Bulog Gagal Kendalikan Harga Beras


Jumat, 12 Juni 2015 - 19:22:47 WIB
Bulog Gagal Kendalikan Harga Beras

“Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla sudah harus turun langsung memimpin, karena Bulog telah gagal mengendalikan harga pokok. Ini sangat meng­khawatirkan, apalagi ekonomi kita ternyata rapuh di tingkat masyarakat,” kata Priyo, di Jakarta, kemarin.

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Apalagi, kata politisi senior Partai Golkar itu, harga-harga kebutuhan pokok seperti beras mulai tidak terkendali menjelang bulan ramadan dan Lebaran tahun ini. Dia mencontohkan tidak tercapainya taget penye­rapan beras oleh Bulog sebesar empat juta ton. Menurut Priyo, hingga kini penyerapan itu baru mencapai 750.000 ton atau jauh di bawah target yang ditetapkan yakni empat juta ton.

Priyo mengatakan, penempatan Bulog di bawah Kementerian BUMN juga perlu dipertanyakan, karena fungsi Bulog sesungguhnya untuk menjaga dan menjamin ketahanan pangan. Sementara, BUMN ditu­gaskan untuk mencari keun­tungan.

Baca Juga : Perkuat Infrastruktur Digitalisasi Partai, Anis Matta Resmikan Gelora Media Centre

“Kalau Bulog dipaksa untung seperti BUMN-BUMN lain, ma­ka dia akan mengabaikan keta­hanan pangan dan ini dikha­watirkan akan terjadi kerawanan sosial. Belum lagi permainan mafia dan kartel yang makin marak,” katanya.

Priyo pun mengusulkan kalau badan yang menangani masalah logistik ini tidak bisa mengen­dalikan harga kebutuhan pokok seperti di masa lalu, maka sebaik­nya badan tersebut dibubarkan saja atau berada di bawah ke­menterian lain yang berkaitan langsung de­ngan masalah stok pangan nasional.

Permainan Kartel

Pada kesempatan itu, Priyo juga meminta pemerintah untuk memberdayakan Bulog dengan meningkatkan anggaran dan mem­berikan kewenangan yang lebih kuat. Sehingga Bulog bisa membeli beras petani dengan harga yang pantas dan bisa me­ngalahkan kartel dan mafia yang membeli beras petani dengan harga tinggi.

Dengan demikian, kata dia, Bulog bisa lebih sakti dalam melakukan pengendalian harga kebutuhan pokok, sehingga tidak terjadi gejolak harga seperti saat ini. Apalagi saat ini, kartel dan mafia beras sudah menguasai dan mem­buat masyarakat sengsara. (h/sam)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]