AKSI PT KAI KE PT BMP BERBUNTUT 2 LAPORAN POLISI

PADANG, HALUAN — Aksi penertiban aset PT KAI Divre II Sumbar ke lokasi PT Basko Minang Plaza,  berbuntut dua laporan polisi di Polres Padang. Satu laporan penghinaan atas pengusaha Minang H Basrizal Koto dan satunya lagi tentang pengrusakan bersama-sama yang dilakukan pimpinan dan karyawan PT KAI Sumbar.

Penghinaan kepada Basko, panggilan akrab Basrizal Koto, diduga dilakukan Vice President Divre II PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) Ari Soepriadi di saat terjadi perdebatan antara dirinya dengan Direktur Operasional Basko Group Zul Efendi di lokasi penertiban, di depan gerbang masuk Basko Mall dan Basko Hotel di Air Tawar, pagi Sabtu (6/6). "> AKSI PT KAI KE PT BMP BERBUNTUT 2 LAPORAN POLISI

PADANG, HALUAN — Aksi penertiban aset PT KAI Divre II Sumbar ke lokasi PT Basko Minang Plaza,  berbuntut dua laporan polisi di Polres Padang. Satu laporan penghinaan atas pengusaha Minang H Basrizal Koto dan satunya lagi tentang pengrusakan bersama-sama yang dilakukan pimpinan dan karyawan PT KAI Sumbar.

Penghinaan kepada Basko, panggilan akrab Basrizal Koto, diduga dilakukan Vice President Divre II PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) Ari Soepriadi di saat terjadi perdebatan antara dirinya dengan Direktur Operasional Basko Group Zul Efendi di lokasi penertiban, di depan gerbang masuk Basko Mall dan Basko Hotel di Air Tawar, pagi Sabtu (6/6). " /> AKSI PT KAI KE PT BMP BERBUNTUT 2 LAPORAN POLISI

PADANG, HALUAN — Aksi penertiban aset PT KAI Divre II Sumbar ke lokasi PT Basko Minang Plaza,  berbuntut dua laporan polisi di Polres Padang. Satu laporan penghinaan atas pengusaha Minang H Basrizal Koto dan satunya lagi tentang pengrusakan bersama-sama yang dilakukan pimpinan dan karyawan PT KAI Sumbar.

Penghinaan kepada Basko, panggilan akrab Basrizal Koto, diduga dilakukan Vice President Divre II PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) Ari Soepriadi di saat terjadi perdebatan antara dirinya dengan Direktur Operasional Basko Group Zul Efendi di lokasi penertiban, di depan gerbang masuk Basko Mall dan Basko Hotel di Air Tawar, pagi Sabtu (6/6). " />

VP KAI : Jangan Memihak Pengusaha Mafia


Ahad, 07 Juni 2015 - 20:57:31 WIB

Waktu itu, Zul Efendi meminta agar PT KAI tidak merusak dan mengebor jalan pintu masuk yang terbuat dari paving blok milik PT Basko Minang Plaza (BMP). “Hentikan! Ini perbuatan melawan hukum, karyawan Anda merusak milik BMP,” kata Zul di tengah keru­munan karyawan PT KAI dan polisi yang berjaga-jaga di lokasi kejadian.

“Tidak, lanjutkan. Peman­cangan ini harus dilakukan, areal ini status quo,” jawab Ari dengan lantang.

“Hanya pengadilan yang ber­hak menentukan status quo. Anda tidak bisa menetapkan sepihak. Jika Anda bawa surat penetapan pengadilan sekarang, kami akan mundur. Tapi jika tidak ada, saya minta pengrusakan ini dihen­tikan,” kata Zul.

“Jangan Anda berpihak kepa­da pengusaha mafia seperti itu,” balas Ari.

“Anda bilang pengusaha Bas­ko mafia.  Anda menghina, ya. Saya laporkan Anda,” teriak Zul.

“Silakan laporkan,” ujar Ari. Namun setelah itu, VP PT KAI berbadan tinggi dan atletis itu, membantah bahwa dia  melon­tarkan penghinaan kepada Basko. “Yang saya maksud adalah banyak mafia-mafia tanah di Indonesia ini,” katanya.

“Bantahan Anda tidak rele­van. Penghinaan Anda terhadap pemilik perusahaan ini didengar oleh orang banyak, termasuk Kabag Ops Polres Padang dan para polisi yang hadir di sini. Yang saya catat, ucapan Anda yang pertama,” kata Zul.

Di tengah perdebatan yang makin meninggi itu, Kabag Ops Polres Padang Kompol Arga­muda dan Kasat Sabhara Kompol E Darma, meminta pimpinan PT BMP dan pimpinan PT KAI untuk  menahan diri dan melan­jutkan pertemuan di Mapolresta Padang dengan dimediasi lang­sung Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana dan Wa­kapolres AKBP Chairul Aziz.

Jangan Sobek Kamtibmas

Dalam mediasi yang berlang­sung hampir dua jam di Mapol­resta Padang itu, Kapolres kem­bali mengingatkan agar kedua belah pihak untuk menahan diri. Sebagai pihak yang statusnya sama-sama berbadan hukum (PT KAI dan PT BMP) diminta un­tuk bertindak sesuai aturan hu­kum.  Tentang pokok persoalan, saling klaim yang berhak atas lokasi, silakan diselesaikan di pengadilan sampai mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

“Sebagai penanggung jawab utama Kamtibmas di Kota Pa­dang, kami dapat perintah dari pimpinan kami, Kapolda Sumbar untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif menjelang bulan Ramadhan dan Pilkada serentak tahun ini. Jangan sobek-sobek Kamtibmas di daerah ini dengan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan hukum. Siapapun yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, kami tangkap dan tindak sesuai aturan hukum,” kata Kapolres menegaskan.

