Musim Hujan, Pessel Siagakan Satlak PB dan Alat Berat


Ahad, 14 Juni 2015 - 19:37:06 WIB
Musim Hujan, Pessel Siagakan Satlak PB dan Alat Berat

Kepala Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel Pri Nurdin (14/6) menyebutkan, se­luruh peralatan dan kekua­tan yang dipunyai Pessel di pantau kesiapannya meng­hadapi ancaman banjir dan tanah longsor. “Akhir-akhir ini intensitas hujan sangat tinggi, maka perlu kesiapan petugas dilapangan. Seluruh peralatan telah dicek dan siap turun ke lapangan bila terjadi bencana,” katamya.

Baca Juga : Update! Lima Daerah Kuning, 14 Lainnya Ditetapkan Masuk Zona Oranye di Sumbar

Beberapa kegiatan ber­kaitan penanggulangan ke­ben­canaan yang sudah dilak­sananakan di daerah itu juga perlu di pantau. “Sebagai daerah rawan bencana, Pes­sel masih banyak mem­bu­tuhkan berbagai fasilitas penye­lamatan yang tentu saja membutuhkan dana yang besar,” tuturnya.

Dikatakan, pemerintah Kabupaten Pessel selalu me­nyiagakan petugas Sa­tuan Pelaksana Penanganan Ben­cana (Satlak PB) dan pe­ralatan lainnya yang digu­nakan dalam penanganan bencana, termasuk fasilitas evakuasi lainnya. Dika­takan­nya, berbagai pe­rala­tan se­perti perahu karet, alat berat (Eks­kavator) dan peralatan lainnya yang di­perlukan un­tuk pe­nang­gulangan ben­cana tetap di­siapkan karena da­erah kita memang rawan akan segala bencana ditam­bah kondisi cuaca yang sejak be­­berapa hari ini kurang ba­ik, hujan deras bisa saja ter­jadi.

Baca Juga : Jumlah Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumbar Bertambah 212 Orang

Banyak Potensi Bencana

Ia memaparkan, sesuai dengan letak Pessel yang berada disepanjang pesisir pantai dan kaki bukit yang juga banyaknya aliran su­ngai, sangat berpotensi da­tang bencana, apalagi banjir dan tanah longsor.  “Se­bagian ruas jalan raya juga be­rada pada titik rawan long­sor. Sehingga tidak ter­tutup ke­mung­kinan bencana itu akan menghambat ke­lan­caran lalulintas Jalan Lintas Ba­rat Sumatera (Ja­lin­bars­um) di Pessel,” je­lasnya.

Ada beberapa titik ra­wan longsor di sepanjang Jalin­barsum Pessel dan un­tuk daerah rawan banjir hampir terdapat diseluruh ke­ca­matan yang ada. Pada setiap musim hujan bencana banjir dan genangan air selalu mem­­buat aktifitas masya­rakat lumpuh.

Semua titik rawan banjir itu terletak pada tempat ke­ren­dahan. Jika curah hu­jan ting­gi daerah-daerah itu tetap men­jadi langganan banjir, de­ngan ketinggian air men­capai 60 cen­timeter dari per­mu­kaan ja­lan. Agar tidak ter­ja­di­nya ke­rugian besar aki­bat ban­­­jir ter­sebut, ma­sya­rakat di­­imbau un­tuk was­pa­da dan meng­hindar­kan selu­ruh pe­ra­la­tan dari tem­­pat yang ren­dah “Un­tuk me­ngan­­­tisipasi ter­jadinya ke­ma­­cetan arus lalu-lintas di Ja­­lin­barsum ini yang dise­bab­kan runtuhan tanah bukit (long­­sor), Peme­rintah me­la­lui Di­nas terkait telah me­nyia­­ga­kan beberapa unit alat be­­rat yak­ni Louder, Gleader dan Ex­ca­vator. Pe­nem­patan alat berat itu dise­rahkan pada di­­nas terkait,” pungkasnya. (h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]