Empat Penambang Emas Tewas


Kamis, 04 Juni 2015 - 21:02:10 WIB

Informasi yang di­pero­leh di lokasi kejadian, peris­tiwa tersebut bermula saat 13 orang pekerja yang be­kerja di lokasi kejadian ter­sebut se­dang melakukan aktifitas penambangan emas di dalam lobang yang ber­ukuran ku­rang lebih 30 meter persegi. Proses peng­galian dilang­sungkan sejak pagi dan ma­terial tanah galian itu di­tumpuk begitu saja, tanpa pengamanan berarti.

Karena bebannya se­makin berat, tanah galian yang masih basah itu akhirnya ambruk dan terjadilah tanah longsor. Ma­langnya, empat dari 13 pekerja dalam lobang penambangan emas tersebut tak bisa menyelamatkan diri. Mereka tertimbun tanah yang cukup berat dan gagal me­nyelamatkan diri.

Rekan-rekan korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan terhadap keempat rekan kerjanya tadi. Korban dapat dikeluarkan dari tumpukan mate­rial, kendati material longsoran tanah yang menimpa rekan kerja mereka cukup berat. Namun nyawa mereka tak dapat tertolong lagi dan langsung dibawa ke Puskesmas Muaro Gambok.

Setelah urusan medis dan iden­tifikasi oleh polisi rampung, korban dipulangkan ke keluar­ganya. Ke­empat korban tersebut diketahui bernama Andi (38) dan Zulkifli (41) warga Jorong Su­barang Ombak Kenagarian Mua­ro Kecamatan Sijunjung. Semen­tara dua orang lainnya yaitu Syafrimen (46) dan Bujang (31) keduanya merupakan warga Jo­rong Pondok Jago Kena­garian Pematang Panjang Ke­camatan Sijunjung.

Kapolres Sijunjung AKBP Dwi Sulistyawan SH, S.Ik, M.Si didam­pingi Kasatreskrim Iptu Andri­ansyah Hasibuan dan Kaur Bin Ops Satreskrim Iptu Gusne­di me­nga­takan bahwa pihak kepo­lisian bekerja sama dengan ins­tansi terkait sebelumnya telah melarang operasi penambangan emas tanpa izin di wilayah Kabu­paten Sijun­jung, baik melalui sosialisasi, tindakan bahkan pene­gakan hu­kum terhadap para pela­ku pe­nambangan emas tanpa izin ter­sebut. Namun beberapa pe­nam­bang masih membandel dan kini lokasi kejadian itu dipasang police line.

“Kami sudah peringatkan beberapa kali untuk tidak mela­kukan kegiatan sebelum menda­patkan izin, tetapi masyarakat tetap memaksa menambang. Bah­kan kita dari kepolisian telah melakukan sosialisasi, tindakan bahkan melakukan proses hu­kum terhadap para pelaku tam­bang illegal di Kabupaten Sijun­jung guna memberikan efek jera. Namun warga tidak menghirau­kan imbau­an tersebut. Padahal lokasi tam­bang tersebut rawan kecelakaan kerja dan operasi penambangan itu tak memiliki izin,”kata mantan Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Sumbar ini.

Dari pengamatan pihaknya, sebut Dwi, lokasi tambang tanpa izin tersebut memiliki kontur tanah yang mudah longsor apabila digali secara manual oleh masyarakat sekitar. Pihaknya juga menegas­kan, bahwa lokasi tersebut diduga milik Jhon Hendri alias Lisut Malin Mudo dan pemilik mesin Memen (36) warga Muaro, akan dilakukan penyelidikan serta melakukan pemanggilan untuk dimintai kete­rang­an terkait kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan empat orang pekerja tambang tewas tertimbun longsor. “Kami akan melakukan penyeli­di­k­an terhadap kasus tersebut serta melakukan pemanggilan terhadap pemilik lahan dan pemilik mesin atau pengelola lokasi tambang,” ka­tanya .(h/ogi)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]