14 Daerah Ambil Bagian dalam Festival Randai 2015


Selasa, 09 Juni 2015 - 20:03:55 WIB

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Panitia Festival Ran­­­dai 2015 Gatot San­toso kepada sejumlah war­tawan pada Selasa (9/6). Festival yang digelar di Taman Bu­daya Padang ter­sebut digelar selama dua hari dan hanya 5 ka­bu­paten/kota saja yang tidak ambil bagian.

“Terang saja ini me­ru­pakan upaya kita untuk me­ngin­vertarisir kebu­dayaan asli Minangkabau agar tak dilupakan akibat kemajuan zaman. Dari se­luruh ka­bu­paten/kota, ha­nya Dhar­mas­raya, Pa­sa­man, Pasaman Barat, Sa­wah­lunto dan Paya­kumbuh saja yang tidak me­ngirim utusan. Namun 14 pe­nam­pilan dari daerah lain­nya sudah cukup menggem­birakan,” ucap Gatot.

Ia menegaskan, Dis­dik­bud telah memiliki tekad yang bulat untuk terus mela­kukan upaya invertarisir ter­hadap kesenian asli Mi­nang­kabau. Tekat tersebut telah ditanam kuat sejak kebu­dayaan disatukan de­ngan dinas pendidikan pada awal Tahun 2015 yang lalu. Setelah Festival Shalawat Dulang sukses digelar be­berapa wak­tu yang lalu, ia berharap Festival Randai juga akan meraih sukses yang sama. Tak lupa ia ber­pesan agar generasi muda secara perlahan ber­sedia mengalihkan keter­tarikan terhadap budaya lo­kal yang memiliki sarat mak­na dan pelajaran.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Sumbar Syam­surizal mengatakan, upaya pelestarian budaya Minang adalah tanggung jawab ber­sama, tidak hanya menjadi kewajiban Disdikbud saja. Untuk itu ia berpesan agar seluruh elemen dalam ma­syarakat serius melakukan berbagai upaya pelestarian tersebut.

“Semua pengunjung, ter­masuk kami sangat bang­ga dapat menikmati per­tun­jukan randai yang di­tam­pilkan peserta dari kabu­paten/kota ini. Bu­daya kita adalah jati diri kita, menjadi tanggung jawab kita ber­sama untuk me­les­tari­kan­nya,” ungkap Syamsu.

Jika dimaksimalkan, lan­­­jut Syamsu, pelestarian ter­hadap budaya dan seni lokal akan lebih menarik minat pengunjung atau wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Se­perti seni Randai yang apabila dikemas sebaik mungkin akan dapat ber­saing dengan kesenian mo­dern yang memang sudah menjamur di tengah ma­syarakat saat ini.

Bertindak sebagai tim ­penilai untuk ge­laran fes­tival ini antara lain Ko­reo­grafer Inter­nasional Ery Mefri, Seni­man Ran­dai terkenal Sa­parman dan Bu­­­da­yawan Minang Musra Dahrizal Katik (Mak Ka­tik). Se­pan­jang pantauan Ha­luan, gela­ran festival pa­da hari per­tama cukup me­nye­dot perha­tian pengun­jung ta­man buda­ya dan Pan­tai Padang. (h/mg-isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]