Korban Terseret Ombak Ditemukan Tewas


Jumat, 05 Juni 2015 - 19:28:42 WIB

Kalaksa BPBD&PK Ko­­ta Padang, Dedi Henidal mengatakan, pencarian ter­hadap korban hanyut dil­anjut­kan pagi hari (kemarin) oleh tim pencari, yang terdiri dari tim BPBD&PK Kota Padang, Basarnas, Padang Baywatch dan kepolisian.

Pencarian terhadap kor­ban menggunakan dua buah kapal dari Direktorat Po­lair Polda Sumbar, satu ka­pal dari Polair Polresta Pa­dang, satu perahu karet dari Padang Baywatch, dua pe­ra­hu karet dari Ba­sar­nas Padang dan satu perahu karet dari BPBD&PK Padang.

“Pencarian korban mela­ku­kan penyisiran di ka­wa­san pantai. Selain penyisiran de­ngan kapal, pencarian juga dilakukan dengan cara men­yelam,” kata Dedi, Ju­mat (5/6).

Saat ditemukan tim pen­cari, kata Dedi, korban su­dah mengapung dan tidak bernyawa. Jasad korban ma­sih utuh, namun telah me­ngem­­bung karena lama di dalam air. “Biasanya, setelah 12 jam di dalam air jasad akan mengapung, namun lewat 20 jam akan kembali tenggelam. Untuk itu, se­telah pencarian dihentikan malam itu, kita kembali melanjutkan pencarian pagi harinya guna menghindari jasad korban terbawa arus lebih jauh,” ujarnya.

Kapolresta Padang Kom­bes Pol Wisnu Andayana melalui Kapolsek Padang Barat Kompol Sumintak mengatakan, setelah korban berhasil ditemukan lang­sung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar dengan meng­guna­kan ambulan Basarnas.

“Korban dilakukan vi­sum luar oleh dokter fo­rensik. Tidak dilakukan otopsi, karena keluarga kor­ban menolak dan kematian korban sudah jelas. Pihak keluarga korban sudah ik­hlas,” kata Sumintak.

Sementara itu, kakak kandung korban Wahyu (30) mengatakan, adiknya me­mang sering bermain ke pan­tai untuk bermain bola ber­sama temannya. Saat kejadian itu, dia men­dapat­kan kabar Wanto terseret arus.

“Saya mendapat kabar sorenya. Mengetahui kabar adik saya terseret arus, piki­ran saya jadi kacau,” kata Wahyu di rumah sakit.

Dikatakannya, setelah selesai dikremasi oleh pihak rumah sakit, jasad Wanto di salatkan di masjid dekat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar dan dibawa ke tempat pemakaman um­um di Tunggul Hitam.

“Meski orangtua saya di Jawa, tapi saya telah menga­bari­nya dan diputuskan un­tuk dikebumikan di Pa­dang, ” ujarnya.

Sementara Syafril (32), rekan korban yang berhasil diselamatkan warga telah dipulangkan dari rumah sakit, karena kondisi ke­sehatannya sudah mulai membaik dan bisa rawat jalan. Dikatakan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RS­UP M. Djamil Padang, Gus­ta­fianof, Syafril masuk ke UGD sekitar pukul 17.15 WIB dan langsung men­dapat­kan pertolongan me­dis. “Setelah dua jam men­dapat perawatan medis, dok­ter menyatakan kondisi kor­ban sudah membaik. Ke­mu­dian Syafril dibawa oleh keluarga, karena tidak perlu rawat inap,” ujarnya.

Seperti berita se­be­lum­nya, warga Purus di­kaget­kan dengan tenggelamnya dua warga terbawa arus laut ketika sedang mandi di Pan­tai Purus dekat Danau Cim­pago, Jalan Samudera, Keca­matan Padang Barat, Pa­dang, Kamis (4/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari kedua korban ter­sebut, di antaranya Syafril dapat diselamatkan oleh pe­tugas BPBD&PK dan be­berapa wa­rga sekitar. Kemu­dian langsung dibawa ke RS­UP M. Djamil Padang untuk mendapatkan perawatan. (h/nas)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]