Hari Pertama, Tak Seorangpun Mendaftar


Kamis, 11 Juni 2015 - 19:27:38 WIB

Lebih jauh Elwiza me­ngatakan, pada hari pertama pendaftaran memang belum ada  yang datang men­daftar. Menurut perkiraan, besar kemungkinan  bakal calon masih sibuk mem­persiap­kan berkasnya.

“Karena hari ini yang datang ke KPU Kabupten Solok baru hanya anggota tim sukses yang me­nga­bar­kan kandidatnya akan men­daftar dalam waktu de­kat,” tambahnya.

Dari cerita tim sukses itu, diperkirakan ada tiga bakal calon yang akan meng­guna­kan jalur inde­penden,yaitu  staf pengajar UIN Syarif Hidayatullah  Jakarta DR Lukman, Dan Lantamal Pa­dang Letkol Laut (PM) Drs Wahidup  dan mantan Ke­tua DPRD Kota Padang, Zul Herman.

Elwiza juga mengatakan persyaratan untuk maju me­lalui  jalur independen ti­dak­lah terlalu berat jika dibandingkan dengan meng­gunakan partai politik. Pa­sangan calon independen atau perseorangan yang akan maju pada Pilkada Kabu­paten Solok  hanya perlu mencari dukungan  paling sedikit 31.578 pendukung yang memenuhi syarat seba­gai pemilih. Dan pendukung itu   tersebar lebih dari 50 persen jumlah  kecamatan atau paling sedikit 8 ke­ca­matan yang ada di Kabu­paten Solok.

Dukungan itu, kata El­wiza, harus dibuat dalam ben­tuk surat pernyataan dukungan yang disetujui oleh pasangan calon per­seorangan, bermaterai, di­sertai dengan daftar nama-nama pendukung dan fo­tokopi KTP atau kartu ke­luarga atau paspor atau do­kumen kependudukan lain­nya yang masih berlaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Daftar nama  dukungan itu  berisi nomor urut, no­mor induk kependudukan (NIK), nama lengkap pen­dukung, tempat lahir, tang­gal lahir, umur, status per­kawinan, jenis kelamin, ala­mat dan tandatangan.

Daftar nama itu disusun sesuai  jorong  dan dijilid per­nagari serta setiap lem­barnya diparaf atau diberi tanda tangan oleh bakal pasangan calon perorangan.

Ditambahkan Elwiza, persyaratan itu tidaklah ter­la­lu berat bagi calon yang be­nar-benar memiliki basis masa. Dan Kabupaten Solok sen­diri  sebenarnya sangat merindukan adanya calon independen itu. Dengan adanya calon independen diharapkan aspirasi dari arus bawah atau aspirasi akar rumput mendapatkan tem­pat dalam proses politik. Ca­lon dari masyarakat  yang dianggap publik lebih ber­kualitas dapat bersaing se­cara fair dengan calon yang diusung segelintir elite partai politik.

“Walaupun per­sya­ra­tannya tak terlalu berat dan rak­yat sudah tak sabar me­nanti kehadiran pemimpin berkualitas, namun  sangat disayangkan, sampai hari ini calon dari akar rumput yang berkualitas dan mampu me­ningkatkan kesejahteraan rak­yat  itu belum juga men­daftar,” tukas Elwiza.

Gagal Daftar

Sementara itu, di Li­mapuluh Kota jelang pe­nu­tupan pukul 16.00 WIB, bakal calon perseorang Nini Maryon Khatib hanya bisa berkonsultasi. Karena lam­pu mati, proses pendaftaran tidak bisa dilanjutkan.

“Minimal satu hari je­lang hari-H atau Hari Ming­­gu, kami sudah men­daf­tarkan diri dan me­nye­rah­kan berkas dokumen du­kungan seluruhnya. Ka­mi tidak mau telat,” ujar Ni­ni “Bunda” Maryon Kha­­tib yang belum me­nye­but siapa pasangannya un­tuk maju di Pilkada Li­mapuluh Kota.

Dengan kondisi ini, Ke­tua KPU Ismet Aljannata bersama Sekretaris KPU Irfan Fanthuri menyatakan belum ada pasangan calon yang mendaftar di hari pertama pendaftaran.

Sementara itu, Kordiv Teknik KPU limapuluh Ko­ta Budi Mulya juga me­nga­takan, KPU membuka pen­daftaran hingga pukul 16.00 WIB sampai tanggal 15 Juni mendatang. Hanya saja, sore harinya, jelang pendaftaran hari pertama ditutup, datang bakal calon Bupati Lima­puluh Kota Nini Maryon Khatib. Sebab, listrik mati, maka Nini Maryon Khatib hanya berkonsultasi soal pendaftaran bakal calon perseorangan.

Selain Bunda, bakal ca­lon lain yang disebut akan tam­pil di persorangan ada­lah H Rifa Yendi-Zulhikmi.

Sesuai dengan pe­ngu­muman KPU Ka­bupaten Limapuluh Kota, Nomor 22 Tahun 2015 tentang Per­syaratan Dukungan Calon Per­seorangan maka du­ku­ngan paling sedikit 31.125 jiwa penduduk yang me­miliki hak yang tersebar di 7 kecamatan dalam wila­yah Ka­bupaten Limapuluh Kota.

Dukungan sebagaimana dimaksud dibuat dalam ben­tuk surat pernyataan du­kungan yang berisi, no­mor urut, nama lengkap pendukung, NIK atau no­mor dokumen ke­pen­du­dukan lainnya, jenis ke­lamin, ala­mat, tempat tanggal lahir/umur, belum/sudah/pernah kawin dan tanda tangan/cap jem­pol, kemudian disusun be­ru­rutan mulai jorong dan dijilid per nagari. (h/eri/nto)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]