Modifikasi Angkot Berlebihan, Dishub Kominfo Tutup Mata


Jumat, 05 Juni 2015 - 19:23:42 WIB

Anto, sopir angkot ju­rusan Lubuk Buaya-Pasar Raya Padang mengatakan, modifikasi angkot baginya adalah untuk peningkatan rasa percaya diri ketika be­re­but penumpang. “Ada rasa bangga, jika mobil yang saya bawa itu bagus dan mo­di­fikasinya mantap, tapi sopir lain mungkin bisa jadi punya pendapat lain,” tuturnya.

Meski demikian, ban­yak­nya modifikasi ter­nyata juga menentukan jumlah setoran yang harus dibayar. “Kalau modifikasinya se­derhana, paling setorannya an­tara Rp110 ribu sampai Rp140 ribu sehari. Tapi kalau full modif, setoran bisa mencapai Rp170 ribu per hari. Apalagi anak-anak sekolah suka sekali mobil yang dimodifikasi dan musik yang keras,” tandasnya.

Hal senada juga di­kata­kan Yayat, sopir angkot jurusan Tabing-Pasar Raya dengan mobil jenis Carry warna putih. Dikatakannya, modifikasi baginya berarti meningkatkan pendapatan. Apalagi, kalau ingin mere­but penumpang anak seko­lah yang pulang dan pergi.

“Orang Padang ini se­lera­nya sangat memilih. Kalau hanya polos atau stan­dar, mereka tidak mau naik mobil kita. Jika sudah de­mi­kian, tentu saja kita kalah bersaing. Lihat saja ke sana yang modif penuh pe­num­pang, yang polos lebih sepi,” kata Yayat.

Sementara Kepala Dis­hub Kominfo Kota Padang, Rudy Rinaldy melalui UPT Angkot, Malizar, melihat modifikasi mobil me­nim­bul­kan persaingan sehat sesama pengemudi sopir angkot. Ada sekitar dua ribu le­bih unit angkot modi­fikasi di Kota Padang dengan juru­san atau trayek yang ber­beda-beda. Angkot mo­di­fi­kasi memang tidak ada la­rang­an, selama tidak mele­wati batas.

“Seperti aksesorisnya banyak dan memakai kaca film, kita akan me­nang­kap­nya dan menyuruh mem­buka aksesoris tersebut,” tandasnya.

Namun hingga saat ini belum ada dilakukan razia, karena Dinas Perhubungan akan melakukan razia apa­bila sudah parah me­mo­difi­kasi dan juga ada penumpang yang tidak nyaman dengan bunyi musik terlalu keras.

“Selain itu, peluang lain adalah para pencopet dan penodong sangat rawan ter­jadi di angkot, kalau me­makai kaca film pelaku dan korban tak nampak dari luar. Razia ini kadang memang tidak bisa tiap sebentar, mereka kita awasi di Pasar Raya Padang. Kalau me­langgar­nya sudah kelewat batas kita copot saja,” tutup Malizar. (h/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]