Usut Tuntas Ijazah Palsu dan Ijazah Aspal


Ahad, 14 Juni 2015 - 19:47:42 WIB
Usut Tuntas Ijazah Palsu dan Ijazah Aspal

Berikutnya, praktik ijazah asli tapi palsu (aspal). Ijazah tersebut benar-benar asli, seperti lembaran atau pun tanda tangan basah pimpinan kampus (rektor, direktur atau ketua). Hanya saja mahasiswa yang menerima ijazah atau yang diwisuda tidak mengikuti jadwal kuliah sebagaimana mestinya, baik pada jalur reguler maupun non reguler. Artinya, si pemegang ijazah hanya mendaftar di awal kuliah, lalu datang kuliah satu-dua kali dan selanjutnya menerima nilai semester hingga akhirnya diwisuda serta menerima ijazah.

Kasus ijazah palsu kini bermunculan di mana-mana, seperti Jakarta, beberapa daerah di Pulau Jawa, Sulawesi dan bahkan juga Sumatera. Kejahatan intelektual ini memang patut mendapat perhatian lebih, mengingat resiko atas praktik yang demikian sangat fatal. Orang yang tidak ahli pada bidang tertentu, ketika ditempatkan di posisi tertentu sesuai dengan ijazah yang dimasukan ketika melamar.

Baca Juga : Dinkes Kota Padang Sediakan Tempat Isolasi Guna Antisipasi Lonjakan Kasus Pasca Lebaran

Kementerian Ristek dan Dikti mulai menyikapi ini dengan menertibkan kampus-kampus yang sudah sejak beberapa lama tidak lagi melaksanakan kegiatan perkuliahan, tidak ada mahasiswa atau dosen dan lain sebagainya. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) menonaktifkan tujuh perguruan tinggi di Sumatera Barat. Kemudian, dua perguruan tinggi di Kabupaten Solok Selatan mendapat lampu merah dari Kopertis Wilayah X untuk segera mengirimkan laporan kegiatan per semester ke Dikti jika tidak ingin dinonaktifkan. Dua perguruan tinggi tersebut adalah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widyaswara dan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Widyaswara Muara Labuh, Solok Selatan.

Sedangkan 7 perguruan tinggi di Sumbar yang dinonaktifkan Dikti tersebut adalah Institut Sains dan Teknologi Pembangunan Nusantara yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman 19, Kota Padang dan telah berdiri sejak 1989 silam. Kemudian, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sumbar yang beralamat di Jalan Palembang Nomor 20 Gaung Teluk Bayur, Kelurahan Gaung Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Akademi Teknologi Pratama yang beralamat di Kota Padang dan berdiri sejak 1994 lalu, Akademi Teknik Taman Siswa yang berdiri tahun 2000 di Padang, Akademi Bahasa Asing Alaska Padang yang beralamat di Khatib Sulaiman Nomor 17 dan berdiri sejak 2001 silam, Politeknik Tri Dharma yang beralamat di Jalan Jhoni Anwar Nomor 27 dan berdiri 2002 dan STIT YAPTIB Simpang IV Pasaman.

Baca Juga : Padang Aktifkan Kembali Kampung Nelayan untuk Tempat Karantina Covid-19

Jajaran beberapa Polda di Tanah Air juga sudah mulai melakukan tidakan dan memproses secara hukum orang-orang yang terlibat dalam pemalsuan ijazah. Selain tindakan oleh Kementerian Ristek Dikti dan kepolisian, perguruan tinggi juga mesti berbenah, baik negeri maupun swasta. Praktik-praktik ijazah aspal yang diberikan kepada pejabat, politisi, pengusaha dan lainnya. Yang nomor satu atau paling menentukan adalam praktik-praktik seperti ini adalah uang.

Laporan dari berbagai pihak atas keberadaan praktik-praktik ijazah palsu sangat diperlukan. Jangan biarkan orang-orang atau oknum tertentu melakukan prakti-praktik ilegal berupa pemalsuan ijazah. Kepada pihak kepolisian, Kementerian Dikti, Kampus dan lainnya  berikan tindakan tegas kepada orang-orang atau pihak penerbit ijazah palsu, aspal. Berikan hukuman maksimal, sehingga menjadi shock therapy. Kampus yang terbukti terlibat menerbitkan ijazah palsu juga mesti dikenakan sanksi tegas, peringatan hingga pencabutan izin. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]