Awasi Gaya Hidup Anak yang Konsumtif


Selasa, 16 Juni 2015 - 18:41:02 WIB
Awasi Gaya Hidup Anak yang Konsumtif

Orang-orang yang selama ini tidak ‘ngeh’ dengan kondisi lingkungannya, barangkali tidak percaya dengan data dan fakta yang diungkap jajaran Polresta Padang. Dalam sepekan terakhir, polisi berhasil membongkar lima jaringan prostitusi di Kota Padang yang melibatkan pelajar dan mahasiswa. Ironisnya yang menjajakan atau pun sebagai agen alias mucikari dari bisnis lendir ini ada yang masih berstatus  pelajar dan ada pula yang berstatus  sebagai mahasiswa dan masyarakat umum.

Baca Juga : MA Batalkan SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah, KPI Kecewa

Pengakuan dari pelajar dan mahasiswa yang terlibat dalam kehidupan itu, kegiatan mereka sebagai pemuas nafsu lelaki berhidung belang terpaksa mereka jalani untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka dan keluarga. Berikutnya ada juga yang ditujukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka yang cendrung konsumtif. Suka gonta-ganti ponsel, gadget, smarphone, mobil, pakaian, tas, sepatu dan berbagai peralatan asesories lainnya. Mustahil mereka akan dapat menyalurkan hobinya gonta-ganti barang konsumtif, dengan jumlah uang kiriman atau pemberian orang tua yang sangat terbatas.

Untuk dapat memenuhi hobi gonta-ganti barang konsumtif, mereka pun mengenyampingkan nilai-nilai luhur keminangkabauan yakni ABS SBK.   Mereka rela menjual diri melalui mucikari yang usianya sebagian justru lebih muda dari mereka. Bahkan ada mucikari atau tepatnya agen kegiatan prostitusi yang masih berstatus sebagai pelajar SMA. Siapa yang menikmati mereka, adalah para om-om atau pria berhidung belang yang sebagian ada juga yang berstatus sebagai pejabat dan pengusaha.

Baca Juga : Berapa Jumlah THR untuk Anak? Simak Panduan dari Psikolog Karina Istifarisny

Kegiatan prostitusi itu terbungkus dalam topeng keelokan nilai-nilai budaya ABS-SBK yang menurut sebagian orang masih tetap terjaga dan kokoh di Ranah Minang. Tapi mereka tidak paham tentang kehidupan Padang Under Cover yang terjadi setiap malam dan setiap waktu nan sesungguhnya.

Tentu saja hal-hal seperti ini menjadi tantangan berat bagi kita semuanya. Kehidupan yang demikian tidak boleh dibiarkan terus berkembang merenggut nilai-nilai budaya dan norma agama yang merupakan modal dasar bagi kehidupan dunia dan akhirat bagi umat Islam. Sebagai upaya untuk menekan praktik-praktik de­mikian, maka orang tua mesti ngeh dengan perubahan stelan atau gaya hidup putrinya. Jika ada gaya hidup putri atau keluarga kita yang sudah di luar kelaziman, maka patut ditelisik dari mana mereka dapat memenuhi kebutuhan konsumtif yang demikian.

Mohon maaf, bisa saja mereka dapat uang banyak dari hasil kegiatan prostitusi, dagang narkoba atau kegiatan negatif lainnya. Bersyukur kiranya kalau mereka justru mendapatkan semuanya, dario kegiatan bisnis legal yang mereka geluti, seperti dagang pakaian, kue, alat elektronik dan lain sebagainya. Jangan biarkan saja ketika terjadi perubahan pola hidup dan gaya hidup pada anak-anak kita. Setidaknya cara itu bisa digunakan sebagai upaya awal mengantisipasi agar anak dan generasi muda kita tidak tersesat dalam kehidupan konsumtif yang menyesatkan. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]