirjan menjelaskan, selama ini faktor humman error atau faktor kelalaian manusia mendominasi kasus kecelakaan di fly over, apa­kah itu pengendara me­la­rikan kendaraan di atas ke­cepatan yang telah dite­tapkan, faktor kelelahan pengemudi serta faktor lain­nya yang terjadi karena ulah manusia itu sendiri.

Sementara jika dilihat di sepanjang fly over, rambu-ram­bunya boleh dikatakan sudah lengkap, seperti rambu di­la­rang mendahului, dila­rang parkir dan berhenti, serta ram­bu-rambu untuk kece­patan 40 kilometer di se­panjang fly over. Pada waktu malam, penerangan di kawa­san fly over juga boleh dika­takan sangat cukup, karena lampu jalan sepanjang fly over berfungsi dengan baik dan membuat pengendara me­miliki jarak pandang yang cukup panjang.

“Jika memang banyak pengendara yang suka mem­bawa kendaraan melebihi batas kecepatan maksimum 40 kilometer, maka bisa saja nanti akan dipasang polisi tidur pada jarak-jarak ter­tentu dan sesuai dengan ketentuan yang ada, sehingga tidak memungkinkan pe­ngen­dara untuk melakukan kecepatan tinggi ataupun ke­but-kebutan,” tutur Amirjan.

Terkait perkembangan kasus kecelakaan maut di fly over Bukittinggi pada Selasa (2/6) dinihari yang me­nga­kibatkan tiga me­ninggal du­nia dan dua luka-luka, Amir­jan mengatakan, pi­haknya masih mengem­bangkan ka­sus tersebut. Hasil sementara, kelalaian terbanyak justru terletak pada pengemudi Terios yang menjadi korban.

“Memang kawasan fly over itu tidak boleh berhenti. Tapi truk berhenti karena mogok dan tidak ada unsur ke­sengajaan. Sementara pe­nge­mudi Terios yang men­jadi korban, mengemudi dengan kecepatan tinggi, yang diperkirakan di atas 80 kilometer perjam, sementara yang diperbolehkan hanya 40 kilometer perjam. Kami juga tidak menemukan bekas pengereman yang dilakukan pengemudi Terios,” lanjut Amirjan. (h/wan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]