Ratusan Massa Lubas Datangi Kantor Dewan


Senin, 15 Juni 2015 - 19:10:30 WIB

Koordinator masyarakat peduli tanah ulayat Nagari Lubuk Basung, Martoni mengatakan, massa yang datang tepat berasal dari Sungai Aur Jorong V Sungai Jariang, Kenagarian Lubuk Basung untuk menuntut hak  yang telah dizalimi sekian puluh tahun. Masyarakat berharap dewan bisa memperjuangkan nasib masyarakat Sangai Aur ini.

Martoni menjelaskan, pada tahun 1986 pemerintah meminta masyarakat di Sungai Aur untuk meninggalkan perkebunan mereka, karena tempat tersebut bakal dijadikan areal latihan perang TNI dan POLRI. Karena kha­watir dengan peluru nyasar, masyarakat menerima permintaan itu. Tetapi selang beberapa waktu ternyata tidak ada yang namanya latihan perang, tetapi malah perkebunan masyarakat sudah dibabat habis dan didirikan perkebunan baru. Selain itu mereka juga menangkapi kaum laki-laki dari masyarakat.

“Karena bakal dijadikan tempat latihan, masyarakat tentu me­ning­galkan kebunnya. Tetapi pada ke­nyataan tidak ada latihan perang. TNI hanya dijadikan alat oleh pe­merintah untuk mengawal PT Kamu me­num­bangkan perkebunan ma­syarakat. Kezaliman ini telah kami laporkan, puluhan tahun kami berjuang selalu kandas. Massa yang datang adalah korban dari kepentingan pembangunan perkebunan sawit PT Kamu,” jelasnya.

Kedatangan masyarakat pada pri­nsipnya bertujuan untuk, meminta Ketua DPRD Agam mendesak pe­merintah untuk menghentikan kegiatan PT Kamu sampai adanya penyelesaian secara mediasi oleh Komnas Ham Republik Indonesia. Kemudian DPRD Agam diminta segera membentuk pansus untuk melakukan investigasi atas kasus perampasan atas hak ulayat yang menjurus atas kepada kejahatan kemanusiaan.

Apabila DPRD Agam, dan pe­merintah tidak mampu menghentikan kegiatan PT Kamu maka ber­da­sarkan, pasal 20 ayat (1) dan pasal 26 ayat (1) UU Nomor 5 tahun 1960 tahun 1960 tentang UU PA tanah ulayat milik masyarakat belum ber­pindah hepada pihak lain, dengan terpaksa dikuasai masyarakat kem­bali.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Agam, Masrizal me­nga­takan, asprirasi dari masyarakat Sungai Aur Jorong V Sungai Jariang, Ke­nagarian Lubuk Basung sejauh me­rupakan bagian dari hidup ber­de­mokrasi, untuk memperjuangkan hak mereka. Tutuntannya akan di­tin­daklanjuti oleh dewan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Ia juga meminta masyarakat untuk melengkapi data objek dan maksud tujuan mereka.

“Kami akan tindaklanjuti sesuai dengan wewenang kami di DPRD Agam. Terkait dengan maksud dan tuntutan ada baiknya datanya di­lengkapi, sehingga objek perkara menjadi lebih jelas,” ungkapnya. (h/yat)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]