Sutiyoso Kepala BIN


Rabu, 10 Juni 2015 - 18:54:46 WIB
Sutiyoso Kepala BIN

Ketua DPD PDI Per­juangan Jawa Barat TB Ha­sa­nudin tampak menyindir saat ditanya tentang figur Sutiyoso sebagai calon Ke­pala BIN yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo. “So­al Kepala BIN, pertama, kok tua banget ya, umur 70 tahun dengan kondisi peker­jaan ini. Kedua, setahu saya beliau itu yang nyerbu kan­tor DPP PDI Perjuangan. Saya tidak tahu pertimba­ngannya, saya harus tanya dulu,” ujar TB Hasanudin yang juga anggota Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Sena­yan Jakarta, Rabu (10/6/2015).

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Hanya saja, TB Hasa­nudin menegaskan pihaknya tidak akan melakukan protes atas penunjukan Sutiyoso sebagai Kepala BIN. Menu­rut dia, penunjukan Kepala BIN merupakan hak prero­gatif presiden. “Andaikan tidak setuju saya sebagai kader, itu hak prerogatif (Presiden), punya kekua­saan, ya bagaimanalah, ya sudahlah,” cetus TB Ha­sanudin.

Dalam kesempatan ter­sebut, TB mengingatkan kerja BIN bukanlah menga­wal pe­me­rintahan melain­kan me­ngawal bangsa dan negara. Pekerjaan yang berat dila­kukan BIN, kata mantan Sekretaris Militer Presiden Megawati periode 2001-2004 ini, mengubah mindset ope­rasi intelejen. “Sekarang me­ngetahui tanpa menyen­tuh, kalau dulu mengetahui dise­trum,” cetus TB Ha­sanudin.

Baca Juga : Perkuat Infrastruktur Digitalisasi Partai, Anis Matta Resmikan Gelora Media Centre

Sementara Ketua Ko­misi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengatakan usia Sutiyoso yang saat ini 70 tahun bisa menjadi kendala. Faktor kesehatan Sutiyoso tentu akan menjadi bahan pertimbangan bagi DPR. “Soal usia, apa bisa menjadi kendala atau tidak saat fit n proper kalau saat fit and proper test sehat gagah akan positif. Tapi kalau jadi ken­dala akan jadi pertimbangan komiisi I,” sebut Mahfudz.

Ia juga menegaskan Ke­pala BIN harus terbebas dari kepentingan partai politik. Terkait dengan posisi Suti­yoso sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persa­tuan Indonesia (PKPI), Mah­fudz menyarankan akan lebih baik, sebelum melaku­kan uji kelayakan dan kepa­tutan Sutiyoso mundur dari partai politik. “Akan sangat baik sebelum ke DPR mela­kukan uji kelayakan dan kepatutan ke Komisi I, Pak Sutiyoso menyatakan mun­dur dari ketum partai, ini akan memudahkan dalam fit and proper test,” tandas Mahfudz.

Sementara Tim Ko­mu­ni­kasi Presiden Teten Mas­duki mengatakan penun­jukan Sutiyoso dilatari pe­nga­lamannya di ketentaraan, intelejen dan sipil akan mem­bantu penugasan baru­nya sebagai Kepala BIN terutama dalam deteksi dini adanya ancaman terhadap stabilitas keamanan.

“Menghadapi tantangan bangsa yang semakin kom­pleks, Indonesia membu­tuhkan aparat intelejen yang profesional dan bekerja de­ngan cara-cara modern se­suai lingkup UU,” tegas bekas Koordinator Indo­nesia Corruption Watch (ICW) ini. (h/inl)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]