PT KAI Tak Hiraukan Surat Kapolres


Ahad, 07 Juni 2015 - 20:59:01 WIB

Suasana tegang sempat mewarnai pagi tersebut, karena puluhan karyawan PT BMP dan ratusan kar­yawan PT KAI sempat sa­ling berhadap-hadapan. Zai­nir, Koordinator Lapangan

(Korlap) dari PT KAI yang di­dampingi VP PT KAI Ari Soe­priadi yang memimpin rombo­ngan, dengan toa, begitu turun dari kereta api pukul 07.30 WIB mengumumkan akan memasuki areal PT BMP. Mendengar itu, puluhan karyawan PT BMP ber­baris membuat pagar betis di gerbang masuk.

Direktur Operasional PT BMP Zul Efendi dan General Manager Basko Grand Mall Roby Wiryawan meminta kepada Zai­nir untuk berkomunikasi dan ber­negosiasi. Namun Vice Pre­siden PT KAI Divre II Sumbar Ari Soepriadi menolaknya. “Ti­dak ada komunikasi dan ne­gosiasi, lanjut terus!,” kata Ari menyerukan. Lalu, Zul Efendi membacakan Surat Kapolresta Padang yang meminta agar pe­nertiban ditunda dan  agar di­patuhi oleh PT KAI. “Tidak ada itu. Urusan polisi, nanti saya yang urus. Maju terus!” teriak Ari Soepriadi lagi.

Surat yang dibacakan Zul Efendi diterbitkan oleh Kapolres Padang Kombes Wisnu Anda­yana, Jumat 5 Juni 2015. Surat  itu bernomor B/37/VI/2015/Resta yang ditujukan untuk PT KAI dan PT BMP dengan se­jumlah tem­busan ke pihak terkait. Inti surat Kapolres Padang  me­minta dan menyarankan PT KAI menunda pelaksanaan penerti­ban, pemasa­ngan patok dan asset PT KAI di belakang eks Kantor PBB, Air Tawar Padang, sekaligus me­ngimbau agar kedua pihak mena­han diri serta menyarankan agar perkara PT KAI dan PT BMI yang menyangkut hak atas ke­pemilikan tanah diselesaikan dulu melalui jalur hukum sampai adanya kepu­tusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Namun Ari dan jajaran PT KAI me­ngatakan baru menerima surat tersebut Sabtu (6/6) pukul 05.00 WIB.

Di tengah-tengah terjadinya perang urat syaraf antara massa PT KAI dan PT BMP, sekitar pukul 08.00 WIB polisi pun bertindak dan berupaya me­nengahi kedua belah pihak. Jarak kedua ke­lompok massa pun mele­bar. Namun, di luar batas portal, karyawan PT KAI justru menge­bor dan merusak jalan yang ter­buat dari paving blok milik PT BMP.

Dirops Basko Group Zul Efendi meminta polisi agar meng­hentikan tindakan pengrusakan yang dilakukan karyawan PT KAI. Permintaan ini langsung dijawab oleh VP PT KAI Ari Soepriadi dengan berbagai dalil. Terjadi perdebatan antara PT BMP dengan PT KAI. VP PT KAI Ari Soepriadi mengeluarkan kata-kata penghinaan terhadap pemilik BMP H Basrizal Koto.

“Jangan Anda beripihak ke­pada pengusaha yang mafia se­perti itu,” kata Ari kepada Zul Efendi. “Anda jangan menghina ya, nanti saya tuntut dan lapor­kan,” kata Zul Efendi. “Silakan laporkan,” jawab Ari pula.

Pernyataan itu didengar oleh beberapa orang yang berada di lokasi, seperti Kompol Arga Muda, seorang polisi bernama E. Darma A, Wartawan Antara Sumbar Wira Hospita, Wartawan Padang Ekspres Taufik, Warta­wan TVRI Novika. Kemudian disaksikan oleh dan banyak lagi saksi lain di lokasi yang men­dengar tuduhan itu.

“Itu penghinaan, pencemaran nama baik. Bapak Ari saya catat. Anda mengatakan Basko pe­ngu­saha mafia kan? Saya catat itu. Saya tuntut,” tegas Zul. Namun, Ari berdalih, ia tidak mengatakan Basko pengusaha mafia, namun banyak pengusaha mafia seperti itu.

“Catat saja. Silakan Catat. Siapa yang mengatakan Basko pengusaha mafia? Saya hanya mengatakan, banyak mafia tanah seperti itu,” ujarnya.  Adu mulut antara Ari dengan Zul tersebut kemudian diketengahi oleh Kom­pol Arga Muda. “Daripada ribut, silakan lewat proses hukum, karena ini posisi tengah,” katanya.

Kabag Ops Polresta Padang Kompol Argamuda berupaya mendinginkan suasana, lalu me­minta pimpinan BMP dan PT KAI bertemu di Mapolres Pa­dang. Pukul 09.00 WIB GM Basko Grand Mall Roby Wirya­wan, Dirops Basko Group Zul Efendi dan kuasa hukumnya Nasdion Chalidi hadir di Ma­polres. Dari pihak PT KAI hadir VP PT KAI Ari Soepriadi bersa­ma Kepala Polsuska KAI AKBP Zulbahri dan Divisi Hukum Sardan dan Indra.

