Paspor Pemohon Diambil Biro Jasa


Jumat, 05 Juni 2015 - 19:42:25 WIB
Paspor Pemohon Diambil Biro Jasa

Haris menceritakan, ia mendatangi Imigrasi Padang pada Selasa (19/5) untuk mengurus pasport. Saat itu, me­minta bantuan koleganya di biro jasa pada Kantor Imigrasi, untuk mengambil nomor antrean. Se­telah mendapatkan nomor antre­an, ia mengurus seluruh ad­mi­nis­tr­asi ke petugas imigrasi, bukan melalui biro.

Baca Juga : Di Padang, 42 Kawasan Ini Tak Boleh Menggelar Salat Ied di Masjid dan Lapangan

Kemudian, lanjut Haris, pada Senin (25/5), ia menyetor uang administrasi pengurusan pasport ke bank. Uang itu besarnya Rp355.000. Lalu, pada Rabu (3/6), ia datang mengambil pasport ke Imigrasi Padang. Namun, petugas imigrasi berkata bahwa pasport Haris sudah diambil orang.

“Saya kaget pasport saya sudah diambil orang, sementara tanda terimanya masih di tangan saya. Setahu saya, pasport tidak bisa diambil tanpa tanda terima. Atau, jika diwakilkan pengambilannya, harus melalui surat kuasa,” ujar­nya kepada Haluan, Jumat (5/6).

Baca Juga : Mantap! Rutan Anak Aia Padang Bagikan Baju Lebaran untuk WBP

Ia lanjut menceritakan, be­la­kangan ia baru tahu bahwa pas­portnya diambil oleh seorang biro. Biro tersebut bersedia mem­berikan pasport Haris, jika Haris bersedia membayar uang tam­bahan sebesar Rp240.000.

“Saya tidak tahu itu uang apa. Kata biro itu, uang itu untuk orang dalam imigrasi,” ungkap Haris yang ingin melancong ke Malaysia itu.

Ia menambahkan, keke­ce­waan­nya bertambah saat petugas imigrasi yang ditanyai siapa orang yang mengambil pasportnya itu, membentaknya dengan kata-kata kasar. Sementara Haris bertanya dengan baik-baik.

Plt Kasubag Tata Usaha Imi­grasi Padang, Harmen saat di­kon­firmasi masalah ini mengatakan, map milik Haris tersebut bercap biro. Ia menduga, petugas Imi­grasi menilai bahwa Haris me­ngurus pasport melalui biro. Menurutnya, masalah antara Ha­ris dengan petugas Imigrasi meru­pakan kesalahpahaman.

Sementara itu, ia sudah me­ne­gur petugas membentak Haris. Ia sudah menyampaikan kepada petugas itu bahwa dalam melayani masyarakat tidak boleh kasar.

Harmen kemudian bercerita soal biro atau yang selama ini disebut orang sebagai calo.

“Kalau biro minta uang pe­licin, itu wajar, karena warga meng­gunakan jasanya untuk me­ngu­rus pasport. Kalau tidak mau bayar uang pelicin, silakan urus ke petugas imigrasi yang berada di lantai satu. Tarif mengurus pasport sesuai aturan sebesar Rp355.000. Kalau dengan pe­tugas imigrasi, tidak ada uang pelicin,” tuturnya.

Ia menjelaskan, biro tersebut merupakan perusahaan swasta yang bermitra dengan Imigrasi, yang izinnya dikeluarkan oleh KemenkumHAM. Biro tersebut menyediakan jasa pengurusan pasport kepada warga, karena memiliki jaringan dengan orang dalam imigrasi.

Jika mengurus pasport me­lalui petugas imigrasi, kata Har­men, pasport bisa diambil empat hari setelah pembayaran. Namun, katanya, pasport juga bisa selesai satu hari untuk keadaan eme­r­gency, seperti pasport untuk orang sakit yang ingin berobat keluar negeri. Kemudian, untuk pejabat seperti gubernur, walikota/bupati, dan pejabat militer.

Saat ditanya mengapa biro bisa mengeluarkan pasport dalam satu hari, Harmen mengatakan, “tanya sama biro itu bagaiamana dia bisa mengeluarkan pasport satu hari. Saya tidak tahu caranya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Om­bu­d­­sman RI Perwakilan Sumatera Barat, Yunafri menyarankan, jika ada masyarakat mendapatkan pelayanan yang buruk dari Imi­grasi Padang atau instansi pe­merintah lainnya, masyarakat bisa melaporkannya ke Kantor Om­bud­sman Sumbar.

Terkait kasus Haris, pihaknya akan menelusurinya terlebih dahulu. Namun, kata Yunafri, jika memang benar kejadiannya se­perti yang dialami Haris, Imigrasi Padang memberikan pelayanan buruk kepada masyarakat. (h/dib)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]