PLN PADANG PANJANG DIDEMO

Warga Malalo melakukan aksi demo. Mereka menuntut PLN tidak memadamkan listrik di daerah mereka. Warga ini juga mengancam memblokade PLTA Singkarak jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

PADANG PANJANG, HA­LUAN—Masyarakat Ma­lalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar mendatangi  kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Padang Pan­jang Senin (8/6). Mereka menggelar aksi menuntut pihak PLN untuk tidak me­ma­damkan lagi listrik di daerah mereka. "> PLN PADANG PANJANG DIDEMO

Warga Malalo melakukan aksi demo. Mereka menuntut PLN tidak memadamkan listrik di daerah mereka. Warga ini juga mengancam memblokade PLTA Singkarak jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

PADANG PANJANG, HA­LUAN—Masyarakat Ma­lalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar mendatangi  kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Padang Pan­jang Senin (8/6). Mereka menggelar aksi menuntut pihak PLN untuk tidak me­ma­damkan lagi listrik di daerah mereka. " /> PLN PADANG PANJANG DIDEMO

Warga Malalo melakukan aksi demo. Mereka menuntut PLN tidak memadamkan listrik di daerah mereka. Warga ini juga mengancam memblokade PLTA Singkarak jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

PADANG PANJANG, HA­LUAN—Masyarakat Ma­lalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar mendatangi  kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Padang Pan­jang Senin (8/6). Mereka menggelar aksi menuntut pihak PLN untuk tidak me­ma­damkan lagi listrik di daerah mereka. " />

Warga Malalo Ancam Blokade PLTA Singkarak


Senin, 08 Juni 2015 - 19:32:15 WIB

Sekitar 200-an massa tersebut  datang dengan cara konvoi menggunakan ken­daraan roda empat dan pulu­han kendaraan roda dua yang dikawal pihak kepo­lisian. Aksi ini  sempat me­macetkan arus lalu lintas di kawasan kantor PLN  yang bersebelahan jalan dengan kantor Balaikota sejak aksi dimulai pukul 10 WIB.

Mereka datang untuk me­nyuarakan aspirasi mereka kepa­da pihak PLN. Mereka menya­takan  kecewa dengan kinerja PLN yang sering kali mematikan listrik di daerah mereka dan  menyebabkan kerugian karena rusaknya barang-barang eletronik di rumah mereka.

Ratusan warga  yang geram karena sering matinya listrik tersebut, mulai melakukan orasi dan membentangkan spanduk yang berisi beberapa poin tun­tutan masyarakat Batipuah Sela­tan kepada pihak PLN.

Dalam orasinya mereka me­nyampaikan bahwa PLN harus mengganti rugi semua barang-barang eletronik mereka yang rusak akibat seringnya pemada­man listrik. Aksi yang belangsung siang hari itu juga diwarnai pelem­paraan barang-barang elektronik berupa televisi,  magicjar,dan komputer computer yang rusak akibat pemadam listrik yang kerap kali terjadi di pintu kantor PLN Rayon Padangpanjang.

“Kalau kami telat bayar lis­trik, kami pasti kena denda. Kalau PLN mematikan listrik, kami tidak pernah menuntut apa-apa. Sekarang kami telah muak karena ini sudah terjadi bertahun-tahun,” kata Afriadi, koordinator demo ketika menyampaikan orasinya.

Afriadi menuturkan, pihak­nya akan tetap bersikeras supaya tuntutannya dipenuhi  dan tidak akan menerima alasan apapun terhadap pemadaman yang sering terjadi itu karena itu sudah men­jadi tanggung jawab dan pekerjaan dari pihak PLN. Apabila tuntutan mereka itu tidak ditanggapi, mereka mengancam akan  mela­kukan blokade terhadap PLTA Singkarak pada tanggal 29 Juni 2015.

“Kami merasa tidak mene­rima  kontribusi dari pihak PLN.  Pada hal, air Danau Singkarak digunakan sebagai pembangkit listrik, tetapi masyarakatnya tidak merdeka dalam pemakaian listrik,” tambahnya.

Setelah setengah jam melaku­kan orasi, pihak PLN akirnya bersedia menerima perwakilan aksi dua orang dari tiap nagari dan melakukan pembicaraan terkait tuntutan yang disampaikan oleh perwakilan pemuda Malalo dan Batipuah Selatan.

Pimpinan Kantor PT PLN (persero) Rayon Padang Panjang Yessi Indra mengatakan, tidak stabilnya penerangan  di daerah Batipuh Selatan  bukanlah dise­ngaja, namun tanaman milik  warga mengganggu jaringan lis­trik tegangan udara (JTU).

“Putusnya arus, murni karena kondisi alam.  Sebelumnya kita juga telah koordinasikan kepada pemilik kebun untuk melakukan pemangkasan. Namun, pemang­kasan tidak maksimal karena adanya larangan dari warga de­ngan alasan akan terjadinya penurunan  penghasilan kebun, “terang Yessi kepada wartawan.

“Ya, kami akan berusaha memenuhi kebutuhan masya­rakat atas tuntutannya. Kita juga akan langsung turun bersama tim ke lokasi untuk melakukan pe­ngecekan  terhadap kondisi di lapangan. Kita berjanji kondisi itu akan segera disikapi secara serius hingga 29 Juni mendatang. Insyaallah kondisi tersebut akan segera stabil,”jelas Yessi di hada­pan warga Batipuh Selatan seraya akan melakukan pengelolaan jaringan listrik lebih baik lagi.

Setelah satu jam melakukan pembicaraan dengan pihak PLN Rayon Padang Panjang dan juga dihadiri oleh Perwakilan Cabang Bukittinggi, didapat beberapa inti kesepatan di antaranya, tidak akan ada lagi pemadaman listrik secara tidak menentu di kawasan Batipuah Selatan, pihak PLN tidak akan melakukan lobi kepa­da tokoh masyarakat.

Terkait  tuntutan dari masya­rakat Batipuh Selatan, pihak PLN akan kembali membuka jembatan Om­blin sebagai pengaturan air danau.

Kesepakatan yang ditanda­tangani oleh Manajer PLN Rayon Padang Panjang Yessi Indra dan disaksikan oleh perwakilan mas­yarakat, langsung disambut sukacita oleh masyarakat yang telah menunggu hasil pertemuan tersebut.  (h/mg-pis/one)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]