Garabak Data yang Masih Memprihatinkan


Senin, 08 Juni 2015 - 19:15:24 WIB
Garabak Data yang Masih Memprihatinkan

Kuda beban jadi pilihan sarana transportasi barang, karena jalanan menuju Nagari Garabak Data, seperti gelamai sedang dimasak dalam kancah atau sawah berlumpur dalam yang tak sangat sulit ditembus oleh kendaraan roda empat, termasuk juga sepeda motor.  Setiap Kamis yang meru­pakan hari pasar mingguan di Nagari Talang Babungo, Keca­matan Hiliran Gumanti bisa dilihat banyak kuda beban yang mengangkut hasil pertanian dari Nagari Garabak Data ke pasar Talang Babungo.

Baca Juga : Bertemu Gatot Nurmantyo dan Rizal Ramli, Ketua DPD RI: Pemerintah Harus Dikoreksi

Pada sore hari kuda beban itu kembali lagi ke Nagari Garabak Data membawa barang kebutu­han harian masyarakat untuk yang akan mereka gunakan selama satu pekan ke depan. Nagari Gara­bak Data sudah dikenal sejak abad ke-18 oleh tim peneliti Central Sumatra Expeditie (1877-1878) dari Universiteit Leiden yang dipim­pin A. L. Van Hasselt, yang dibantu Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.  A. L. Van Hasselt termasuk kelompok orang Eropa pertama yang mengunjungi Garabak Data.

Jalur Talang Babungo - Garabak Data - Kabupaten Dharmasraya sudah dibuka sejak lebih dari 10 tahun lalu akan tetapi hingga sekarang belum juga ada kelanjutan pembangunannya. Tahun 2012 Pemprov Sumbar sudah menyediakan anggaran pembangunan jalan Dharmasraya - Garabak Data - Talang Babungo sebesar Rp40 miliar. Tapi proyek tersebut tidak berjalan, karena terhambat oleh status lahan yang termasuk  dalam kawasan hutan lindung.

Baca Juga : Menko Perekonomian-Mentan Salurkan 20 Ribu DOC Ayam Petelur ke Rumah Tangga Miskin

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, akhir pekan lalu datang langsung ke Nagari Garabak Data guna me­ngetahui kondisi masyarakat dan menjemput aspirasi mereka. Kemelaratan yang dihadapi oleh masyarakat Nagari Garabak Data  disaksikan langsung oleh Gubernur Irwan Prayitno. Gubernur pun berjanji akan langsung me­laksanakan rapat dengan Pemerintah Kabupaten Solok terkait pengentasan Garabak Data sebagai daerah terisolir.

Gubernur menjelaskan, dari sejumlah usulan yang diusulkan oleh masyarakat, ada beberapa yang bisa disiapkan di tahun 2015 ini, ada juga untuk tahun 2016, kemudian ada yang sifatnya multi years dan ada beberapa yang mesti diproses. Seperti tahun 2015, ada bantuan untuk tower operator seluler untuk handphone dan beberapa pendukung pertanian, kemudian ada bantuan untuk penimbunan jalan dibeberapa titik. Selain itu juga akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Listrik jalan dan beberapa pendukung peternakan peternakan disiapkan tahun depan.

Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anantanur mengakui Garabak Data yang masih terisolir apabila dibandingkan dengan Nagari-Nagari lain di Kabupaten Solok. Ini disebabkan karena belum ada jalan yang layak, karena di sekeliling Garabak Data jalan menuju ke Garabak Data atau keluar Garabak Data harus melewati kawasan hutan lindung.

Kondisi Nagari Garabak Data Tentu saja membuat kita miris dan sedih. Keterbatasan akses jalan dan transportasi membuat 963 Kepala Keluarga (KK) atau 2.556 jiwa benar-benar tertinggal. Mereka terkungkung dalam seluruh keterbatasan di negeri yang telah merdeka sejak 70 tahun lalu . Jika tidak ada solusi segera, maka generasi Garabak Data akan terus terbelakang. Masa depan mereka selalu akan suram. Mimpi-mimpi mereka terkubur  dalam lumpur jalanan ke nagari itu.

Tentu saja kita dan masyarakat Garabak Data sangat tidak menginginkan keterisoliran dan kondisi serba sulit yang dihadapi mereka senantiasa menjadi komoditi politik menjelang Pilkada atau pemilu. Yang terpenting bagi mereka adalah perjuangan kongkrit yang berbuah perubahan dan kemajuan bagi kehidupan dan masa depan masyarakat Nagari Garabak Data. Meski ada rencana dan target yang terukur, kapan permasalahan Garabak Data bias terselesaikan? **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]