Kombes Wisnu Andayana juga mengingatkan, sekarang bukan lagi zamannya adu kuat apalagi bertindak arogan. Ini negara hukum, bukan negara kekuasaan. Siapapun di negara ini, termasuk polisi sekali pun, harus bertindak sesuai aturan hukum berlaku.

Untuk itu, Kapolresta Padang meminta, agar PT BMP dan PT KAI menahan diri dan meng­hormati himbauan dan saran dari Kapolreta untuk menunda pelak­sanaan pemasangan patok PT KAI dan terlebih dulu menye­lesaikan masalah yang me­nyang­kut hak atas kepemilikan tanah melalui jalur hukum sampai adanya keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Himbauan dan saran ini tertuang dalam Surat Kapolresta Padang Nomor B/37/VI/2015/Resta.

“Bila dalam peristiwa di lapa­ngan tadi ada pihak yang tidak puas dan merasa dirugikan, sila­kan tempuh jalur hukum, baik pidana maupun perdata,” kata Kapolresta di depan pimpinan PT KAI dan PT BMP.

Dari PT KAI hadir Vice Pre­sident Divre II Sumbar  PT KAI Ari Soepriadi, Kepala Polsuska AKBP Zulbahri, Divisi Hukum KAI Sardan dan Indra. Sedang dari BMP hadir GM Basko Hotel dan Mal Roby Wiryawan, Di­rektur Operasional Basko Zul Efendi dan kuasa hukum Nasdion Chalidi, SH, MKn.

Ari Soepriadi, prinsipnya setuju dengan saran Kapolresta Padang untuk menjaga Kam­tibmas dan menyelesaikan masa­lah ini sesuai jalur hukum. Na­mun, dia tetap bertahan untuk tetap memancang patok di pintu masuk PT BMP.

Zul Efendi dari PT Basko juga setuju penyelesaian masalah seng­keta hak atas kepemilikan tanah diselesaikan di pengadilan dan memastikan tidak akan bertindak di luar hukum yang dapat meng­ganggu Kamtibmas. Untuk tindak pengrusakan secara bersama-sama  yang dilakukan pimpinan dan karyawan PT KAI, PT BMP akan melaporkan ke polisi, ter­masuk tindak pidana penghinaan yang diduga dilakukan VP PT KAI Divre II Ari Soepriadi ter­hadap pengusaha Basrizal Koto, juga dilaporkan di Mapolresta Padang.

Buktikan Mafia

Sementara H Basrizal Koto yang mengetahui dirinya dihina dengan sebutan pengusaha mafia, menantang VP PT KAI Divre II Sumbar Ari Soepriadi untuk membuktikan perkataannya yang diucapkan di depan umum tersebut.

“Dia harus bisa membuktikan saya mafia. Jika tidak bisa mem­buktikan, saya secara pribadi akan menuntut dia,” kata Basrizal yang dikonfirmasi via telepon, kemarin.

Sebagai Ketua Ikatan K­e­luarga Minang Riau (IKMR) dan Ketua Umum Saudagar Minang Indonesia, Basrizal yang juga besan dari Wagub Sumbar H. Muslim Kasim dan mantan Ka­jati Sumbar Dr. Bagindo Fachmi, SH,MH, merasa sangat terusik dengan pernyataan VP PT KAI Divre II Sumbar itu.

“Coba, mau ditaruh dimana muka saya mendengar penghi­naannya itu. Bagaimana perasaan keluarga saya, karyawan saya, orang Minang dan para saudagar Minang di Indonesia, jika saya memang seorang mafia seperti yang diucapkan pimpinan PT KAI itu,” ujar Basrizal, suami dari Hj. Mukhniarti, SE, MSi, anggota Komisi III DPR RI dari Partai Demokrat ini.

“Besok (hari ini-red), saya akan ke Padang membuat perhi­tu­ngan. Sebagai warga negara yang menghormati hukum, tentu saya menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Basrizal.

VP PT KAI Divre II Sumbar Ari Soepriadi dalam pertemuan dengan PT BMP yang dimediasi Kapolresta Padang, tetap mem­bantah, bahwa dia menghina Basko. “Tidak ada saya menghina Basko. Yang saya maksudkan banyak mafia tanah di Indonesia,” katanya di hadapan Kapolresta.

“Sudahlah, kami punya ba­nyak saksi dan bukti, Pak Ari memang menghina pemilik BMP. Dengan segala hormat, izinkan kami menyelesaikan masalah ini secara hukum,” kata Zul Efendi.

Selesai pertemuan dengan PT KAI itu, Zul dan Roby langsung melaporkan tindak pidana peng­hinaan dan pengrusakan secara bersama-sama yang diduga dila­ku­kan pimpinan dan karyawan PT KAI Divre II Sumbar ke SPK Polresta Padang. Laporan dite­rima Aiptu Bukhari dengan Nomor LP/885/K/VI/2015-Spkt Unit II untuk tindak pidana penghinaan dan LP/886/K/VI/2015-Spkt Unit II untuk laporan tindak pidana pengrusakan. (h/dib/nas)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]