Beringin Diprediksikan Tumbang


Ahad, 14 Juni 2015 - 19:47:10 WIB

Akbar Tandjung, yang juga Ketua Umum Golkar 1999-2004, mengatakan, suara Golkar terus me­nu­run. "Kami tinggal mem­punyai 91 kursi di DPR. Kalau tidak ikut pilkada serentak, mau tinggal be­rapa," katanya.

Menurut Akbar, ada tiga lembaga survei yang me­ngatakan, Partai Golkar ha­nya akan meraih 6-8 persen suara pada 2019. "Ya, kalau begitu, masak kami hanya tinggal mendapat 50-an kur­si di DPR," ujarnya.

Dalam pengarahannya, Akbar menyarankan semua kader Golkar versi Munas Riau untuk mewaspadai empat hal. Pertama, per­gerakan partai politik lain. Kedua, mewaspadai gerakan Agung Laksono (Ketua DPP Golkar versi Munas J­a­karta). Ketiga, memahami Men­kum­­ham, dan keempat, men­cermati Komisi P­e­mi­lihan Umum yang hanya akan me­ngakui kepe­ngu­rusan ber­bekal SK Men­kumham.

Terpisah, Wakil Ketua DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai menyarankan, le­bih baik dua kubu fokus menjalankan islah se­me­n­tara Partai Golkar. "Soal islah ini tidak mudah, lho. Harus ada beberapa per­temuan," ujarnya.

Menurut Yorrys, dua ku­bu di Golkar seharusnya se­karang memikirkan subs­tansi yang hendak di­dis­kusikan dalam pertemuan islah pada Senin malam. "Ba­gaimana, misalnya, pe­milihan ketua islah ber­sama? Bagaimana struktur? Bagaimana me­kanisme ker­janya?" ujarnya.

Pastikan Ikut

Sementara Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie me­mastikan jika partai lam­bang pohon beringin akan ikut Pilkada serentak pada De­sember mendatang.

"Menghadapi Pilkada, tidak akan ada permasalahan bagi Partai Golkar. Karena, insya Allah proses inkracht akan kita dapat September atau Oktober (2015). Kita akan melihat putusan in­kracht PTUN dan PN Ja­karta Utara," ucap politisi yang akrab disapa Ical itu pada Rapat Pimpinan Na­sional (Rapimnas) Partai Golkar VIII di Jakarta, Sabtu (13/6).

Namun demikian, me­nurut Ical, para kader Gol­kar akan menghadapi proses pencalonan dalam Pilkada serentak pada 9 Desember 2015. Sementara pen­daf­taran mulai 26-28 Juli men­datang. "Jadi permasalahan yang se­betulnya adalah calon dari kepala daerah bukan hanya Partai Golkar," ujar Ical.

Ia menambahkan, pada tahun 2014, Partai Golkar memenangkan pilkada baik bupati atau walikota se­banyak 59%. Namun hasil itu tidak linear dengan pe­rolehen su­ara Partai Golkar sebanyak 14%. "Artinya bahwa tidak atau belum ada satu korelasi lang­sung antara Pilkada de­ngan Pileg (Pe­milu Legislatif) atau dapat saya katakan lagi dengan cara lain, bahwa ke­pala daerah yang berhasil memenangkan 59% di daerah be­lum berbuat yang ter­ba­nyak dan terbaik," jelas Ical. (h/ant/kcm)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]