Pembakar Anak Kandung Dituntut 10 Tahun Penjara


Senin, 08 Juni 2015 - 19:03:51 WIB

“Berdasarkan kete­ra­ngan sejumlah saksi, ditam­bah dengan barang bukti yang dihadirkan dalam per­sidangan, kami Jaksa Pe­nuntut Umum menilai per­buatan terdakwa ber­ten­tangan dengan pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Untuk itu, kami menuntut terdakwa dengan hukuman 10 tahun pen­jara,” sebut JPU Limra Mesdi, saat membacakan tuntutan.

Terdakwa sendiri ha­nya bisa menundukkan kepala sembari sesekali melirik kearah JPU dan majelis hakim, saat jaksa mem­bacakan nota tun­tutan ter­hadap dirinya. Usai men­dengarkan tun­tutan jaksa, sidang ke­mu­dian ditunda selama satu minggu dengan agenda vonis hakim.

Sebelumnya, dalam dak­­­­waan yang dibacakan oleh JPU disebutkan, pem­­bakaran anak kandung oleh ayah ini terjadi pada 22 Januari 2015 yang lalu, sekitar pukul

17.00 WIB, diteras ru­mah milik terdakwa. Pada waktu itu, terdakwa sedang tidur di dalam rumahnya, dibangunkan oleh anaknya yang lain bernama Eni Maria.

Eni memberitahukan kepada terdakwa, bahwa Resi, panggilan Resianna, telah mengambil uang mi­lik Herlimanto (adik ter­dakwa). Kemudian, ter­dakwa keluar dari kamar dan pergi ke teras ru­mah­nya. Sesampai di teras ru­mah, terdakwa bertemu dengan istrinya, Sartini, yang saat itu sedang me­nggendong anaknya yang masih kecil. Bersama Sar­tini, ada juga Resi yang sedang duduk di teras ru­mah tersebut. Sartini mem­beri tahu terdakwa, bahwa uang yang diambil Resi se­nilai Rp100 ribu. Terdakwa kemudian menghampiri Resi dan menanyakan pe­rihal uang tersebut. Namun, Resi menjawab tidak tahu.

Setelah itu, terdakwa mengambil minyak tanah dari dalam kamarnya dan menyiramkan cairan ter­sebut ke tubuh Anna yang saat itu sedang duduk di lantai rumah. Akibatnya, kepala dan baju Resi basah oleh minyak tanah tersebut.

Sambil menangis, Resi ber­lari dari dalam ru­mah­nya dan duduk kembali di teras. Terdakwa meng­ham­piri Anna sambil meme­gang mancis dan menga­rahkan benda itu ke tubuh anaknya tersebut. Mes­ki­pun Sartini sudah berusaha melarang terdakwa agar tidak membakar Resi, na­mun pria ini tidak meng­hiraukannya.

Terdakwa kemudian menyalakan api mancis yang ada ditangannya dan membakar bagian bawah baju yang dipakai Resina, sehingga tubuh korban juga turut terbakar. Ketika tu­buhnya terbakar, sambil menangis, Resi langsung berdiri dan jatuh ke lantai dan akhirnya pada 23 Ja­nuari 2015, sekitar pukul 08.00 WIB, korban meng­hembuskan nafas terakhir. (h/hel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 10 April 2017 - 19:14:58 WIB

    Ribuan Massa GNPF MUI Demo di Padang Tolak Tempat Pembakaran Mayat

    Ribuan Massa GNPF MUI Demo di Padang Tolak Tempat Pembakaran Mayat PADANG, HALUAN - Sebanyak 2.500 masyarakat yang tergabung ke dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Sumbar melakukan aksi zikir di Masjid Agung Nurul Iman, Jalan M Yamin, Kecamatan Padang Se.
  • Sabtu, 13 Februari 2016 - 04:11:21 WIB

    Walikota Sidak Pembakaran Pohon

    Walikota Sidak Pembakaran Pohon PADANG, HALUAN — Sering terjadinya pohon tumbang di Kota Padang dika­renakan berbagai hal. Salah satunya yakni rapuhnya pohon akibat adanya aktifitas pembakaran sampah tepat di bawah pohon tersebut..
  • Senin, 25 Januari 2016 - 15:43:58 WIB

    Polisi Ringkus Pembakar Rumah di Tunggul Hitam

    PADANG, HALUAN — Sempat melarikan diri dari pengejaran polisi, tersangka pem­bakaran rumah yang terjadi di Kompleks Harmoni Blok E no 9 dan 10 Kelurahan Dadok Tunggul Hitam (6/1) lalu berhasil ditangkap di Pasar Inpres Ba.
  • Senin, 15 Juni 2015 - 19:15:49 WIB

    Pembakar Anak Kandung Divonis 10 Tahun Penjara

    Padang, Haluan— Bonar Ventura Sabeilai (34), warga Dusun Sirisurak, Desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah, Kabu­paten Mentawai, terdakwa pembakar anak kandungnya bernama Resiana (9) hanya bisa menunduk saat majel.

  • Selasa, 02 Juni 2015 - 18:51:12 WIB

    Ayah Pembakar Anak Kandung Berdalih Khilaf

    Padang, Haluan — Bonar Ventura Sabeilai (34), terdakwa pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri Resiana (9) dengan cara membakar, mengaku khilaf telah melakukan perbuatan tersebut. Menurutnya, perbuatan nekad itu sama.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]