Germo Siswi SMK Jadi Tersangka


Jumat, 12 Juni 2015 - 19:25:00 WIB
Germo Siswi SMK Jadi Tersangka

Kapolresta Padang Kom­bes Pol Wisnu Andayana kepada Haluan mengatakan, kasus tersebut masih dalam pemeriksaan dan tengah di­proses sesuai hukum yang berlaku. “Kita terus men­dalami kasus pro­s­titusi ter­ha­dap anak. Penyidik masih berupaya melakukan pe­ngembangan terkait kasus tersebut,” kata Wisnu, Jumat (12/6).

Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, Perumda AM Kota Padang Imbau Warga Gunakan Air Seperlunya

Lebih lanjut dikatakan Wisnu, kini penyidik menge­nakan Undang-undang no­mor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak terhadap BA. Namun, tidak tertutup kemungkinan akan dike­nakan pasal yang berkaitan dengan tindak pidana yang telah dilakukannya.

“Penyidik masih fokus memakai undang-undang perlindungan anak dan ti­dak tertutup kemungkinan akan dikenakan pasal dan undang-undang lainnya,” ujarnya.

Baca Juga : Meski Ditutup, Pantai Padang Tetap Dikunjungi Wisatawan

Dia juga mengatakan, selain memintai keterangan dari mucikari petugas juga telah memintai keterangan dari dua wanita. “Untuk dua wanita di bawah umur ter­sebut dijadikan saksi, karena mereka adalah korban dari sang mucikari. Mudah-mu­dahan tidak ada lagi pela­jar yang menjadi korban,” ungkapnya.

Menangapi hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Syamsulrizal meminta agar kasus pros­titusi pelajar yang saat ini terjadi agar diusut tuntas. “Yang jelas pastikan dulu kebenarannya, kalau ini be­nar usut tuntas sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

Dikatakan Syamsulrizal, peran orang tua sangat

dibutuhkan dalam hal ini, me­ngingat anak lebih banyak kontak dengan keluarga seusai pen­didikan di sekolah. “Kondisi saat ini seperti melalui media sosial, seseorang akan mudah ber­komu­nikasi dengan orang yang tidak dikenalnya. Di sinilah seharusnya orang tua muncul untuk me­ngontrol,” terangnya kepada Haluan melalui sambungan tele­pon Jumat (12/6) sore.

Ditambahkannya, selain orang tua, masyarakat juga tidak boleh antipati dengan kedaan lingkungan sekitar. Karena, sesuai denga adat di Minangkabau, toleransi itu juga harus di­opti­malkan lagi. ”Jangan hanya wacana adat semata tanpa rea­lisasi. Generasi muda perlu diselamatkan,” ungkapnya.

Dipecat

Hanya saja, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi justru mengancam korban perdagangan anak dikeluarkan dari sekolahnya. Ia mengatakan jika memang terbukti prostitusi pelajar di Kota Padang memang mencoreng pendidikan di Kota Bengkuang ini. Namun, sebagai pengendalian pendidikan di kota Padang jika ada pelajar yang terbukti melakukan prostitusi dia akan dikeluarkan dari sekolah.

Terpisah, Ketua MUI Kota Padang Duski Samad prostitusi yang mulai terkuak tidak semes­tinya menimpa pelajar Kota Pa­dang. Apalagi, masyarakat yang terkenal dengan Adat Ba­sandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Dia meminta kepada setiap orang tua yang memiliki anak remaja supa­ya bisa mem­pertanggung­jawabkan­nya.

“Anak itu pertanggung­ja­waban kita kepada tuhan. Bagi orang tua haruslah bisa mem­pertanggungjawabkan amanah yang diberikan oleh tuhan dengan menitipkan anak. Mulai dari kebutuhan anak hingga pen­didikan,” jelas Duski Samad.

Menurutnya, prostitusi itu terjadi ketika gaya hidup remaja sudah berubah sementara orang tuanya tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka. “Makanya, gaya hidup orang tua dan cara mendidik anak juga sangat diper­lukan,” tandasnya.

Seperti berita sebelumnya, tim gabungan Polresta Padang me­ngungkap perilaku maksiat warga kota. Polisi menangkap seorang germo alias mucikari plus dua ABG yang hendak “dijual” ke seorang pelanggan ke sebuah hotel di Padang.

Mereka ditangkap polisi, Kamis (11/6) sekira pukul 16.30 WIB. Dari keterangan awal, si mucikari juga menjajakan anak-anak gadis Minang ini hingga ke luar Sumbar. Kemudian mucikari bernisial BA (42) dan dua anak asuhnya berinisial FA (17) dan APS (17) dibawa ke Mapolresta Padang guna pengusutan lebih lanjut. Dari dua anak di bawah umur tersebut, APS masih berstatus pelajar di salah satu SMKN di Kota Padang.

Sepintas dilihat, APS tersebut tidak terlihat seperti cewek nakal biasa, karena siswi ini menge­nakan kerudung dengan kemeja panjang kotak. Saat tiba di Ma­polresta Padang, kedua wanita tersebut tertunduk malu menuju ke salah satu ruangan pemerik­saan. (h/nas/mg-isr/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]