Pembakar Anak Kandung Divonis 10 Tahun Penjara


Senin, 15 Juni 2015 - 19:15:49 WIB

Menurut hakim, per­buatan terdakwa dengan cara membakar anak kan­dung­nya ini merupakan per­­bua­tan yang keji serta tidak pantas dilakukan oleh orangtua. Sedang hal yang meringankan, terdakwa ber­la­ku sopan selama per­sidangan dan belum pernah dihukum.

Vonis yang dijatuhkan hakim terhadap terdakwa sama dengan tuntutan yang diajukan oleh JPU Limra Mesdi sebelumnya yakni menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 10 tahun.

Usai mendengarkan vo­nis hakim, terdakwa hanya bisa tertunduk sembari sesekali melihat kearah penasehat hukum­nya. Buti­ran air mata penyesalan mulai keluar dari pelupuk mata terdakwa. Entah apa yang dipikirkan terdakwa saat itu, yang jelas, selama menjalani sidang di Penga­dilan Negeri Padang, baru sekali ini terlihat ter­dak­wa menagis diper­sidangan.

“Saya pikir-pikir maje­lis,” ucap terdakwa diha­dapan persidangan, usai hakim menjatuhkan vonis terhadap dirinya.

Sebagaimana diketahui, dalam dakwaan yang diba­cakan oleh JPU dise­butkan, pembakaran anak kandung oleh ayah ini terjadi pada 22 Januari 2015 yang lalu, sekitar pukul  17.00 WIB, diteras ru­mah milik ter­dakwa. Pada waktu itu, ter­dakwa sedang tidur di dalam rumahnya, dibangunkan oleh anaknya yang lain ber­nama Eni Maria.

Eni memberitahukan kepada terdakwa, bahwa Resi, panggilan Resiana, telah mengambil uang milik Herlimanto (adik terdak­wa). Kemudian, terdakwa keluar dari kamar dan pergi ke teras rumahnya. Sesam­pai di teras rumah, terdak­wa bertemu dengan istrinya, Sartini, yang saat itu sedang mengendong anaknya yang masih kecil. Bersama Sarti­ni, ada juga Resi yang se­dang duduk di teras rumah tersebut. Sartini memberi tahu terdakwa, bahwa uang yang diambil Resi senilai Rp100 ribu. Terdakwa ke­mu­dian menghampiri Resi dan menanyakan perihal uang tersebut. Namun, Resi menjawab tidak tahu.

Setelah itu, terdakwa mengambil minyak tanah dari dalam kamarnya dan menyiramkan cairan ter­sebut ke tubuh Anna yang saat itu sedang duduk di lantai rumah. Akibatnya, kepala dan baju Resi basah oleh minyak tanah tersebut.

Sambil menangis, Resi berlari dari dalam rumah­nya dan duduk kembali di teras. Terdakwa meng­ham­piri Anna sambil meme­gang mancis dan menga­rahkan benda itu ke tubuh anaknya tersebut. Meskipun Sartini sudah berusaha me­la­rang terdakwa agar tidak membakar Resi, namun pria ini tidak meng­hirau­kannya.

Terdakwa kemudian me­nyalakan api mancis yang ada ditangannya dan membakar bagian bawah baju yang dipakai Resina, sehingga tubuh korban juga turut terbakar. Ketika tu­buhnya terbakar, sambil menangis, Resi langsung berdiri dan jatuh ke lantai dan akhirnya pada 23 Ja­nuari 2015, sekitar pukul 08.00 WIB, korban meng­hembuskan nafas terakhir. (h/hel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 10 April 2017 - 19:14:58 WIB

    Ribuan Massa GNPF MUI Demo di Padang Tolak Tempat Pembakaran Mayat

    Ribuan Massa GNPF MUI Demo di Padang Tolak Tempat Pembakaran Mayat PADANG, HALUAN - Sebanyak 2.500 masyarakat yang tergabung ke dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Sumbar melakukan aksi zikir di Masjid Agung Nurul Iman, Jalan M Yamin, Kecamatan Padang Se.
  • Sabtu, 13 Februari 2016 - 04:11:21 WIB

    Walikota Sidak Pembakaran Pohon

    Walikota Sidak Pembakaran Pohon PADANG, HALUAN — Sering terjadinya pohon tumbang di Kota Padang dika­renakan berbagai hal. Salah satunya yakni rapuhnya pohon akibat adanya aktifitas pembakaran sampah tepat di bawah pohon tersebut..
  • Senin, 25 Januari 2016 - 15:43:58 WIB

    Polisi Ringkus Pembakar Rumah di Tunggul Hitam

    PADANG, HALUAN — Sempat melarikan diri dari pengejaran polisi, tersangka pem­bakaran rumah yang terjadi di Kompleks Harmoni Blok E no 9 dan 10 Kelurahan Dadok Tunggul Hitam (6/1) lalu berhasil ditangkap di Pasar Inpres Ba.
  • Senin, 08 Juni 2015 - 19:03:51 WIB

    Pembakar Anak Kandung Dituntut 10 Tahun Penjara

    Padang, Haluan — Bonar Ventura Sabeilai (34), warga Dusun Sirisurak, Desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Mentawai, terdakwa pembakar anak kandungnya bernama Resiana (9) dituntut 10 tahun penjara.

    .
  • Selasa, 02 Juni 2015 - 18:51:12 WIB

    Ayah Pembakar Anak Kandung Berdalih Khilaf

    Padang, Haluan — Bonar Ventura Sabeilai (34), terdakwa pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri Resiana (9) dengan cara membakar, mengaku khilaf telah melakukan perbuatan tersebut. Menurutnya, perbuatan nekad itu sama.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]