UNP Tidak Setuju Skripsi Dihapuskan


Rabu, 10 Juni 2015 - 18:58:05 WIB
UNP Tidak Setuju Skripsi Dihapuskan

Dilanjutkan Yanuar, da­lam skripsi dituntut bagai­mana maha­siswa bisa meme­cahkan masalah, sehingga akan melatih diri apabila nantinya ke masyarakat.

Baca Juga : Dinkes Kota Padang Sediakan Tempat Isolasi Guna Antisipasi Lonjakan Kasus Pasca Lebaran

“Skripsi menjadi bagian tidak terpsiahkan di Pergu­ruan Tinggi (PT) yang ber­basis riset. Saya kurang setuju kalau skripsi ini diha­pus­kan,” tegasnya.

Sejuah ini kata Yanuar, dengan menugaskan pem­buatan skripsi sebagai syarat untuk lulus S1 tidak mem­beratkan bagi maha­siswa sama sekali. “Jangancopy-paste, tapi kerjakan dengan pe­nuh kejujuran dan sungg­uh-sung­guh, itu tidak berat,” terangnya.

Baca Juga : Padang Aktifkan Kembali Kampung Nelayan untuk Tempat Karantina Covid-19

Skripsi ujar Yanuar, su­dah di­berlakukan sejak la­ma, tidak ada keluhan untuk itu. “Dosen saya tahun 50 an pun sudah buat skrip­si kok, tidak masalah tuh,” im­buh­nya. Hal senada juga disam­paikan Pembantu Rektor III UNP, Ir Agus Irianto. Ia mengata­kan, ilmu itu di­kem­bangkan dengan pengu­jian-pengujian yang intinya mem­butuhkan riset.

“Jadi, bagaimana ilmu itu bisa dikembangkan apa­bila risetnya dihilangkan,” terangnya. Melalui skripsi kata Agus, mahasiswa akan bisa mema­naje­men masalah dan mencari solusi­nya secara ilmiah dan itu mem­butuhkan pemikiran-pe­mikiran. “Jadi, saya rasa dengan meng­hi­langkan skripsi itu bukan suatu langkah bijak,” tutupnya. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]