Transaksi di Dalam Negeri Wajib Pakai Rupiah


Selasa, 09 Juni 2015 - 19:56:34 WIB
Transaksi di Dalam Negeri Wajib Pakai Rupiah

Eko menjelaskan, kewajiban tersebut juga tercantum dalam PBI No.17/3/PBI/2015 tentang kewajiban penggunaan rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga : Ada Apa? Sir Alex Ferguson Tiba-tiba Tulis Surat Selamat Tinggal ke Keluarga

“Kami ingin menegaskan, penggunaan rupiah sudah diatur dalam UU mata uang No. 7/2013, selain itu ada UU lain yaitu UU No. 39/2009 terkait dengan KEK, UU No. 36/2000 terkait kawasan perdagangan bebas, lebih ditekankan masalah kedaulatan, ada Perpres No.26/2012 juga ditegaskan penetapan tarif layanan dengan menggunakan rupiah jadi tegas harus menggunakan rupiah,” jelas dia.

Eko menyebutkan, di dalam ketentuan umum, kewajiban penggunaan rupiah menganut azas teritorial, selama ada di wilayah NKRI wajib menggunakan rupiah. Transaksi dan pembayaran, wajib menggunakan rupiah.

Baca Juga : Israel Diramal akan Lenyap dalam 25 Tahun ke Depan

“Kemudian diatur kewajiban pencantuman harga barang dan jasa dalam rupiah dan dilarang mencantumkan harga barang dual (dua mata uang), jadi rupiah berapa, dolar berapa jadi harus satu, baik harga, biaya jasa, sewa menyewa tarif, itu pakai rupiah,” tandasnya.  (h/dtc)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]