Kebutuhan Uang Kartal Rp4,2 Triliun


Senin, 15 Juni 2015 - 19:09:16 WIB
Kebutuhan Uang Kartal Rp4,2 Triliun

Dari proyeksi kebu­tu­han uang sebesar Rp4,2 triliun tersebut didominasi oleh uang pecahan besar (UPB) yaitu pecahan Rp­100.­000, Rp50.000, Rp20­.000 sebesar Rp3,98 triliun atau 94 persen. Se­dangkan uang pecahan kecil (UPK) yaitu pecahan Rp10.000 ke bawah sebesar Rp261,9 miliar atau 6 persen.

Baca Juga : Varian Covid-19 India Meningkat Tajam, Pemerintah Inggris Cemas

Kepala KPw BI Sum­bar, Puji Atmoko saat kon­ferensi Pers, Senin (15/6) di Ruang Rapat BI Sumbar mengata­kan bahwa, layanan penarikan uang oleh Bank Umum pada loket KPwBI Sumbar telah dimulai lebih awal sejak 1 Juni 2015. Hal ini supaya per­bankan me­nyi­apkan lebih awal modal penukaran UPK kepada masyarakat.

“Berbeda dengan laya­nan tahun 2014 lalu, kali ini KPwBI Sumbar telah bekerjasama sejak 4 Feb­ruari 2015. Seluruh perban­kan umum akan melayani UPK bagi masyarakat yang membutuhkan,” terang Puji.

Baca Juga : Begitu Fasih, David Beckham Ucapkan Selamat Idul Fitri untuk Warga Indonesia

Dikatakannya, selama bulan Ramadan, layanan penukaran di berbankan umum dilakukan setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB, kecuali Jumat hingga pukul 11.00 WIB. Sementara itu, untuk layanan penukaran bagi instansi atau perusahaan akan dibuka setiap hari Selasa dan Kamis di loket penukaran KPwBI Sumbar dari pukul 09.00 WIB sam­pai 12.00 WIB.

Lebih lanjut Puji menu­turkan, KPwBI Sumbar juga tetap melayani penu­karan uang melalui kas keliling dalam kota se­banyak 10 kali dan luar kota sebanyak empat kali.

Puji Atmoko juga meng­imbau kepada masyarakat agar menggunakan uang pecahan besar (Rp100.000-Rp50.000) pada saat mela­kukan penukaran di per­ban­kan terdekat. Kemu­dian, bagi masyarakat yang ingin melakukan penu­ka­ran untuk kebutuhan leba­ran, agar melakukan penu­karan di tempat-tempat resmi seperti perbankan umum dan BPR.

“Agar tidak melakukan penukaran uang di pinggir jalan atau tempat yang tidak resmi. Karena dikha­wa­tirkan selain dikenakan biaya juga jumlah lem­barnya berkurang serta dimungkinkan diselipkan uang palsu,” himbaunya.

Lebih ditekankan lagi oleh Puji, agar masyarakat lebih waspada, selalu cermat dan teliti dalam menerima uang guna mengantisipasi beredar­nya uang palsu, ingat 3 D (Dilihat, Diraba, Dite­rawang). Selain itu diminta juga untuk memperhatikan 3 D lagi (Di­da­pat, Disayang, Disimpan). “Dihimbau untuk tidak meli­pat, meremas, membasahi, dan menstaples uang kertas,” tutupnya. (h/mg-win)

BERITA POPULER Index »


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]