Penyidik Reskrim Bakal Panggil Saksi Lain


Rabu, 10 Juni 2015 - 19:01:24 WIB

“Kami masih mendalami dua laporan kasus tersebut,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Franky M. Monathen kepada Haluan, Selasa (9/6).

Franky mengakui, bahwa da­lam laporan tersebut baru dua orang yang dimintai keterangan, sehingga perlu saksi lain yang berada di lokasi kejadian. Selain itu, penyidik juga akan mengum­pulkan barang bukti lainnya terkait dua laporan tersebut.

Untuk menyelesaikan perkara tindak pidana yang masuk di Polresta Padang, kata Franky, pihaknya harus berhat-hati dan teliti, sehingga tidak gegabah dalam melakukan tindakan. Maka dari itu, penyidik akan me­mang­gil beberapa saksi yang menge­tahui peristiwa dua laporan itu.

Apabila seluruh saksi dimin­tai keterangan dan barang bukti telah terkumpul, kata Franky, penyidik akan memanggil terla­por untuk dimintai keterangan. “Nantinya, semua keterangan tersebut akan dikonfrontir,” ung­kapnya.

Seperti berita sebelumnya, aksi penertiban aset PT KAI Divre II Sumbar ke lokasi PT Basko Minang Plaza (BMP),  Sabtu (6/6) sekitar pukul 08.00 WIB diwarnai suasana tegang. Karena puluhan karyawan PT BMP dan ratusan karyawan PT KAI sempat saling berhadap-hadapan.

Zainir, Koordinator Lapa­ngan (Korlap) dari PT KAI yang didampingi VP PT KAI Ari Soepriadi yang memimpin rom­bo­ngan, dengan toa, begitu turun dari kereta api pukul 07.30 WIB mengumumkan akan memasuki areal PT BMP. Mendengar itu, puluhan karyawan PT BMP ber­baris membuat pagar betis di gerbang masuk.

Kemudian terjadi perdebatan antara PT BMP dengan PT KAI. Sehingga VP PT KAI Ari Soe­priadi mengeluarkan kata-kata penghinaan terhadap pemilik BMP H Basrizal Koto. “Jangan Anda berpihak kepada pengusaha yang mafia seperti itu,” kata Ari kepada Zul Efendi. “Anda jangan menghina ya, nanti saya tuntut dan laporkan,” kata Zul Efendi. “Sila­kan laporkan,” jawab Ari pula.

Sebelum PT KAI melakukan aksi penertiban, Kapolresta Pa­dang terlebih dahulu mengirim­kan surat melalui surat nomor B/37/VI/2015/Resta meminta dan menyarankan PT KAI Divre II Sumbar menunda pelaksanaan penertiban, pemasangan patok di area belakang eks Kantor PBB, Air Tawar, Padang, yang merupa­kan akses gerbang masuk PT BMP.

Selain itu, juga mengimbau agar kedua pihak menahan diri serta menyarankan agar perkara PT KAI dan PT BMP yang me­nyangkut hak atas kepemilikan tanah diselesaikan dulu melalui jalur hukum sampai adanya kepu­tusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

Namun Ari dan jajaran PT KAI mengatakan baru menerima surat tersebut, Sabtu (6/6) pukul 05.00 WIB. Sehingga, PT KAI Divre II Sumbar tidak meng­hiraukan surat tersebut dan malah merusak dan memancang gerbang tersebut.

Akibat aksi tersebut, Zul Effendi, Roby Wiryawan dan didampingi kuasa hukum, Nas­dion Chalidi, SH, MKn, men­datangi Mapolresta Padang untuk membuat laporan terkait penghi­naan dan pengrusakan. (h/tim)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 24 November 2016 - 01:11:45 WIB
    BOS GULA BACAKAN PEMBELAAN

    Tanto Merasa Diperlakukan Tak Adil oleh Penyidik

    Tanto Merasa Diperlakukan Tak Adil oleh Penyidik PADANG, HALUAN — Terdakwa kasus peredaran gula tanpa label Standar Nasional Indonesia (SNI), Xaveriandy Sutanto, mem­bacakan pembelaan pribadi sebelum Penasihat Hukumnya (PH) mem­bacakan nota pledoi (pembelaan) atas tuntu.
  • Selasa, 16 Agustus 2016 - 04:50:34 WIB
    DUGAAN KORUPSI RUMDIS WAKO PADANG PANJANG

    Kapolda: Tuntaskan Penyidikan

    Kapolda: Tuntaskan Penyidikan PADANG, HALUAN — Kapolda Sumbar, Brigjen Pol Drs Basarudin, memerintahkan jajaran Polres Padang Panjang untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi rumah dinas (rumdin) Wako Padang Panjang, yang telah menetapkan istri Waliko.
  • Jumat, 16 Oktober 2015 - 20:11:31 WIB

    Penyidik Butuh Ahli Bahasa

    TINDAKLANJUTI LAPORAN IP

    PADANG, HALUAN - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat membutuhkan ahli bahasa untuk mempelajari laporan pencemaran nama baik terhadap Gubernur Sumatera.

  • Jumat, 22 Mei 2015 - 18:40:14 WIB

    Penyidik Polisi Lengkapi Berkas

    KASUS PENARI TELANJANG

    PADANG, HALUAN — Lima pria dan satu wanita, yang diduga penikmat dan per­tun­jukan tari telanjang telah di­amankan polisi. Ditahannya me­reka, berdasa.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]