Dosen Bahasa Inggris yang Ingin Mengabdi di Tanah Datar


Jumat, 05 Juni 2015 - 16:11:23 WIB
Dosen Bahasa Inggris yang Ingin Mengabdi di Tanah Datar

Irwan santer diper­bin­cang­kan kalangan politisi setelah keluarnya hasil sur­vei yang dilakukan sebuah partai politik bekerjasama dengan lembaga survei inde­penden pada beberapa wak­tu yang lalu dan muncul dua nama yang memiliki tingkat elektabilitas cukup tinggi. Hasil survei tersebut menye­butkan, untuk calon bupati memang idealnya dari po­litisi atau pengusaha sedang­kan untuk wakil bupati ide­alnya adalah akademisi atau birokrat karena mereka su­dah memiliki pengalaman dalam mengelola birokrasi pemerintahan.

Baca Juga : Etika Politik Koalisi PKS dan PAN dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Dari bocoran hasil survei tersebut, untuk kalangan akademisi salah satu peraih elektabilitas yang cukup tinggi sebagai calon wakil bupati adalah Irwan, MPd, dosen Bahasa Inggris di kampus STAIN Batusang­kar. Irwan pun tak menge­lak ketika ditanya perihal survei tersebut.

“Memang saya pernah dihubungi oleh partai poli­tik dan lembaga survei yang melakukan survei tersebut.  Saya hanya mengatakan se­mo­ga survei ini valid hasil­nya dan tidak cacat secara metodologi,” sebut Irwan.

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Ketika ditanya kesi­apan­nya untuk bersedia menjadi wakil bupati mendampingi salah seorang calon dari politisi atau pengusaha, dia menyatakan siap meskipun harus mundur dari kampus ketika akan mendaftar nanti. Dalam Pilkada Tanah Datar ini, Irwan yang hobi trail dan bulutangkis ini berpendapat, keterwakilan dari Dapil I (Pariangan, Batipuh dan X Koto) tetap harus ada.  Ca­lon-calon dari dapil I yang sudah disebut-sebut misal­nya Muzwar, Taufiq Idris, Sultani dan Basrizal. Tetapi Irwan menyatakan dia siap bersaing dengan kandidat ini.

“Mereka punya basis, saya juga punya basis massa yang kuat,” katanya yakin.

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

Bicara tentang dirinya sendiri, dosen muda penuh energik ini sudah banyak dikenal di Tanah Datar kare­na cukup aktif di berbagai organisasi dan kegiatan sosi­al kemasyarakatan dan ba­nyak melakukan penelitian tentang Tanah Datar dan Adat Minangkabau. Serta melakukan kunjungan-kun­jungan belajar ke banyak kampus di Indonesia dan luar negeri. Di tanah air terutama kampus di Suma­tera dan Jawa sangat banyak dikunjunginya, sedangkan di luar negeri diantaranya uni­versitas ternama di Jepang, China, Timur Tengah, Ma­lay­sia, Singapura dan Thai­land.  Irwan yang jebolan S2 dari IKIP/UPI Bandung ini optimis untuk bisa meraih suara jika nantinya dipinang oleh calon bupati.

“Kalkulasi politik kami sederhana saja, seluruh civi­tas akademika STAIN Batu­sangkar siap mendukung saya.  Sampai sekarang, STAIN memiliki mahasiswa sebanyak enam ribu orang dan hampir 70 persen dari mereka adalah warga Tanah Datar.  Semuanya sudah menyatakan siap mendu­kung dan mengkam­panye­kan kami  nantinya.  STA­IN juga memiliki jaringan alumni sebanyak sembilan ribu orang dan lebih dari 3.500 orang tersebar di selu­ruh jorong dan nagari di Kabupaten Tanah Datar. Ditambah lagi, masing-ma­sing mahasiswa dan alumni pasti memiliki anggota kelu­arga sehingga jumlah pemi­lihnya juga ikut bertambah.  Dalam beberapa kali per­temuan antara civitas akade­mika dan alumni maka me­re­ka menyatakan siap all out untuk berjuang,” sebutnya.

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

Namun semuanya terpu­lang nantinya kepada proses politik tentang siapa yang akan mendaftar ke KPU.  Apakah pasangan politisi dengan akademisi atau peng­usaha dengan birokrat.

Sebagai bukti kesung­guhannya, Irwan sendiri mendaftarkan dirinya ke Partai Gerindra.  Pendaf­taran dirinya juga diantar langsung oleh pimpinan beserta keluarga besar STA­IN Batusangkar sebagai wujud tingginya dukungan kepada­nya.  Dalam hal ini, majunya Irwan sebagai calon wakil bupati nanti didukung penuh oleh Ikatan Perantau Paria­ngan Sakato (IKPS). IKPS yang dipimpin H Asrizal saat ini, secara moril dan finansial di seluruh Indonesia anggo­tanya siap mendukung penuh.

Irwan yang suka tan­ta­ngan ini, semasa seko­lah hingga kuliah dulu terbiasa hidup mandiri, dengan kemandiriannya itu bahkan dapat me­­ringankan be­ban orang tuanya da­lam pe­me­nu­han kebu­tuhan­nya se­hari-hari. Ke­man­dirian­nya itu sudah di­mu­lainya se­jak ta­mat seko­lah da­­sar, ia su­dah ting­gal sen­diri ngekos di Ba­tusangkar saat me­lan­jut­kan pendi­di­kan­­nya ke MTsN di Ba­tusangkar.

“Sekali seminggu saya pulang ke Pariangan, juga tak jarang saya berjalan kaki dari Simabur - Paringan karena saat itu tidak ada ojek seperti halnya saat ini. Saat saya melanj­utkan sekolah di MAN Pa­dang Panjang, saya sudah bisa cari uang sendiri dengan menjadi pemandu turis man­canegara yang sering ber­wisata ke pun­cak Gu­nung Me­rapi, saat itu saya meng­ikuti les se­hing­ga jago ba­hasa Inggris. Hin­gga kuliah di Ban­dung pun tetap jualan yaitu men­jual hiasan imitasi dan jualan se­patu hingga ker­ja di Hong­kong Standard Carter Bank,” tutur Irwan me­ngis­ahkan. ***

 

Laporan:
FERI MAULANA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]