Pada pukul 11.00 WIB me­diasi yang dipimpin Kapolres Kombes Pol Wisnu Andayana dan Wakapolres AKBP Chairul Aziz memutuskan agar kedua pihak menahan diri, penertiban agar  ditunda sampai adanya putusan pengadilan yang berke­kuatan hukum tetap, kedua pihak menyelesaikan perkara di penga­dilan. Bagi pihak yang merasa dirugikan dalam peristiwa Sabtu (6/6), disarankan menempuh jalur hukum; baik pidana maupun perdata. Kapolres juga meminta kedua pihak yang sama-sama berstatus sebagai Badan Hukum PT KAI dan PT BMP agar ber­tindak sesuai dengan aturan hukum. Jangan sampai arogan dan menggunakan kekuatan.

Berikutnya pukul 12.00 WIB, pimpinan Basko membuat dua laporan polisi di SPK Polres. Zul Efendi melaporkan tindak peng­hinaan yang dilakukan VP PT KAI Ari Soepriadi, dengan No­mor Laporan: LP/885/K/VI/2015-Spkt Unit II dan  Roby melaporkan tindak pengrusakan secara bersama-sama atas jalan yang dibangun PT BMP dengan paving blok yang dibor, di­bongkar dan dipasang plang di atasnya dengan Nomor Laporan : LP/886/K/VI/2015/Spkt Unit II. Begitu laporan disampaikan, penyidik pun langsung meminta keterangan atau berita acara pemeriksaan (BAP) kepada Zul Efendi dan Roby Wiryawan.

Langgar Surat

Peristiwa semena-mena oleh jajaran PT  KAI berawal dari surat PT KAI Divre II Sumbar buat Nomor KA.203/V/13/DIVRE II SB-2015 tanggal 18 Mei 2015, perihal “Pemberitahuan Terakhir Penertiban, Pemasangan Patok dan Pengamanan Aset Tanah Milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kepada Pimpinan PT Basko Minang Plaza. Surat yang ditandatangani VP Divre II Sum­bar Ari Soepriadi itu diterima pihak PT BMP pada tanggal 20 Mei 2015.

Menanggapi surat tersebut, pa­da 21 Mei 2015, GM Basko Grand Mall (PT BMP) Roby Wiryawan dan Dirops  Basko Group Zul Efendi mendatangi Kantor PT KAI Divre II Sumbar di Simpang Haru untuk menemui VP PT KAI Divre II Sumbar. Namun, dengan alasan VP sedang tugas luar, pihak BMP akhirnya bertemu dengan Kadiv Hukum PT KAI Sardan. Kadiv Hukum PT KAI menerima langsung surat balasan PT BMP yang intinya meminta PT KAI tidak mela­kukan perbuatan melawan hu­kum di lokasi yang sudah dikuasai BMP sejak tahun 1994 lalu dan sedang diproses penerbitan se­r­tifikatnya dengan keluarnya Surat Ukur dari BPN atas nama Basrizal Koto.

Berikutnya pada 27 Mei 2015, PT KAI membuat surat balasan yang intinya mereka tetap akan melakukan penertiban. PT BMP pun pada 29 Mei 2015, membalas surat PT KAI, yang intinya me­minta PT KAI menghormati hukum dan jika tetap mengklaim lokasi adalah milik PT KAI, silakan buktikan di pengadilan. Jika masih tetap masuk dan melakukan perbuatan melawan hukum, BMP akan memper­tahankan hak dengan segenap daya dan tenaga.

Pada 1 Juni 2015, PT BMP membuat surat kepada Kapolres Padang, isinya mohon penga­manan lapangan dan memper­tanyakan laporan pengrusakan oleh PT KAI terhadap areal bersertifikat di Basko Hotel dan Basko Mall pada tanggal 1 No­vember 2011 lalu. Selanjutnya, 3 Juni 2015, Dirops Basko Group Zul Efendi dan GM Basko Grand Mall Roby Wiryawan menemui Kapolres Padang Kombes Pol Wisnu Andayana di Mapolres, menyerahkan Surat tanggal 1 Juni 2015 dan melaporkan seutuhnya latar belakang perkara PT KAI-PT BMP.

Setelah itu, Jumat 5 Juni 2015, Kapolres Padang menerbitkan Surat  Nomor B/37/VI/2015/Resta yang ditujukan untuk PT KAI dan PT BMP dengan se­jumlah tembusan ke pihak terkait. Inti surat Kapolres Padang  me­minta dan menyarankan PT KAI menunda pelaksanaan pener­tiban, pemasangan patok dan asset PT KAI di belakang eks Kantor PBB, Air Tawar Padang, sekaligus menghimbau agar ke­dua pihak menahan diri serta menyarankan agar perkara PT KAI dan PT BMI yang me­nyang­kut hak atas kepemilikan tanah diselesaikan dulu melalui jalur hukum sampai adanya keputusan pengadilan yang memiliki ke­kuatan hukum tetap.

Surat Kapolresta Padang itu­lah yang tidak dihiraukan oleh jajaran PT KAI Divre II Sumbar. Di mana, pada 6 Juni 2015 pukul 06.00 WIB, sejumlah karyawan PT KAI dan mobil PT KAI diparkir di depan pintu gerbang masuk PT BMP. Berikutnya pada pukul 07.30 WIB datang lagi rombongan kedua PT KAI de­ngan kereta api dan turun di stasiun dekat gerbang PT BMP. Koordinator Lapangan (Korlap) rombongan itu Zainir sedangkan pemimpinnya langsung VP PT KAI Divre II Sumbar Ari Soe­priadi.  Dengan pengeras suara, mereka mengumumkan akan memasuki areal PT BMP.  (h/tim)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]