Gerakan Remaja Melek Media


Senin, 15 Juni 2015 - 19:25:26 WIB
Gerakan Remaja Melek Media

Sumatera Barat patut berbangga mendapat keper­cayaan sebagai tempat pelaksanaan pencanangan program Gerakan Remaja Melek Media. Mendikbud Anies Baswedan pun beralasan, dipilihnya Sumbar sebagai lokasi pencanangan Gerakan Remaja Melek Media kata Anies, karena daerah Minangkabau memiliki potensi dan telah melahirkan para jurnalis dan tokoh intelektual yang berkontribusi terhadap berdirinya Republik Indonesia (RI). Anies men­cotohkan, Sumbar melahirkan Adinegoro, Rasuna Said, yang merupakan jurnalis hebat yang berkontribusi besar terhadap lahirnya bangsa ini.

Baca Juga : Protes PP No 57 Tahun 2021, Alirman Sori: Pancasila Seharusnya Masuk Kurikulum Wajib!

Dengan Gerakan Remaja Melek Media nantinya diharapkan para pelajar dan remaja dapat mengerti dengan informasi yang disajikan media, selanjutnya mampu memilah dan memilih mana informasi yang positif dan layak dikonsumsi remaja dan mana pula yang tidak. Bahkan ketika remaja mendapati tentang adanya informasi-informasi yang dapat merusak kaum remaja atau generasi muda yang disajikan media massa, remaja itu dapat mengkritisi atau melayang protes  terhadap media yang dimaksud.

Lebih dari pada itu, melalui Gerakan Remaja Melek Media ini, para pelajar dan remaja kelak juga dapat menghasilkan karya-karya jurnalistik dan karya non fiksi dan fiksi yang berkualitas. Para pelajar dan remaja juga dapat mengelaborasi dan mengekspos berbagai potensi serta prestasi sekolah dan lingkungan tempat tinggal mereka. Kemampuan menulis itu nantinya juga menjadi nilai plus tersendiri bagi remaja atau pelajar setelah menamatkan studinya untuk menghadapi pasar kerja.

Baca Juga : Tak Cantumkan Pancasila dan Bahasa Indonesia Makul Wajib PT, Jokowi Didesak Batalkan PP 57/2021

Peran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sangat vital untuk kesuksesan gerakan ini. PWI nantinya dapat menurunkan para wartawan senior anggota PWI ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan jur­nalistik. Berbagai ilmu tentang kejurnalistikan yang bisa ditransfer kepada para pelajar. Mulai dari apa itu berita, cara meliput, wawancara, menulis berita, investigasi,  menyunting berita, manajemen redaksi dan lain sebagainya.

Salah satu pekerjaan rumah bagi PWI adalah mendorong para pelajar dan remaja agar gemar membaca. Karena mustahil seorang akan melek media, ketika  orang itu tidak gemar membaca atau bahkan tak suka membaca.  Tidak pula mungkin seseorang akan mampu menghasilkan karya fiksi atau pun non fiksi yang baik, sementara orang itu jarang membaca. Salah satu cara menumbuhkan minat baca para pelajar dan remaja adalah dengan mengadakan media bacaan di sekolah, kampus, TPA, balai pemuda, kantor jorong, kelurahan, nagari dan lainnya. Agar remaja lebih berminat, maka sebaiknya media massa yang disediakan itu adalah media lokal. Karena makin dekat dengan sumber berita, keinginan untuk membaca berita itu juga akan makin tinggi.

Baca Juga : Peringatan HUT ke-69 Kopassus Digelar Secara Sederhana

Pelatihan tentang media massa dan jurnalistik tidak saja perlu diberikan kepada pelajar dan remaja tapi juga kepada para guru. Diharapkan setelah para guru mengerti dan memiliki pemahaman tentang media massa. Ke depannya guru tersebut juga bisa menga­jarkannya lagi kepada anak didiknya.  Bagi pihak media massa, gerakan ini juga sebagai tantangan tersendiri. Media massa tentu tidak berani asal muat berita, tanpa memperhatikan akurasi, kelengkapan berita, kon­firmasi dan lainnya ketika sudah beberapa kali sejumlah pelajar dan remaja melayangkan protes terhadap produk redaksi yang disajikan. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]