BPOM Padang Sita 56 Dus Kosmetik Illegal


Kamis, 11 Juni 2015 - 19:40:30 WIB

 

Dari produk tersebut juga tidak ditemukan adanya lisensi dari BPOM atau pemerintah RI, sehing­ga produk tersebut dinilai illegal. BPOM rencananya akan mengi­dentifikasi seluruh produk yang disita ketika tiba di Kota Padang.

Dalam menyimpan produk kos­metik illegal itu, boleh dikata­kan distributor yang berinisal S cukup rapi dalam melaksanakan aksinya. Ini dapat dilihat saat penggerebekan, karena barang bukti tersebut dite­mukan dalam toilet yang terkunci rapat.

Kosmetik illegal itu juga dite­mukan dalam truk yang terparkir di depan rumah. Untuk menemu­kan itu, petugas harus kerja keras, karena kosmetik illegal itu di­cam­pur dengan barang ekspedisi lain­nya dalam truk. Memang, rumah distributor itu juga dijadi­kan se­bagai kantor ekspedisi barang.

Menurut Kepala Bidang Pe­me­riksaan dan Penyidikan BPOM Padang, Antoni Asdi, penggere­bekan tersebut dila­kukan setelah adanya info masya­rakat tentang adanya perdagangan kosmetik illegal oleh distributor kosmetik di Bu­kittinggi.

Atas laporan tersebut, kemu­dian BPOM Padang bersama Polda Sum­bar dan Dinas Kese­hatan Kota Bukittinggi akhirnya menggerebek rumah distributor yang dimaksud. Benar saja, ketika digerebek akhir­nya ditemukan produk kosmetik illegal.

“Pengakuan awal dari pelaku, kosmetik illegal ini dikirim dari Pulau Jawa ke Kota Bukittinggi. Aksi ini telah lama dilakukan pelaku, sudah sekitar lima tahun. Kami akan memeriksa pelaku lebih lanjut kemana kosmetik illegal ini akan didistribusikan,” ujar Antoni Asdi.

Antoni Asdi mengatakan, jika nantinya pelaku memang terbukti men­jual atau mengedarkan kos­metik illegal itu, maka pelaku bisa dijerat pasal 197 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kese­hatan.

Dalam pasal tersebut disebut­kan, setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau me­nge­darkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Syo­fia Dasmauli mengatakan, selama ta­hun 2015, Pemerintah Kota Bukit­tinggi belum menemukan adanya kosmetik illegal yang beredar di Kota Bukittinggi.

“Inikan distributor, bisa saja Ia menjual kosmetik illegal ini ke daerah lain, atau memang mung­kin pendistribusiannya sangat rapi, sehingga selama kami mela­kukan operasi, memang tidak ditemukan adanya kosmetik ille­gal di Bukit­ting­gi,” jelas Syofia.

Syofia menilai, razia yang dilaku­kan ini sangat melindungi masya­rakat, karena bisa men­cegah pereda­ran kosmetik illegal sampai ke tangan masyarakat. Jika sampai ke tangan masyar­akat, dikha­watirkan akan sangat berbahaya dan bisa saja menim­bulkan pe­nyakit kanker bagi pemakainya.

“Ada produk yang ditemukan seperti Temu Lawak, itukan untuk dimakan. Jika dipakai untuk kos­metik bisa berbahaya, kalau kom­posisinya tidak sesuai dengan atu­ran. Seberapa bahayanya jika dipa­kai, itu butuh penelitian lebih lanjut,” jelas Syofia Das­mauli. (h/wan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 27 Agustus 2019 - 13:25:55 WIB

    BBPOM Padang dan Kemendes PDTT Gelar Bimtek Keamanan Pangan

    BBPOM Padang dan Kemendes PDTT Gelar Bimtek Keamanan Pangan PADANG, HARIANHALUAN.COM - Program pangan aman merupakan program terintegrasi antara Badan POM dengan Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan target 2100 desa yang telah di inisiasi sejak tah.
  • Jumat, 01 Februari 2019 - 10:42:42 WIB

    Alat Uji DNA Masih Baru, BBPOM Padang Kirim Hasil ke Aceh

    Alat Uji DNA Masih Baru, BBPOM Padang Kirim Hasil ke Aceh PADANG, HARIANHALUAN.COM - Terkait pengujian laboratorium temuan daging babi, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang diperintahkan untuk mengirim hasil uji ke Regional Sumatera BBPOM di Aceh. Alasannya, k.
  • Selasa, 31 Oktober 2017 - 20:46:06 WIB

    BBPOM Padang: Waspada Keripik Jamur Ilegal

    BBPOM Padang: Waspada Keripik Jamur Ilegal PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang Martin mengimbau masyarakat supaya lebih berhati-hati mengenai beredarnya produk keripik jamur yang tidak ada izin edarnya. Meskipun, d.
  • Kamis, 05 Oktober 2017 - 11:03:19 WIB

    Perlindungan Masyarakat, BBPOM Canangkan Aksi Pemberantasan Penyalahgunaan Obat

    Perlindungan Masyarakat, BBPOM Canangkan Aksi Pemberantasan Penyalahgunaan Obat PADANG, HARIANHALUAN.COM - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Barat (Sumbar) mencanangkan aksi pemberantasan penyalahgunaan obat, Rabu (4/10) di kantor BBPOM Padang. Aksi tersebut tak lain sebagai bentuk.
  • Rabu, 10 Mei 2017 - 13:37:37 WIB

    BBPOM Padang: Masih Ditemukan Kerupuk Merah Pakai Pewarna Tekstil

    BBPOM Padang: Masih Ditemukan Kerupuk Merah Pakai Pewarna Tekstil PADANG, HARIANHALUAN.COM—Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, meminta agar dinas terkait di kabupaten/kota melakukan fungsi pengawasan terhadap distribusi bahan berbahaya yang sering digunakan pada makan.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]