Jemaah Naqsabandiyah Hari Ini Mulai Puasa


Senin, 15 Juni 2015 - 19:30:03 WIB
Jemaah Naqsabandiyah Hari Ini Mulai Puasa

“ Untuk jadwal imsyak dan berbuka disamakan dengan jadwal yang ada pada pemerintah,” ucapnya.

Baca Juga : Di Padang, 42 Kawasan Ini Tak Boleh Menggelar Salat Ied di Masjid dan Lapangan

Ratusan jemaah Naqsabandiyah menunjukkan rasa antusias atas kedatangan bulan Ramadan dengan memenuhi musala di malam hari untuk menunaikan solat tarawih berjamaah. Untuk ibadah ini, Naq­sabandiyah menyelenggarakannya di beberapa musala seperti Musala Surau Baru, Pasar Baru Kelurahan Cupak Tangah, Padang.

“Untuk tarawih diselenggarakan seperti biasa, total rakaatnya 20 dengan 10 salam. Nanti kalau sudah masuk jadwal puasa kaum Muslim yang lain, biasanya banyak juga yang ikut serta salat tarawih berjemaah di mushala Naqsabandiyah,” ucap Zahar, salah seorang pemuka tarekat sekaligus Imam Mushala Surau Baru.

Baca Juga : Mantap! Rutan Anak Aia Padang Bagikan Baju Lebaran untuk WBP

Sejauh ini, tambahnya lagi, tidak pernah terjadi gesekan dengan kaum Muslim lain terkait berbedanya tanggal pelaksanaan puasa dan penentuan lebaran. Gesekan tidak terjadi karena sesama Muslim dapat saling menghargai kepercayaan masing-masing.

“Soal perbedaan ini kan soal keyakinan. Tidak baik saling mempermasalahkan keyakinan. Lebih baik saling khusuk beribadah dengan kayakinan yang dipercayai sebagai sebuah kebenaran. Sejauh ini tidak ada masalah yang terjadi. Kita tetap berbaur, apalagi saat tarwih banyak yang warga di luar Naqsabandiyah yang ikut salat di musala,” tutupnya.

Sidang Isbat

Sementara itu, sidang isbat penentuan awal Ramadan digelar di kantor Kementerian Agama pada Selasa (16/6) petang. Sidang yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin itu akan dihadiri para ulama ahli falak dari berbagai organisasi massa Islam dan pakar astronomi pada lembaga negara.

Menteri menjelaskan, sebagaimana biasanya, sidang isbat memusyawarahkan penentuan awal Ramadhan berdasarkan dua metode utama, yakni rukyatul hilal (pengamatan pada bulan) dan hisab (perhitungan astronomis). Sidang itu didahului rukyatul hilal petugas Kemen­terian Agama yang ditempatkan di lokasi-lokasi tertentu di sejumlah yang dianggap dapat mengamati penampa­kan Bulan. Majelis sidang kemudian menetapkan awal puasa berdasarkan hasil rukyat apa pun hasilnya: dapat melihat bulan atau tidak. (h/mg-isq/vvc)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]